Power Flow

Power Flow
Misi Pertama (Yang Tak Terduga)



"POWER ON : BIRD POISON," teriak Ruby yang berhasil menumbangkan empat monster jenis kelelawar berukuran satu meter ini dari jarak 20 meter.


"POWER ON : KUNYUK MELEMPAR BUAH,"teriak Ezran mengeluarkan jurusnya dan berada diposisi depan sebelah kanan, sedang bertarung dengan dua monster jenis goblin ini dan berhasil mengalahkannya.


"POWER ON : HOLY FIRE," teriak Hera yang berada disisi kiri mengeluarkan api berwarna biru langit yang menghanguskan puluhan lebah.


"Hey kapten, apa kita akan berjalan lebih jauh lagi," seru Ezran meminta saran dari ketua tim mereka.


"Yaa lanjut terus sampai depan bekas gerbang masuk pasar central itu," balas Ruby yang mengemban tugas sebagai kapten tim.


"Hei Ruby apakah kau sudah menghubungi ketua batalion yang tadi," tanya Hera setelah menyelesaikan beberapa lebah yang tersisa.


"yaa mereka lagi membersihkan sisa bangkai monster yang sudah kita habisi, karna tugas mereka adalah membuat array baru untuk benteng setelah kita membereskan monster-monster didepan," jawab Ruby.


Mereka pun terus berlari dengan sangat cepat, sambil menghabisi monster-monster yang level E, ya sekarang mereka berada di daerah Industri yang dekat dengan padepokan mereka, dan tengah menyelesaikan misi yaitu mempersempit wilayah monster, menjelang datangnya bulan Boods Sky dan mereka telah berhasil menumbangkan monster-monster yang berada diwilayah itu.


"Sial level E ternyata hanya tikus-tikus yang bermutasi,"ucap Ezran sambil berlarian dia mengalahkan monster yang dijumpainya.


"Ya yang cukup merepotkan itu cuman tadi doang di depan bekas pabrik ban," ucap Hera menimpali perkataan saudaranya.


"Hey tapi jangan lengah, dan juga kita harus cepat memasang array ini," kata Hera memperingati kedua sahabatnya.


"Yoo semuanya sepertinya kita sudah di sambut," seru Ezran yang sambil menunjuk kearah depan.


"Hah.. puluhan goblin ya, Hera sisi kanan Ezran sisi kiri dan buat pormasi piramid terbalik," kata Ruby memberi perintah.


"Aye-aye kapten" teriak mereka berdua dengan kompak.


"POWERBON : FIRE SWORD," gumam Hera mengeluarkan jurusnya, dia adalah ahli dalam manipulasi energi api, serangannya pun langsung menebas beberapa goblin dengan pedang yang dibentuk dari energi api miliknya.


"POWER ON : SAPU JAGAD" Ezranpun langsung menerjang dan berhasil menerbangkan beberapa goblin.


Sementara Ruby yang menggunakan dua pistol energinya, dan sudah menjatuhkan banyak para monster itu, meski goblin kali ini hanya level D tapi monster berukuran seperti anak-anak itu cukup banyak sehingga lumayan merepotkan mereka, tapi mereka berhasil menumpas semuanya dan secara tiba-tiba tubuh mereka tidak bisa bergerak.


"Arrghh.. sial ada apa ini," seru Ezran yang mencoba melepaskan dari tekanan yang datang entah dari mana.


"Hey lihat di depan," ucap Hera tertahan.


"apaaa.." kata Ruby tertahan juga,karena ternyata didepan mereka terlihat monster yang mengerikan.



"Sial bahkan silver level 3 pun akan kerepotan melawan monster ini" kata Ruby yang juga sudah terlepas dari tekanan.


"hey Ruby bukankah kau dan aku juga sudah di level silver,"tanya Hera yang tidak kalah semangat dengan kakaknya tersebut.


"Yaa tapi aku masih level 2 sementara kau baru memasuki level 1 dan ini akan jadi sulit," jawab Ruby memperjelas situasi.


"berarti kita gak bakal kerepotan donk, tapi kesusahan thehe,"awab Ezran sambil nyengir kuda.


"Hah, kalian ini disituasi genting aja masih pada becanda," ucap heran Ruby yang geleng-geleng kepala melihat dua saudara kembar berbeda gender ini.


"Baiklah aku akan melawan yang tengah, sisanya kalian yang urus",ucap Ruby memberi intruksi.


"Hey sepertinya yang tengah itu paling kuat",seru Hera.


"ya karena itu aku menargetnya, dan setelah kalian selesai dengan yang dua itu langsung bantu aku," jelas Ruby.


"aye-aye kapten." jawab mereka berdua.


"POWER ON : ICE BIRD" teriak Ruby sambil menembak salah satu dari ketiga monster yang berada dihadapan mereka.


"POWER ON : HOLY FIRE," seru Hera yang juga memulai serangan.


"POWER ON : KUNYUK MELEMPAR BUAH" teriak Ezran tak mau ketinggalan.


Ketiga monster itu pun terkena serangan mereka meski tak terlalu fatal, dan membuat mereka semakin marah lalu mulai mengejar.


"Berpencar dan tetap jaga jarak biar nanti bisa saling bantu," perintah Ruby sambil melompat agak jauh dan diikuti kedua saudar kembar itu


"Duarr.."


"Wow gila kuat sekali pukulan nya," gumam Ezran sambil menghindar dari serangan tersebut dengan gerakan *kalong ngampih, yang dia pelajari dari Salwa gadis dari padepokan Waliwis Bodas, lalu dia memukul balik dengan jurus andalannya, tapi sayang ternyata hanya mengenai udara kosong dan dia pun terkena tendangan tak terduga yang membuatnya terpental.


"Arrgh, sial," erang Ezran terlihat darah segar keluar dari mulutnya.


"Hosh hosh.. Benar-benar sangat menyusahkan beda dari monster sebelumnya, apalagi bila berhadapan dengan level A," gumam Ruby yang kewalahan menghadapi monster tersebut,diapun mendapatkan beberapa luka gores ditubuh nya.


"Huh mengerikan bahkan tameng apiku pun bisa tertembus," ucap Hera yang terdorong hampir 20 meter.


Energi mereka pun mulai terkuras,karena lawan mereka beberapa tingkat diatas mereka.