Power Flow

Power Flow
Duel Melawan dua tim



Sudah hampir satu minggu mereka bertiga terus mendaki jalur gunung Fuji, dan sudah banyak monster yang dihabisi serta mengeliminasi beberapa tim lain yang telah dilakukan oleh Ruby dan kedua temannya, sehingga sekarang jumlah semua anggota peserta Tournamen banyak yang berkurang dan tinggal menyisakan 23 tim saja, kini mereka berhasil memasuki zona pertengahan dari gunung tersebut.


"Wow hebat sekali tim dengan nomor peserta 117 itu, mereka berhasil mengalahkan banyak monster juga peserta lainnya, padahal mereka tidak diunggulkan sebelumnya," seru warga yang menyaksikan dari layar yang sengaja di pasang di alun-alun kota.


"Kau benar bahkan mereka kini mendekati sepuluh besar dalam hal pengumpulan item dan inti monster, sepertinya mereka bakal jadi kuda hitam dalam Tournamen ini".


"Heh asal kalian tau beberapa hari sebelumnya, salah satu dari mereka pernah mengalahkan wakil dari negeri unggulan Tournamen ini, yaitu perwakilan dari negara Paman Sam hanya dalam sekali pukul saja, jadi aku tidak ragu memasang taruhan pada mereka, hehe sepertinya aku tidak salah kali ini".


"Hah pantas saja ketiga anak itu bisa mengimbangi perwakilan dari kepulauan Hokaido padahal mereka perwakilan dari Guild ASSASIN," ucap Para penonton saling bicara satu sama lain mengomentari jalannya Tournamen Fuji dari alun-alun kota.


"Tidak kusangka mereka bertambah kuat melebihi Ekspektasi, sepertinya kami tidak salah memilih, sungguh kalian memang generasi emas diantara pemburu pemula yang ada di seluruh Nusantara," gumam Senior Erick yang merasa bangga melihat performa Ruby dan teman-temannya.


"Berhati-hatilah sepertinya kita tidak sendiri disini," Ucap Ruby merasakan hawa keberadaan dari tim lain dan memberi peringatan kepada kedua temannya.


"Hey bukankah untuk memasuki area puncak hanya tersedia sepuluh gerbang kecil, dan hanya bisa dimasuki oleh satu tim saja, sepertinya disini ada tiga tim yang siap memperebutkan kunci gerbang yang tergantung dipatung itu," timpal Ezran sambil menunjuk patung manusia setengah kuda yang sedang memegang kunci ditangan kirinya dan tangan kanannya memegang sebuah tombak.


"Berarti kita akan memperebutkan dengan dua tim lainnya yang sedang menunggu disudut kanan dan kiri kita," kata Hera yang juga merasakan keberadaan tim lain.


"Duar"


"Duar"


"Wow apa mereka saling bekerja sama untuk menyingkirkan kita terlebih dahulu," Seru Ezran sambil menghindar dari sebuah serangan tim musuh.


"Sepertinya begitu apa karena kita terlalu kuat buat mereka, sehingga mereka mencoba menindas kita dengan cara bekerja sama" timpal Hera yang juga menghindar.


"POWER ON : BIRDPOISON" teriak Ruby langsung menyerang musuh dengan menggunakan kedua Revolvernya yang tengah bersembunyi sambil melakukan gerakan Tarian Cendrawasih, membuat musuhnya pun melompat keluar dari persembunyian guna menghindari serangan dari kapten tim 117 itu.


"Huh ternyata kalian," Ucap Ruby mengenali salah satu tim yang menyerang mereka, yang tidak lain adalah tim dari negeri Paman Sam.


"Heh jangan sombong hanya karena mengalahkan ku sekali, tapi sekarang aku lebih kuat dari pertama kita bertemu, POWER ON : BLACK IRONMAN," John pun langsung berubah dan langsung menyerang ke arah Ruby dengan pukulan yang telah dilapisi energi, Ruby yang tak sempat menghindar terpaksa menahan pukulan tersebut dengan menyilangkan kedua telapak tangannya, tapi pukulan dari John ternyata mempunyai tenaga yang kuat, hingga membuat Ruby terpental sampai beberapa meter kebelakang dan menabrak beberapa gundukan salju dan baru berhenti ketika menabrak pohon yang cukup besar hingga hampir roboh.


Ruby pun kembali berdiri seolah tidak terjadi apa-apa, yang membuat John sedikit gentar lalu berteriak pada tim yang berada disebelah kiri mereka, "Hai kalian cepat bantu aku untuk mengalahkan perempuan ini, kita sudah sepakatkan tadi, kalau tidak maju untuk membantu kalian tidak akan diberi pasokan senjata energi oleh negara kami", teriak John ke tiga orang yang ternyata dari negara Mexico


"POWER ON : DEATH VALLEY", Gumam David yang berhadapan dengan Hera yang dibantu oleh Gerardo salah satu tim dari meksiko, setelah bergumam mengucapkan jurusnya David mulai melakukan segel tangan, lalu terbentuklah ruang lingkup yang cukup besar serta gelap seolah-olah mereka bertiga berada ditempat yang berbeda dari gunung Fuji.


"Hmm.. Apa ini teknik ilusi ruangkah? gelap sekali membuat jarak pandang menjadi terbatas, aku harus berhati-hati sepertinya kekuatan mereka meningkat dan lagi mereka dibantu oleh orang-orang dari tim Meksiko. POWER ON : SUMMONING FIRE WOLF", Ucap Hera mengeluarkan binatang Spiritualnya dan sekarang area disekitarnya terlihat terang, "hehe... dasar gadis kecil bodoh, teknikmu itu bahkan membuat kami lebih mudah menyerangmu karena kau sendiri yang menunjukan dimana kau berada", ucap David sambil terkekeh tetapi posisinya tidak jelas dimana, karena dia seperti menyatu dengan kegelapan Death Valley.


Sementara ditempat lain, Ezran terlihat sedang dikepung oleh dua orang perempuan yaitu Catrine dari tim Paman Sam dan patricia dari tim meksiko, "POWER ON : CATWOMAN", teriak Catrine lalu sebagian tubuhnya berubah menjadi seekor kucing, terlihat pupil mata, telinga dan kedua lengan berubah layaknya seekor kucing. "POWER ON : PROCYON PYGMAEUS", teriak Patricia selanjutnya dan dirinya pun berubah seperti Catrine tapi dalam wujud berbeda yaitu Seekor Rakun.


"SLASH"


"SLASH"


"Karena kalian ingin bermain kasar, baiklah akan saya ladeni wahai Nona-Nona dari komunitas kucing garong, POWER ON : KUNYUK MELEMPAR BUAH" seru Ezran sambil melemparkan bola energi yang tercipta dikedua tangannya kearah musuhnya.


"DUARR"


Tapi dengan sigap mereka berhasil menghindar dan seolah-olah menghilang karena saking cepat gerakannya, ketiganya pun terus bertarung dengan mengandalkan kecepatan masing-masing. "POWER ON : DOUBLE CROSS". "POWER ON : TABASCO" Teriak kedua perempuan itu sambil melakukan serangan secara bersamaan, terlihat sebuah cakar yang menyilang beraliran listrik juga bola api yang cukup besar melesat kearah Heri yang membuatnya sulit untuk menghindar.


"DUAARRR"


"Arrgh" teriak Ezran terpental cukup jauh, tapi belum sempat tubuhnya menyentuh tanah kedua lawannya terus melakukan serangan lanjutan. "POWER ON : ELECTRIC CAT SCRAPER" Teriak Catrine , "POWER ON : BIG TABASCO" Patricia pun tak kalah garang dia mengeluarkan Bola api yang lebih besar juga dengan perputaran yang sangat cepat membuat angin disekitar seolah-olah berkumpul pada bola api tersebut.


"DUARRR"


Bola api pun meledak tepat mengenai tubuh Ezran, seranganpun belum sampai disitu saja lalu menyusul sebuah arus listrik menghantam tubuhnya.


"Arrghhh" untuk kedua kalinya dia terkena serangan yang sangat telak hingga membuatnya terkapar di tanah.


"Hosh hosh, apa kita berhasil," gumam Patricia yang cukup kelelahan akibat mengeluarkan jurus andalannya dua kali berturut-turut, membuat energinya hampir terkuras habis begitu juga Catrine dia mengalami hal yang sama.


"Hosh Hosh, Sial ini sangat menyakitkan tau," Ucap Saudara dari Hera tersebut, yang bangkit secara perlahan dengan keadaan tubuh penuh luka, membuat kedua wanita itu terkejut karena dia mampu bertahan dari serangan gabungan mereka.


"POWER ON : RENGKAH GUNUNG" Teriak Ezran dengan menggerakan tangannya begitu cepat, lalu sedetik kemudian telapak tangannya menggebrak tanah dan muncullah sebuah bayangan dirinya yang transparan mulai melesat, sementara tubuh utamanya melakukan serangan energi KUNYUK MELEMPAR BUAH. Kedua wanita itu pun menghindar dengan cepat sambil menyerang kembali dan kali ini dapat di hindari oleh Ezran dengan cara berguling, dan memang itu yang direncanakan Ezran, tubuhnya yang transparan langsung menyerang kedua gadis bule dengan pukulan RENGKAH GUNUNG tepat diperut ketika tubuh mereka masih mengambang diudara.


"DUAARRR"


"DUARRR"


"BRUAGH"


"Arrgh" Erang kedua lawannya sambil memuntahkan darah yang cukup banyak dari mulutnya, ketika tubuh mereka yang penuh luka menghantam tanah dengan sangat keras dan langsung tidak sadarkan diri.


"Waduh, apa aku terlalu berlebihan ya, padahal hanya 80% kekuatan yang aku keluarkan ketika menggunakan Jurus itu, tapi kata panitia asal jangan sampai terbunuh saja, luka beratpun dapat disembuhkan," gumam Ezran sambil mengecek denyut nadi kedua lawannya yang telah terkapar ditanah.