
...-Happy Reading❤-...
.......
.......
.......
Malvin mendekat, membuka helm yang menutupi kepala orang itu lalu langsung menarik nya kedalam pelukan erat nya. Malvin membiarkan wajah orang itu tenggelam dalam dada nya. Kejadian barusan membuat semua orang terdiam tidak mengerti kenapa Janu menyerang ketua nya sendiri.
Janu menatap dua orang yang saling berpelukan di hadapannya itu dengan tatapan kebencian. Ingin sekali rasa nya Janu membunuh orang yang berada di dalam pelukan Malvin itu. Ya, selama ini dirinya bersandiwara di depan ketua Cakrawala itu, berpura-pura berada di pihaknya, berpura-pura mengikuti semua perintah ketuanya, berpura-pura melindunginya dan berpura-pura patuh. Semua yang dilakukan nya selama ini adalah kepura-puraan. Sekarang rahasia nya di ketahui orang itu, jadi untuk apalagi Janu menunggu. Habisi saja dia bersama Malvin malam ini juga, lalu berlanjut ke Esther. Maka dendam nya selesai, lalu Cakrawala, Bharta, Lucifer, Leon dan Manticore berada di dalam genggaman nya. Ketidak adilan selama ini akan terbalas dengan yang lebih baik lagi. Dan Janu akan menjadi satu-satunya ketua dari lima geng motor terbesar dan terkuat itu, dan selanjutnya adalah untuk mengambil dan menakhlukan geng besar lainnya di seluruh indonesia. Bukan hanya Janu, tapi seluruh anggota Cakrawala pun ikut andil dalam penghianatan ini.
"Bangsat!, kenapa lo bisa ngelakuin ini. Gak pernah gue sangka kalo orang yang selalu dukung gue selama ini adalah penyebab kehancuran gue!" Lirih orang yang masih berada di dalam dekapan Malvin itu. Ia bersumpah akan menghabisi Janu malam ini juga.
"JUSTRU LO DULUAN LAH YANG SEBENARNYA UDAH NGEHANCURIN HIDUP GUE!. SELURUH HIDUP GUE, JIWA RAGA GUE HANCUR KARENA LO!. GUE AKAN TAMATIN BALAS DENDAM GUE SELAMA INI DENGAN BUNUH LO!, GUE PASTIIN LO BAKAL MATI MALAM INI!" Seru Janu penuh emosi, tangan nya mengepal kuat hingga buku-bukunya memutih. Rahangnya mengeras hingga gigi-giginya bergemulutuk.
Orang di depan nya itu tidak tahu bahwa Janu bahkan lebih hancur.
"Lo sahabat gue, apa yang udah gue lakuin yang buat lo bisa-bisa nya ngelakuin semua ini?" Balas orang itu lirih masih dengan wajah yang terbenam di dada Malvin. Dia belum siap, belum siap untuk menunjukkan wajahnya pada semua orang. Belum siap menunjukkan betapa hancur dirinya setelah mendengar dan melihat bukti-bukti yang diberikan Dodit. Mengingat Dodit, cowok itu langsung dibawa Dirga ke rumah sakit melihat lubang yang menganga dengan darah bercucuran dari dada Dodit.
"Biar gue kasih tahu apa yang udah lo lakuin sama gue, dan gue bakal bunuh lo setelah nya!" Balas Janu. Cowok itu mengambil tongkat besi nya yang terjatuh dan mengengamnya kuat.
Flashback...
Jiro. Jiro adalah ketua Cakrawala generasi kedua setelah pendiri Cakrawala itu sendiri. Jiro dan Janu sudah berteman dan bersahabat lama bahkan sejak kecil hingga terbentuknya Cakrawala dan mereka ikut bergabung di dalam nya. Suatu ketika saat Jiro di angkat menjadi ketua. Bergabunglah Langit, Esther dan Malvin. Kemampuan Langit dan Esther dalam beladiri membuat Jiro terkesan. Dan kesigapan Langit dalam membantu orang orang sekitar yang kesusahan semakin membuat Jiro bangga dan semakin mendekatkan ke-dua nya.
Seperti hari itu saat melihat seorang nenek yang hendak menjadi korban pemalakan beberapa preman berbadan besar dan kekar. Langit tanpa pikir panjang tidak memerdulikan ukuran tubuh nya yang jauh di banding para preman itu langsung melawan para preman hingga mereka kocar kacir meninggalkan Langit yang terdapat luka di tubuhnya.
Ketika Jiro bertanya kenapa langit tidak berpikir panjang melakukan itu, lelaki itu menjawab. "Orang tua tidak layak untuk di perlakukan seperti itu, dimana banyak orang yang mengharapkan doa darinya, mereka malah memperlakukan nya dengan kejam. Dan gue sendiripun sangat membutuhkan doa dari nya,"
Setiap hal yang dilakukan Langit selalu membuat Jiro bangga dan semakin terkesan. Hingga suatu hari, Jiro mengangkat Langit menjadi wakil dan sekaligus tangan kanan nya menggantikan wakil nya yang mendadak menyatakan keluar dari Cakrawala.
Melihat itu Janu merasa semua itu tidak adil. Dirinya yang selalu bersama Jiro sejak lama, berada di samping Jiro di setiap langkah. Dan Jiro malah menunjuk Langit sebagai wakilnya.
Berjalan nya hari, Janu mulai menerima dan masih tetap terus berada di samping Jiro. Jiro, Janu dan Langit mereka pun bersahabat.
Jiro dan Janu. Dua badan yang berbeda namun ketika orang melihat mereka orang akan menganggap mereka seperti satu kesatuan. Tidak ada yang merasa nyaman jika hanya ada salah satu mereka saja.
Periode kepemimpinan Jiro akan segera habis, Janu sudah sangat yakin jika dirinyalah yang akan ditunjuk oleh Jiro untuk menggantikannya. Lagi dan lagi harapan tidak membuahkan hasil. Janji Jiro yang akan terus mendahulukan dirinya dalam hal apapun dilanggar.
Jiro menunjuk Langit untuk menggantikannya dan Janu menjadi wakil sekaligus tangan kanan. Kembali ada rasa kecewa di dalam diri Janu untuk beberapa saat. Ini adalah hal besar bagi Janu, tetapi lelaki itu masih terus berusaha untuk menerima dan terbiasa.
Suatu hari. Dua orang perempuan bergabung dalam Cakrawala. Kedua nya memiliki keterampilan beladiri yang cukup bagus. Salah satu nya adalah Jena. Adik perempuan Jiro sekaligus sahabat Janu juga sejak kecil. Melihat berapa lama persahabatan dua makhluk berbeda jenis itu tidak akan mungkin salah satunya tidak menyimpan perasaan. Benar kata orang kalau persahabatan antara laki-laki dan perempuan tidaklah sepenuh nya tulus.
Janu sudah lama menyukai adik dari sahabatnya itu. Namun dia tidak mengatakannya, seluruh perhatian yang Janu berikan pada Jena selalu gadis itu anggap sebagai perhatian antara sahabat tidak lebih. Semenjak Jena bergabung dengan Cakrawala, gadis itu langsung menyukai seorang laki-laki, Esther. Adik Langit.
Gadis itu terus mengejar dan berusaha mendapatkan Esther. Namun Esther tidak sama sekali menanggapi aksi Jena. Yang membuat Janu miris dan sangat sakit hati saat Jena, perempuan yang sangat dicintainya rela melakukan hal yang memalukan sekalipun hanya untuk menarik perhatian lelaki yang tidak peduli dengannya itu. Segala hal dan cara. Bahkan hal berbahaya pun gadis itu lakukan.
Satu fakta lagi yang membuat Janu semakin kasihan terhadap Jena yaitu Esther menyukai kekasih kakak nya, Langit. Seorang perempuan yang ikut bergabung ke Cakrawala bersama Jena waktu itu. Perempuan itu sudah menjadi kekasih Langit bahkan jauh sebelum kedua nya bergabung di Cakrawala.
Sifat dingin Esther seketika melembut jika sedang berhadapan dengan perempuan itu. Kedua kakak ber adik itu semakin membangkitkan hawa panas dalam hati Janu.
Dirinya diabaikan oleh sahabatnya sendiri, Jiro. Dirinya yang di khianati Jiro, dan cintanya yang lebih memilih mengejar lelaki yang bahkan tidak mau menatapnya itu. Perjuangan Jena yang selalu di permalukan oleh Esther semakin membuat Janu muak. Perhatian dan kasih sayangnya selama ini bahkan tidak dilihat oleh Jena. Dan Esther yang dengan beruntung nya mendapat seluruh pusat perhatian Jena malah lebih mementingkan seorang perempuan yang sudah memiliki kekasih.
Semenjak hadir nya Esther dan langit membuat keberadaan Janu menjadi terasingkan oleh orang orang terdekatnya.
Hari itu, Jena berhasil pergi bersama Esther. Esther yang biasanya selalu menolak Jena hari itu dia menyanggupi permintaan Jena untuk pergi berdua di malam minggu. Esther dengan teganya meninggalkan Jena sendirian di pinggir jalan di malam yang sudah larut.
Janu sangat panik malam itu, semalaman cowok itu mengelilingi penjuru kota, mencari Jena di mana mana. Tapi gadis itu tidak juga kunjung di temukan. Janu menghubungi nomor Jena namun tidak aktif. Kemudian Janu menghubungi Jiro dan Jiro pun langsung mengerahkan seluruh pasukan Cakrawala untuk mencari Jena, bahkan Janu sampai berani mengacak acak markas geng lain yang sering mencari masalah dengan Cakrawala.
Semalaman mereka mencari tidak kunjung juga ditemukan. Jiro mencoba melacak ponsel Jena, namun karena ponsel gadis itu mati maka tidak membuahkan apa apa. Malam itu juga Janu menghajar Esther habis habisan hingga Esther tidak mampu berjalan.
Pagi nya, Janu dikejutkan dengan kedatangan Jena yang menangis histeris memeluknya. Tangisan Jena sangat memilukan. Janu memeluk erat tubuh rapuh itu. Rahang Janu mengeras menemukan tubuh gadis tercintanya terhiaskan luka. Dua luka di pelipis, di sudut bibir yang sudah membiru, di leher, di lengan, di lutut, betis dan telapak kakinya yang berlumuran darah hingga membuat lantai rumah Janu dipenuhi bercak jejak kaki Jena yang terbuat dari darah.
Janu berusaha menenangkan gadis itu, memberinya minum, membawanya duduk. Janu perlahan mengobati luka luka Jena sampai tangisan Jena terhenti bersamaan dengan kesadarannya yang menghilang.
Dengan sabar Janu menjaga Jena sampai gadis itu bangun. Begitu Jena bangun, Janu tidak langsung menanyai Jena tentang apa yang terjadi semalam dan darimana luka luka itu berasal. Janu membiarkan gadisnya tenang terlebih dahulu. Barulah Janu bertanya, pelan pelan dengan suara lirih dan seperti kesulitan bernapas Jena mulai menceritakan dan mengadu pada Janu, dengan air mata yang ikut andil di sana.
Rahang Janu mengeras, giginya bergemulutuk, tangan terkepal erat dan matanya menyorotkan kemarahan yang sangat besar ketika mengetahui bahwa semalam setelah Esther meninggalkan Jena, seorang preman yang sedang mabuk dan nampak menyeramkan tiba-tiba menghampiri Jena dan menculik Jena.
Gadis itu sudah melawan berbekal ilmu bela diri yang dimilikinya. Tapi kemudian preman itu mengeluarkan obat bius hingga Jena benar-benar kehilangan kesadaran. Jena di culik, dibuat tidak sadarkan diri dan kesuciannya direnggut.
Seketika itu juga Janu langsung mendatangi tempat Jena diculik. Dan pada hari itu juga Janu menghabisi preman yang dengan kurang ajar melukai gadisnya. Dari situlah dendam Janu berkobar.
Penghianatan sahabat, posisi yang direnggut, gadisnya yang menyukai lelaki lain dan kehancuran Jena. Janu bertekad akan menghabisi orang-orang itu.
Suatu hal mengejutkan kembali menghantam Janu. Menghancurkan nya menjadi seperti debu. Keesokan hari dari kembalinya Jena. Gadis itu ditemukan tak bernyawa di kamar mandi nya, dengan luka sayatan menganga di leher. Gadis itu depresi karena kehilangan kesucian yang dijaganya.
Kehidupan Janu berakhir, dan ini karena Esther yang tega meninggalkan Jena sendirian malam itu. Janu bersumpah akan menghabisi Esther. Rencana Janu dimulai. Dia berencana mensabotase mobil Esther. Dan menjadikan kematian Esther seolah-olah karena kecelakaan.
Sialnya rencana itu di ketahui Langit. Langit langsung membuat surat yang menyatakan bahwa yang berhak menjadi ketua selanjutnya adalah Esther. Surat itupun sudah disetujui dan ditandatangani oleh Revo selaku pendiri Cakrawala.
Rencana Janu berhasil. Kecelakaan itu terjadi, tetapi korbannya bukanlah Esther, melainkan Langit. Langit membuat surat itu karena dia yang akan menggantikan Esther mengemudi mobil Esther. Tanpa sepengetahuan siapapun. Tetapi keberuntungan masih berpihak pada Langit. Lelaki itu selamat, walau terdapat beberapa luka di tubuh sebab melompat dari mobil sebelum mobil itu terjun ke jurang.
Langit sudah memutuskan untuk mengeluarkan Janu dari Cakrawala. Namun sebelum itu terjadi, Janu menjalankan rencana menghabisi Langit terlebih dahulu. Karena Janu juga memiliki ambisi untuk merebut posisi Langit.
Suatu hari, Langit mendapat pesan untuk datang sendirian ke sebuah tempat yang tidak diketahui siapapun. Dalam pesan itu melibatkan nyawa Esther dan kekasih Langit. Langit pun langsung percaya karena orang itu juga mengirim sebuah foto yang menunjukkan dua orang yang sangat mirip dengan dua orang terpentingnya tengah diikat di sebuah tiang.
Langit langsung menghubungi dan mengirim pesan pada gadisnya, memastikan bahwa foto itu tidak benar. Tidak mendapat jawaban, tanpa memikirkan apapun, Langit langsung pergi ke tempat yang tertera di dalam pesan.
Kekasih Langit yang baru menyadari ponselnya terus bergetar langsung membuka dan melihat apa yang terjadi. Kekasih nya, Langit mengirimi banyak pesan dan banyak panggilan tak terjawab. Isi pesan Langit sangat aneh, gadis itu langsung mengecek dan melacak keberadaan Langit. Setelah menemukan posisi kekasihnya yang terbilang sangat jauh, menambah kekhawatiran gadis itu, dia bertanya pada seluruh inti Cakrawala saat itu, tapi tidak ada satupun yang tahu keberadaan Langit. Berarti kekasih nya pergi sendirian, ke sebuah gudang lama di tengah hutan?.
Gadis itu langsung pergi bersama beberapa orang anggota inti Cakrawala, menuju tempat Langit. Entah ini memang nyata, hatinya, perasaan nya merasa bahwa Langit sedang tidak baik-baik saja. Biasanya seluruh anggota inti akan tahu kemana pun Langit pergi sejauh mana pun. Tapi kali ini bahkan tidak ada satu pun diantara mereka yang bersama Langit.
Memacu cepat motor besarnya, gadis itu tiba di depan gudang tua yang keadaannya sudah hampir runtuh, dan motor Langit ada di sana. Langkahnya perlahan mendekat ke pintu gudang yang sebentar lagi akan terlepas dari tempatnya. Sekali tendangan pintu itu hancur dan langsung menampilkan penampakan yang membuat hancur seluruh jiwa dan raga nya.
..."TIDAAK!"...
.......
.......
.......
.......
.......
...-BERSAMBUNG-...