Power Flow

Power Flow
Berseteru Dengan Murid Paman Sam



"Wow.. Ramai sekali ya, dan lihat puncak gunungnya diselimut salju," seru Ezran yang takjub melihat pemandangan disekitar gunung tersebut.


"Hei.. Kak kau tak kedinginan dengan pakaian lumayan tipis.?" tanya Hera pada Ezran, yang merasa aneh melihat tingkah Kakaknya itu.


"Brrr... heuuu dingin banget ya.!" Seru Ezran menggigil yang baru sadar, dan langsung mengambil switter tebal di dalam tasnya.


"Heh.. Dasar lemot padahal dari tadi juga emang sudah dingin, apa kau terlalu fokus ke puncak gunung yang berselimut es itu sampai tidak merasakan hawa dingin, padahal di negara kita juga punya gunung yang diselimuti salju, meski sekarang sudah tidak ada lagi sih," Ucap Ruby heran melihat tingkah temannya itu.


Sudah seminggu mereka berada di negeri Sakura untuk mengikuti Tournamen Beladiri yang diadakan Clan Fuji, dan banyak peserta yang datang dari berbagai penjuru dunia, untuk ikut serta dalam Tournamen tersebut, karena hadiahnya sangat besar manfaatnya bagi Kultivator yaitu Ramuan penempa tubuh Tingkat tinggi dengan kemurnian hampir seratus persen dan juga para Junior yang dikirim akan mendapatkan kesempatan berlatih di bawah bimbingan para Master Kultivasi Clan Fuji yang terkenal, karena kehebatannya dan termasuk salah satu dari lima Clan terhebat di Dunia untuk saat ini.


"Hey dimana Senior Erick ya, sejak tadi pagi aku tak melihatnya?" tanya Hera pada dua orang di depannya.


"Sepertinya dia mencari para perempuan cosplay, tak disangka ternyata Senior Erick benar- benar wibu sejati," Jawab ngasal Ezran sambil menggelengkan kepala.


"Bukk"


"Aww" Jerit kaget Hera yang pundaknya menyenggol badan seseorang dan dirinya hampir terjatuh karena orang tersebut.


"Hey bocah kalau jalan lihat-lihat, dasar orang kampungan," Ucap orang itu dengan nada marah, yang perawakannya terlihat tinggi dan kekar.


"Maafkan saya Mister, saya tidak sengaja," ucap Hera sambil membungkuk.


"Heh.. tidak semudah itu kalian minta maaf, kalian harus mengganti rugi karena telah mengotori baju mahalku, jadi serahkan inti monster atau pil energi yang kalian punya," Ucap pria itu angkuh.


"Hey hey.. Apa-apaan kalian ini, padahal baju kalian tidak terlihat rusak bahkan kotorpun tidak, apa kalian ingin mencoba memeras kami," seru Ezran langsung maju ke hadapan mereka, karena tidak terima saudarinya dibentak meski sudah meminta maaf.


"Hey pendek, jangan membuat kami mengulanginya atau kau ingin salah satu anggota tubuhmu patah," ancam temannya laki-laki yang berperawan kekar itu, dan temannya juga mempunyai badan yang lumayan kekar dengan warna kulit agak gelap sementara satu orang lagi hanya melihat saja.


"Sudah hentikan, hey John jika kalian ingin menyelesaikan masalah gunakanlah panggung itu, kalian sama-sama kultivatorkan dan dalam dunia kultivasi sekarang bukankah yang lemah akan ditindas dan yang kuat akan berkuasa ," ucap dingin teman satunya lagi yang ternyata seorang perempuan berambut pirang.


"Hmmz.. Ide yang sangat bagus Catrine, apa diantara kalian ada yang berani atau bila perlu kalian maju semua bertiga sekaligus," ucap laki-laki yang dipanggil John itu dengan sombong yang membuat Ruby geram.


"Baiklah biar aku saja yang melawanmu", ucap Ruby dengan tatapan penuh amarah.


"Tidak, tidak usah maju kau kapten, karena ini adalah perbuatan ku, biar aku yang melawan manusia otak otot ini, lagian aku juga ingin peregangan dulu sebelum mengikuti Tournamen yang sesungguhnya," kata Hera sambil tersenyum sinis, dia cukup jengkel dengan sikap angkuh yang diperlihatkan bule tersebut.


"Hahahaa.. Apa kau punya kemampuan untuk melawan pangeran John Giant yang perkasa ini cewek cebol?" Ucapnya dengan sombong sambil menunjuk muka Hera.


"Heh.. kita lihat saja, siapa yang bakal kalah," balas Hera sambil menepis tangan orang yang ada didepannya itu.


Mereka pun berjalan ke sebuah arena yang berada di tengah-tengah kota, dan setelah meminta izin pada penjaga kota keduanya, mulai naik keatas Arena yang membuat semua orang baik warga sekitar ataupun para Kultivator yang hendak mengikuti Tournamen, terlihat mulai penasaran dengan pertarungan kedua orang tersebut.


"Hey siapa mereka itu," seru beberapa warga sekitar.


"Sepertinya mereka adalah para peserta yang akan mengikuti Tournamen yang diadakan Clan Fuji, yang kubu itu sih aku pernah melihatnya, dan mereka memang selalu terlihat Arogan mentang-mentang dari negara adikuasa" ucap pelan salah satu warga.


"Tapi sepertinya perwakilan dari Negeri Paman San itu sangat kuat, sementara ketiga anak itu terlihat lemah" para warga pun mulai berbisik-bisik satu sama lainnya.


"Hei Hotaru apa yang terjadi disini," Ucap seseorang yang baru datang kepada temannya yang bernama Hotaru.


"Sepertinya akan ada pertunjukan yang cukup menarik, ayo kita kesana Koharu," Ucap Hotaru pada temannya yang bernama Koharu.


"Hey gadis kecil, masih ada waktu untukmu menyerah dan serahkan semua inti monster yang kau miliki dari pada babak belur olehku," Ucap John masih dengan sifat angkuhnya, sementara Hera tidak menanggapi ucapan orang yang ada dihapannya itu.


"Baiklah karena kau begitu keras kepala akan ku akhiri dengan cepat POWER ON : BLACK IRONMAN," Seru John mulai mengeluarkan kekuatannya, lalu terlihat tubuhnya mulai dilapisi oleh jubah besi berwarna hitam dengan Aura yang meluap dari tubuhnya.


"Hyaaaa, rasakan pukulanku ini gadis kecil TINJU BAJA HITAM," Teriaknya lalu melesat ke arah Hera yang masih diam mengamati pergerakan lawan yang ada dihadapannya.


"Wow.. Cepat sekali pergerakannya," seru para penonton.


Sementara Hera terlihat hanya tersenyum mengerikan.


"Oh tidak sepertinya bocah besi karatan itu akan dalam masalah, aku saja akan lari bila Hera sudah memasang wajah seperti itu," Ucap Ezran yang melihat ekspresi dari adiknya itu.


"POWER ON : AMUKAN KAWAH CANDRADIMUKA" Hera pun mulai mengeluarkan kekuatannya, sembari melakukan gerakan menggeser badannya kesamping ketika John melakukan pukulan ke arahnya dan John pun hanya mengenai udara kosong, yang membuatnya cukup terkejut, karena tanpa diduga lawannya dapat menghindar dari pukulannya meskipun dia melakukan gerakan dengan kecepatan hampir mencapai seratus persen dan Hera pun melakukan pukulan telak dengan jurus apinya tersebut ketika tubuh John masih mengambang di udara.


"Bukh"


"Arrghh" erang John yang terkena pukulan telak di perutnya yang membuatnya terpental dari arena dan menabrak dinding hingga hancur, dia pun terkapar dengan armor ditubuhnya terbakar oleh api yang dihasilkan dari pukulan Hera tersebut.


Para penonton dibuat terperangah dengan kejadian tersebut karena begitu sangat cepat, hanya sebagian orang yang dapat melihat kejadian tersebut yaitu mereka yang mempunyai kekuatan energi kultivasi dalam dirinya.


"Sial pukulan apa itu, sangat cepat bahkan aku hampir tidak bisa mengikuti gerakan gadis kecil tersebut," Ucap David terkejut dan langsung berlari ke arah temannya yang terkapar.


"Hmmz bahkan Armor baja yang dimiliki John hancur begitu mudahnya hanya dalam satu gerakan," Gumam Catrine yang melihat keadaan yang dialami John.


"Hosh Hosh, sial aku lengah, gadis kecil itu hanya beruntung karena aku tidak mengeluarkan kekuatan penuhku," umpat kesal John yang tidak terima dia dikalahkan dengan mudah oleh Hera.


"Tidak, untuk sekarang kau tidak akan menang melawannya John, dia berada satu tingkat di atasmu, dan harus kalian tau menurut kabar salah satu dari mereka berhasil memojokan Monster kelas S ketika Bloods Sky bulan lalu, yang melanda Negara mereka dan sepertinya gadis kecil itu pelakunya," Ucap seseorang yang menghampiri mereka dan ternyata adalah pengawas mereka yang ditugaskan sebagai pendamping.


"Apa benarkah itu pengawas Charlie?" seru mereka bertiga terkejut.


"Itu benar, maka dari itu kalian harus dimodifikasi kembali, untuk mengikuti ajang Tournamen Clan Fuji ini, meski kalian hanya tim B tapi kalian harus tetap menunjukan kekuatan terkuat kalian itu, ayo pergi ke basecamp," ucap Pengawas Charlie dan mereka pun pergi begitu saja.


"Hey kau gadis kecil akan ku ingat kejadian ini, akan kubalas kau nanti di tournamen yang sesungguhnya," teriak John dari kejauhan.


"Sungguh tidak punya Tatakrama sama sekali, teriak-teriak di tempat ramai, ayo kita juga pergi," Ucap Ruby kepada kedua temannya itu.


"Hmmz anak-anak yang sangat menarik" gumam seseorang dari kejauhan setelah melihat pertarungan tersebut.