RaLia

RaLia
Susu coklat.



HELLO❤ HAPPY READING


.


.


.


"Acaaa ihh balikiiin!" pekik Ellia di koridor sekolah yang masih sepi karena masih terlalu pagi untuk murid lain pergi ke sekolah.


"Ambil ajah sinii wleee... " Aca menjulurkan lidahnya mengejek sambil berlari dari kejaran Ellia.


"Acaaa gue masih laper taauuu, siniin gak, gue bilang mama ntar ya!" dengan langkah kecil nya gadis manis bermata biru itu terus mengejar Aca yang membawa lari roti coklat kesukaannya yang baru di beli dari kantin tadi.


Meski sudah sarapan di rumah tadi, Ellia masih kurang lengkap tanpa roti coklat dari kantin.


Dan roti itu di bawa lari Aca, menyebalkan.


Sebenarnya tidak susah untuk membeli lagi. Tapi Ellia sudah hampir mencapai kelas dan terlanjur malas untuk kembali ke kantin.


"Dasar anaak Mamaa hahaha..." ejek Aca dari kejauhan dan melahap roti rampasannya.


Ellia merengut kecewa, sudah kejar kejaran di koridor kelas 12 tapi akhirnya roti itu tak kembali ketangannya.


Dengan kesal Ellia memutar tubuhnya dan dengan terpaksa harus kembali lagi ke kantin.


Kali ini Ellia akan beli banyak.


"EL, ELLIAA, MAAP DEH, JANGAN MARAAH, ENTAR GUE BALIKIIN ELL!!" teriak Aca menyadari sepupunya itu marah.


Tidak peduli dengan itu. Sambil meminun susu coklat dinginnya Ellia melangkah dengan menghentak hentak kan kesal kakinya di lantai.


Malas sekali rasanya harus turun lagi ke kantin, Sedangkan ia berada di lantai tiga.


Dalam perjalanannya Ellia bergumam.


"Udah kemarin nakutin, trus ninggalin,  sekarang roti gue di ambil. Punya dendam apa sih tuh anak sama gue,"


Gumamnya sambil menuruni tangga.


Dan tiba di tangga terakhir tanpa sengaja dan tidak memperhatikan sekitarnya kaki Ellia tersandung tali sepatunya sendiri membuatnya terjungkal kedepan.


Gadis itu menutup matanya menunggu rasa sakit datang pada tubuhnya.


Satu ... dua ... tiga ... empat...


Kenapa dirinya tidak merasa sakit, apa jangan jangan seorang pangeran datang menyelamatkannya seperti di film princess yang di tontonnya semalam.


Dengan hati-hati Ellia membuka sebelah matanya, seketika itu ia membuka kedua matanya dan menjauh dari penopang tubuhnya.


Dirinya terkejut melihat siapa orang yang membantunya. Tiba-tiba badannya bergetar takut melihat cairan coklat menempel di seragam putih cowok itu. Ellia menunduk dan di sana ada gelas plastik miliknya yang sudah jatuh dan susu coklat yang tumpah.


Gadis itu semakin bergetar.


Cowok itu mengernyitkan dahinya bingung menatap gadis di depannya.


"Ma-maaf Raf, gu-gue gak se-sengaja. Ja-jangan marahin gu-gue!" Ellia menunduk bergetar menahan isakannya.


"Gue tanggung jawab kok, siniin baju lo, biar gue cuci!" dengan berani Ellia mendongak kan wajahnya dan mengadahkan tangan ke hadapan Rafa.


Rafa semakin bingung, gadis itu bergetar ketakutan, apa seseram itu wajah datarnya, padahal ia tak pernah bertindak kasar selama ini di sekolah. Tapi gadis ini satu satunya yang begitu ketakutan saat membuat kesalahan kecil bagi Rafa.


Apalagi mata gadis ini berkaca-kaca menahan tangis.


"Gapapa!" lalu Rafa menaiki tangga meninggalkan Ellia yang mulai meneteskan air matanya.


"Lo kenapa?" tiba tiba seorang cowok datang bertanya pada Ellia karena melihat gadis itu menangis.


"Gu-gue gak sengaja tumpahin susu coklat ke bajunya Rafa!" jawab Ellia masih bergetar.


"Dia marahin lo?" tanya Raka lagi.


Takut-takut Rafa menyakiti gadis ini. Raka tak akan membiarkan itu.


Ellia menggeleng. "dia bilang, gapapa..." masih terisak.


"terus kenapa lo nangis?" bingung Raka. Tapi Raka lega Rafa tidak menyakiti seorang cewek.


Jari telunjuk Ellia menunjuk kearah bawah. "susu co-coklat gueee huhu..." Raka menganga. Gadis manis ini menangisi susu coklatnya. Melihat wajah imut Ellia yang seperti ini dengan mata biru nya yang basah, hidung mungil nya yang memerah sangat menggemaskan di mata Raka.


"Ayo!" Raka menarik tangan Ellia menuju kantin. Cowok itu berjalan ke meja pojok kantin.


Setelah menyuruh Ellia duduk Raka pergi untuk membeli sesuatu.


"Ini biar gue yang ganti!" Raka kembali dan menaruh segelas susu coklat dingin di hadapan Ellia. Kemudian mendudukan dirinya di hadapan Ellia.


"Kok Rafa gak marah ya sama gue, padahal bajunya kotor banget tadi." bingung Ellia.


Raka tersenyum "dia emang gak pedulian kecuali sesuatu itu nyakitin dia, selama kesalahan orang gak nyakitin dia, dia gak peduli. Tapi beda kalo soal orang yang dia sayang, meski gak nyakitin mereka, pasti Rafa marah besar kalo ada yang macem-macem sama orang yang dia sayang." jelas Raka menjawab kebingungan Ellia.


Ellia mengangguk mengerti dan mulai menikmati susu coklat kesukaannya.


Sesaat mereka saling diam dengan Ellia yang sibuk dengan susu coklatnya dan Raka yang memandangi wajah imut Ellia. Mata biru itu sangat menenangkan, begitu indah. Raka terpaku dengan sepasang manik indah itu.


Tiba-tiba Ellia menepuk dahi nya sendiri, ia baru ingat untuk apa ia tadi ke kantin.


"Makasih ya Rak, gue lupa tadi gue mau beli roti" dengan cepat Ellia beranjak pergi membeli roti.


Raka menggeleng geleng kepala.


"Manis!" gumam Raka setelah tanpa sengaja meminum susu coklat Ellia yang di tinggalkan di atas meja.


Tiba-tiba Raka teringat bahwa ia meminum susu coklat Ellia dengan sedotan yang sama.


Beberapa saat kemudian Ellia datang dengan kantung plastik berisi banyak roti coklat.


"Makasih Raka, gue ke kelas dulu ya!" kata Ellia sambil tersenyum manis.


Setelah mendapat anggukan dari Raka, Ellia pergi membawa juga susu coklatnya...


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.