Power Flow

Power Flow
Hera Vs Genus part 2



Saat pandangan Hera tengah fokus mengamati pertarungan binatang spiritualnya, tiba-tiba dia dikejutkan dengan serangan yang menggores pada pipi sebelah kirinya.


"Hai,hai.. Kenapa kau malah menonton para binatang itu berkelahi, apa kau mengabaikan ku gadis kecil?, bila dalam suatu pertempuran yang nyata mungkin kau akan terbunuh akibat kelengahanmu itu," ucap Genus kembali mengeluarkan energi element udara berbentuk jarum, yang ternyata benda tersebutlah yang membuat Hera terluka di bagian pipinya.


"Sialan kau, berani menyerang secara diam-diam," seru Hera geram, dia pun mengusap pipinya dengan telapak yang sudah dialiri energi api penyembuh berwarna kebiruan.


"Ckckckck... Ternyata kau juga punya ke ahlian penyembuh, sungguh bakat yang sangat langka tipe petarung tapi mempunyai bakat dalam penyembuhan," ucap Genus yang merasa kagum.


"POWER ON : SERIBU JARUM PERAK PEMBUNUH," gumam Genos, lalu udara mengelilingi sekitar tubuhnya yang membentuk asap dan berubah menjadi ribuan jarum yang mengarah pada Hera.


"Hey, hey.... Apakah dia serius mengeluarkan salah satu jurus terkuatnya, bisa-bisa gadis kecil itu tidak akan selamat, karena bahkan nyamuk pun tidak akan lolos dari jurus itu," ucap beberapa prajurit, karena jurus yang di keluarkan cukup terkenal diantara mereka.


Tapi dari raut wajahnya Hera, dia sama sekali tidak gentar sedikitpun, lalu dia pun membentuk segel tangan dengan cepat


"POWER ON : PEDANG PRAJNA PARAMITA"


dan muncullah pedang yang dia dapat ketika pertama kali, berhasil memasuki gerbang terakhir gunung Fuji.


"Hmmz... sepertinya aku pernah melihat pedang seperti itu, tapi dimana ya?" gumam heran komandan Absolom yang merasa familiar dengan senjata yang di keluarkan oleh murid magang yang di bawa oleh Tetua Sky.


"Ya memang komandan pernah melihat pedang tersebut, itu adalah pedang yang pernah di gunakan oleh salah seorang party yang mendampingi Grandmaster kami, ketika kalian panggil untuk mengalahkan raja iblis ratusan tahun yang lalu," ucap Tetua Sky menjelaskan.


"Tapi kenapa ada pada murid magang, padahal murid inti kalian kan masih banyak?" tanya heran Komandan Absolom.


"Ya karena murid inti kami tidak ada yang berminat dengan senjata yang hanya berada di rank bawah karena pedang tersebut sejatinya tidak dapat melukai musuh, makanya disebut pedang kebajikan, padahal kalau mereka cakap dalam mengolah kekuatan pedang tersebut, itu akan menjadi pedang yang sangat berguna bagi pasukan ketika berada di medan perang," ucap Tetua Sky menjelaskan.


"Hmmzz... Benar juga sih apa yang dikatakan Tuan Sky, karena hanya satu orang yang bisa memaksimalkan kekuatan pedang tersebut, yang tidak lain adalah Sang pemegang pertama yaitu Nona Zenith dari Ras elf patner dari Grandmaster kalian yang telah dianggap oleh kami sebagai pahlawan dunia ini," timpal Komandan dari pasukan cadangan tersebut.


"POWER ON : HOLY FIRE,"


Tanpa basa-basi Hera langsung mengaktifkan kedua jurusnya sekaligus, jurus amukan kawah candra dimuka dia alirkan dilengan kirinya, sementara holy fire dia alirkan pada pedang kebajikannya, yang membuat pedang tersebut terbungkus dengan api berwarna biru langit.


"WHUSSSH"


Ribuan jarum yang diciptakan Genus pun melesat ke arah Hera bahkan suaranya bagai segerombolan lebah yang hendak berburu mangsa, tapi dengan sigap pula Hera melancarkan pukulan tangan kirinya yang telah diselimuti api dari jurusnya membuat beberapa jarum hancur sebelum mengenai dirinya, dan dengan menggunakan pedang yang telah di padukan dengan pedang Prajna Paramitha dia terus memblok jarum yang mengarah padanya.


"Hebat sekali kekuatan gadis itu, hey kalau tidak salah bukankah kau ketua tim dari gadis cilik tersebut, berarti kekuatan kau berada di atas gadis itu, sungguh tim yang sangat mengerikan," ucap Kagura yang bertanya pada Ruby selaku kapten tim dari gadis yang tengah bertarung sengit dengan prajurit yang ternyata berpangkat mayor satu tersebut dengan berada di level yang sama bahkan sepertinya lebih tinggi dari keempat pelatih yang tergabung di party empat mata angin.


"Tidak juga, aku bahkan bukan tandingannya bila dia dalam keadaan serius karena daya tempur mereka melebihi seorang kultivator biasa meski level mereka jauh di bawah lawanya,tapi karena alasan tertentu aku dijadikan kapten tim untuk kedua saudara tersebut, karena mereka hanya beberapa orang yang mampu menenangkan kedua saudara kembar tersebut ketika emosi mereka tidak terkontrol, salah satunya adalah aku," ucap Ruby dengan jujur tentang kekuatan dirinya dengan Hera.


"POWER ON : MERIAM BADAI,"


"POWER ON : PURGATORY,"


Teriak mereka berdua mengeluarkan jurus yang sangat mengerikan, membuat Tetua Sky dan Komandan Absolom mempunyai firasat buruk kalau tidak turun tangan, dan dengan bergerak cepat membuat benteng di kedua sisi mereka.


"Sudah cukup," teriak mereka berdua menghentikan orangnya masing-masing.


"Plok, plok, plok, sungguh latih tanding yang sangat mengesankan, tapi itu tidak bagus bila kalian melakukannya dengan hawa membunuh yang begitu besar, karena ini hanyalah pelatihan persahabatan," seru seseorang yang terbang mengendarai salah satu hewan legendaris yaitu Pegasus.


"Salam sejahtera yang mulia raja" seru ketua Sky dan komandan Absolom bersamaan sambil menundakan kepala tanda hormat.


"Ya terimakasih, sudahlah angkat kepala kalian," ucap orang tersebut, yang ternyata seorang penguasa di kerajaan ini.