Power Flow

Power Flow
Akhir Ujian Ke 2



Dua jam sejak para peserta di pindahkan ke tempat Simulator pertempuran ini dan sudah banyak perubahan di berbagai tempat, para pesertapun mulai berkurang tiga orang, dan untuk tempat pertama masih di isi oleh Ruby, yang mengalahkan 2 orang sekaligus dan merebut poin dari hasil buruan keduanya, disusul Rea yang sudah mengalahkan Ridwan dan poin nya pun hanya beda tipis dengan Ruby.


Ya meskipun hanya mengalahkan satu orang ternyata buruan yang di dapat oleh Ridwan hampir setara dengan hasil Adam + Dani,sementara ditempat lain pertempuran pun sedang berlangsung.


Nisa vs Fina


Setelah hampir semua monster berhasil di kalahkan akhirnya kedua srikandi ini pun bertemu.


"hai Nis," sapa Fina dari kejauhan


"hai juga Fin," balas Nisa


"Dapat berapa hasil buruan mu?" ucap Fina


"Yaa lumayan lah cukup banyak, kayaknya bisa masuk 3 besar!" timpal Nisa meski mereka sedang berbincang, nyatanya kedua gadis itu sedang berlindung dibalik pohon ditempat masing masing dan saling waspada.


"Boleh kau berikan hasil buruan mu Nis!" kata Fina


"enak aja wani piro mbak"jawab ketus Nisa


"hmmz,sepertinya kau ingin bermain kasar ya" ucap Fina sedikit jengkel


"yaa silahkan bila kau punya kemampuan," sambung Nisa dengan senyum sinis yang membuat Fina marah, dan langsung melompat ke samping.


" POWER ON : FUSCUS DUET CALL," teriak Fina sambil melepaskan tembakan energi ke arah Nisa.


"arrghh, sial dasar si krempeng pemarah,"kata Nisa sambil berguling ditanah guna menghindari dari serangan tersebut, tapi efek dengung nya sungguh membuat telinga sakit.


"POWER ON : TARSIER," seru Fina kembali menyerang.


"TALAWANG ON" seru Nisa membuat pertahanan dari energinya, serangan Fina pun terpental meski begitu Nisa juga sedikit bergeser karna terdorong kekuatan serangan tadi, Nisa pun bangun dan menepuk nepuk bagian baju yang kotor karena debu.


"Huh, tak kusangka dia menguasai pertahan yang terkenal itu," gumam Fina dalam hati yang agak terkejut.


"POWER ON : SIPET PEMBURU PETIR" teriak Nisa


"Dorr"


Pelurupun melesat dengan kecepatan 2x lipat


Fina yang slalu waspada pun buru buru mengaktifkan energi di matanya.


"POWER ON : TAPETUM LUCIDUM," serunya, Fina pun berhasil menghindar dari serangan tersebut,tapi meski begitu dia tetap tergores,mereka pun saling tatap dengan sikap kuda kuda sambil memegang erat senjata masing masing.


"POWER ON : PUMILUS MELEMPAR GUNUNG," teriak Fina


"POWER ON : LONJO MEMBELAH LAUT," teriak Nisa juga


"Dorr"


"Dorr"


Kedua peluru yang dilapisi kekuatan tersebut pun saling beradu


"Duaarrr.."


Ledakan pun terjadi dan keduanya pun terdorong ke belakang secara bersamaan, mereka pun tetap berdiri beberapa detik lantas terjungkal dalam waktu yang sama dan kedua nya pun pingsan.


Dengan hasil ini mereka pun imbang dan tubuh nya pun mulai diteleport oleh pengawas


"Ya mereka punya potensi yang mumpuni" balas pengawas wanita yang disebelah nya tidak lain adalah Senior Mitha (silver level 5).


Dilokasi pertarungan lain, terlihat Salwa sangat kewalahan menghadapi serangan serang yang dilancarkan Naufal,karna perbedaan kekuatan mereka cukup jauh, Salwa yang baru menembus bronze level 3 baru baru ini, sementara Naufal bronze level 4 tahap akhir.


"Menyerahlah Salwa",ucap Naufal yang masih dengan keadaan yang cukup baik.


"Enak saja,kalau aku menyerah disini bagaimana bila aku berhadapan dengan monster di medan perang!"jawab Salwa berapi api


"Baiklah aku menghargai keteguhan mu, jadi aku akan mengeluarkan kekuatan terbaik ku kali ini",ucap naufal penuh semangat


"POWER ON : SCIURADAE PELUKAN BAJING MEREMUKAN BULAN," teriak Naufal mulai menarik busurnya.


"POWER ON : KAPINIS MENERJANG BADAI" teriak Salwa tidak kalah lincahnya dengan Naufal


"Boom"


benturan kekuatan pun terjadi tapi energi Naufal lebih kuat, jadi serangan nya itu tetap mengarah ke Salwa ,tapi dia dengan cerdiknya melakukan serangan kedua tanpa disadari Naufal ketika benturan energi itu


"POWER ON : KAPINIS MEMATUK SERANGGA"gumam Salwa meski tak sekuat serangan energi yang sebelum nya tapi itu cukup untuk membuat Naufal terpental.


"Duar.."


"Arrghh",erang tertahan Naufal


"Sial aku lengah, hah,hah.." gumamnya dengan nafas berat lalu jatuh pingsan.


Sementara Salwa berhasil menghindar serangan yang mengarah kepada nya dengan gerakan *kalong ngampih* meski melakukannya dengan susah payah.


"huh nyaris saja,hah..hah..hah.."seru Salwa dengan nafas ngos ngosan sambil terduduk,sementara tubuh Naufal pun mulai diteleport untuk diberi perawatan.


"Ckckckc, tak disangka bronze level 3 mampu mengalahkan bronze level 4,"ucap salah satu penonton yang tak lain adalah pengawas Senior Komang (Giold level 1) yang berperawakan kekar layaknya atlit angkat besi


"Ya karna dia terlalu ceroboh dan menganggap remeh lawan, tapi anak itu selain imut ternyata cerdik juga, dia mampu melihat peluang ketika lawannya lengah" ucap wanita yang rambut nya dikuncir dua, tak lain adalah senior Luna (silver level 5).


Sementara didalam arena tersisa 3 orang dan itu semua adalah perempuan yaitu Ruby, Rea dan Salwa, mereka pun berjalan kembali setelah memulihkan diri.


"hah sepertinya kalau aku bertarung kembali, akan dengan mudah dikalahkan,"ucap Salwa karna dia tau energinya tinggal kurang dari 30% lagi.


"hmmzz waktu nya berburu lagi",gumam Rea dengan percaya diri.


"siapa ya lawan selanjut nya",kata Ruby yang mulai melompat dengan zig zag dari belakang puing ke puing, kewaspadaan Ruby yang paling tinggi di antara peserta lainnya.


tepat ketika ketiga nya hampir berpapasan,pluitt nya berbunyi.


".Priittt"


Babak ujian ke 2 pun berakhir dan keadaan arena pun berubah kembali seperti sedia kala yaitu lapangan yang luas.


"Huh, sial padahal aku sangat ingin bertarung dengan Ruby," ucap Rea yang berparas cantik hitam manis berambut bergelombang sebahu ini.


"Syukur syukur untung sudah pluitt, kalau tidak bisa babak belur aku dibuat mereka" gumam Salwa dengan mengelus dadanya, ya karna dia tau kekuatan dua orang itu adalah yang terbaik diantara peserta yang ada diarea tadi.


"Akhirnya selesai juga,sepertinya aku harus mandi dulu sebelum menonton pertandingan si kembar itu,"ucap Ruby.


Dan hasil dari pertarungan tadi pun menempatkan, Ruby menempati peringkat pertama dengan poin 1203 disusul Rea poin 1201 dan Salwa di peringkat tiga dengan poin 895 poin.