Power Flow

Power Flow
Membuka Pintu Gerbang part 2



"POWER ON : DESTROYER ROCK PUNCH" teriak Xuaner tanpa basa-basi langsung mengerahkan kekuatan penuhnya, mungkin dia termotivasi oleh Hera yang dapat membuka gerbang dalam kurun waktu tiga menit saja.


"Aarrghhht..."


Pada menit ke empat gerbang seberat satu ton mulai terbuka, dia pun menyadari bahwa kekuatannya hampir terkuras habis, tanpa menunggu lebih lama dia langsung melompat masuk ke dalam gerbang.


"cukup luar biasa, tapi tergesa-gesa itu tidak baik, jadi siapa lagi dari tim element tanah yang akan maju," ucap Sensei Arashi sambil memandang ke arah tim tersebut.


Setengah jam pun berlalu, semua anggota dari tim element tanah sudah mendapatkan gilirannya, tapi hanya dua orang saja dari tim asuhan Sensei Yamaguchi tersebut yang berhasil memasuki gerbang, yaitu Xuaner dan Edmon dari perwakilan murid asal Negeri Beruang putih.


Kini giliran Tim element air yang akan melakukan aksi berikutnya, lalu Ruby selaku kapten dari tim tersebut mulai melangkah maju.


"POWER ON : ICEBIRD TARIAN SALJU SANG CENDRAWASIH," gumam Ruby lalu dia mulai menggerakan tangannya secara perlahan, namun dalam gerakan perlahan tersebut muncul beberapa bayangan tangan.


"BRAKKK"


Terdengar bunyi gebrakan, ketika dengan gerakan sangat cepat Ruby mulai mendorong gerbang yang dimiliki Clan Fuji tersebut, dan pada menit ketiga lebih sepuluh detik pintu gerbang seberat satu ton tersebut berhasil terbuka dengan sempurna, dan tanpa basa-basi Ruby langsung berjalan masuk kedalam ruangan yang dimana Hera dan yang lainnya telah menunggu.


"Hei, hei dari mana asal gadis-gadis ini, kenapa kekuatan mereka, membuatku cukup terkejut," seru Sensei Yamaguchi kembali tidak bisa mempercayai apa yang tengah dilihatnya.


"Menurut dari data yang kita terima, mereka berasal dari salah satu negara yang berada di asia bagian tenggara, yang bernama Nusantara," Jawab Sensei Higurashi sambil membolak-bolak balikan sebuah buku yang dikeluarkan dari kantung semestanya.


"Baiklah sekarang giliran ku, aku tidak akan kalah dari wanita salju itu," ucap salah satu murid berelement air yang bernama Enrique murid magang yang berasal dari negeri Tango, yang dahulu terkenal dengan sepakbolanya di daratan amerika latin bersama negeri samba itu.


"POWER ON : RIO DE LA PLATA," teriak Enrique lalu di bawah kakinya mengalir air yang cukup deras dengan air berwarna silver menuju ke kedua tangannya lalu menyatu, kini terlihat kedua tangannya berubah menjadi berwarna silver.


"Ini adalah jurus andalan Master guild kami, selama disini aku terus melatih teknik tersebut dan sekarang hampir 90% aku menguasainya," gumam Enrique lalu dia mulai mendorong pintu gerbang yang ada dihadapannya.


"Hyaaatt... Arrrghhtt.." Teriak Enrique mengerahkan seluruh tenaganya pada satu titik yaitu telapak tangannya, membutuhkan hampir lima menit untuk dirinya membuka gerbang tersebut.


"Hmmmz.. Sial hanya terbuka setengahnya saja, sepertinya aku harus cepat-cepat melompat kedalam dari pada aku kehabisan tenaga," gumam Enrique dalam hati, dan setelah mengatakan hal tersebut, dia langsung melompat kedalam ruangan, pintu pun kembali tertutup.


"Hahahaa... Bocah yang menarik dia tau sampai dimana batas kekuatannya, jadi ketika dia berhasil mendorong gerbang setengahnya dia buru-buru melompat, sungguh bocah yang cerdik," seru Sensei Terumi tertawa senang dengan apa yang ditunjukan oleh murid berelement air itu.


"Kau benar, bahkan dia menguasai teknik aliran perak, yang aku dengar itu adalah teknik tertinggi di negara asalnya, meski itu belum sempurna," timpal Seseorang dari arah belakang, yang membuat semua mata tertuju padanya.


"Salam Master Clan," seru keempat Sensei arah mata angin tersebut sambil membungkuk tanda hormat, mereka tak menduga bahwa Sang Master Clan rela turun gunung untuk melihat pelatihan tersebut.


"Iya terimakasih," balas Master Clan sambil mengangkat telapak tangannya.


"Ada keperluan apa Master sampai turun dari meditasinya?" tanya Sensei Yamaguchi merasa heran.


"Eh.. Master ada keperluan sama saya, ada apa ya?" seru Ezran sambil mengarahkan jari telunjuknya pada diri sendiri dan terlihat dirinya cukup gugup, karena takut telah melakukan kesalahan.


"Tidak ada, aku hanya mau menanyakan sesuatu padamu, jadi mari kita mengobrol sebentar," ucap Master Clan lagi


"Tapi bagaimana dengan ujian pelatihan saya ini Master?" tanya Ezran agak ragu untuk mengikutinya.


"Tenang saja, untukmu lain waktu saja, bolehkan para sensei?," jawab Master yang menurut kabar yang beredar hampir berusia 200 tahun.


"Iya tidak apa-apa Master, jadi tidak usaha khawatir kau bisa melakukannya lain waktu," Seru Sensei Higurashi menyetujui permintaan dari Sang GrandMaster tersebut.


Setelah melihat kepergian GrandMaster Clan Fuji dengan cara yang menakjubkan, yaitu dengan merobek ruang di udara untuk berpindah tempat dengan cepat.


"Aku penasaran apa yang akan diomongkan oleh GrandMaster kita terhadap anak itu?," ucap penasaran Sensei Yamaguchi.


"Kenapa kau tidak tanyakan saja tadi pada Master," jawab ketus Sensei Arashi yang juga sama penasarannya, tapi dia tidak malu mengatakannya.


Dan pada Akhirnya dari tim element air tidak ada lagi yang berhasil memasuki gerbang, hanya dua orang pertama saja yang berhasil memasukinya yaitu Hera dan Enrique.


Lalu tibalah, giliran tim terakhir yaitu element angin yang akan mencoba melakukan membuka pintu gerbang, dan Pangeran Philips selaku kapten tim tersebut, mau tidak mau harus maju terlebih dahulu


"POWER ON : EL NINO STROM," teriak Pangeran Philips sambil merentangkan kedua tangannya, lalu terjadi perubahan disekitar area pelatihan tersebut, yaitu suhu udara yang tiba-tiba berubah dengan angin yang datang dengan kecepatan berskala sedang, dan angin tersebut mulai berkumpul dikedua tangannya, lalu muncullah pusaran angin dan petir secara bersamaan.


"Aku adalah Pangeran ketiga dari kekaisaran Britania, aku tidak akan kalah dari orang-orang seperti kalian, Arrrghh..." gumamnya dalam hati, lantas berteriak kembali sambil mendorong pintu yang mempunyai beban hampir sepuluh ton untuk keseluruhannya.


Dan Sungguh membuat semua para murid magang tercengang, karena Pangeran Philips berhasil membuka gerbang dalam dua menit kurang dan terbuka secara sempurna, dan dengan langkah penuh kebanggaan Pangeran ketiga dari Kekaisaran satu-satunya yang masih bertahan di benua biru tersebut hingga saat ini.


"Ckckck... Sungguh sangat pantas menjadi seorang Pangeran dari negara yang berhasil berdiri sejajar dengan empat Clan kuno terhebat yang ada didunia ini," gumam Sensei Terumi melihat penampilan pertama dari kapten tim element angin tersebut.


Semua peserta pelatihan yang tidak lolos dalam ujian gerbang pun mulai kembali ke asrama untuk beristirahat, dan dari tim element hanya menyumbangkan dua orang saja yaitu Pangeran Philips dan Hyun Mori.


Peserta yang berhasil masuk dalam gerbang pun tengah bermeditasi diruangan yang telah disediakan


"Wow energi disini sungguh berlimpah, tidak sia-sia aku mengeluarkan seluruh kemampuanku ketika membuka gerbang meski hampir tidak dapat masuk" Seru Hyun Mori yang baru saja masuk.


"Hmmz... apakah Kak Ezran tidak berhasil," gumam Hera yang heran melihat tim dari element angin hanya dua orang yang berhasil masuk.


"Huh... Dasar apa yang dilakukan anak tengil itu, apa dia bermain-main sampai tidak bisa membuka gerbang," gerutu Ruby juga melihat timnya tidak komplit, keduanya tidak tau bahwa Ezran dibawa oleh Sang Master Clan Fuji.


"Selamat, untuk yang berhasil memasuki ruangan ini, jadi kalian boleh beristirahat dan berkultivasi dengan bebas, kami telah menyediakan ruangan untuk kalian, karena besok kalian akan berpetualang di dunia para monster jadi siapkan mental dan energi kalian," Seru Seseorang dengan rambut silver, yang ternyata salah satu Tetua Clan Fuji.