Power Flow

Power Flow
Kalian Bintangnya



"POWER ON : RENGKAH GUNUNG," teriak Ezran yang mencoba beradu pukulan dengan monster besar ini.


"Bruagh"


"Arrgh"


Ezranpun langsung terpental jauh dan menabrak gundukan puing-puing.


"POWER ON : SUMMONING FIRE WOLF," teriak Hera juga melakukan serangan energi berbentuk serigala yang langsung meluncur kearah musuh.


"Bukh"


"Boom"


Tapi serangan itu dengan mudah dapat di hancurkan hanya satu hempasan tangan.


"Hera awaaasss" teriak Ruby mengingatkan temannya.


"Boom"


Pukulan Sang Monster level S ini tepat mengenai tempat Hera berdiri, tapi dia masih sempat menghindar jadi dia hanya mendapatkan efek dari pukulan tersebut, tapi itu sudah mampu menghempaskan tubuh Hera beberapa meter.


"Hosh hosh hosh... Sungguh menyeramkan, jadi ini kekuatan level S itu" gumam Hera terengah-engah dengan kondisi tubuh yang banyak luka.


"Dor"


"Dor"


Kemudian Ruby berganti menyerang dengan pistolnya menggunakan *Birdpoison dan Icebird, namun itu pun masih bisa dihalau dengan mudah oleh monster satu ini.


Prajurit-prajurit pun saling bahu membahu dengan para pemburu yang lain untuk menyerang monster tersebut dari segala arah,namun semuanya itu masih belum bisa melukai monster yang telah berevolusi ini.


"Hera Ezran cepat mendekat pada ku," teriak Ruby kepada kedua temannya.


"Buat formasi, dan gunakan kekuatan penuh kalian" perintah nya lagi.


"Aye-aye kapten" jawab mereka berdua.


"Teman-trman pemburu dan prajurit tolong serang secara bersamaan untuk mengulurkan waktu, kami bertiga akan mempersiapkan jurus terkuat kami," teriak Ruby memberi komando ke semua orang yang membantu mereka.


"Syuutt"


"Syuuutt"


"Dor"


"Dor"


"Duar"


Para pasukan pun melancarkan berbagai serangan, ada yang menggunakan pistol, panah, juga memusatkan energi atau pun dengan meriam energi membuat Sang Monster level S ini cukup kewalahan karena diserang dari berbagai arah, meski tidak sampai membuat luka fatal sedikitpun.


"Haaaaa.... Serangga-serangga lemah pengganggu," teriak marah Sang Monster, lalu dia memukul ke berbagai arah dengan kekuatan energi hitam yang berkumpul di keempat tangannya.


"Baang"


"Baang"


"Boom"


"Boom"


Semua orang terhempas ke berbagai arah, meski ada sebagian yang berhasil menghindar tapi mereka tidak luput dari luka.


"Baiklah kalian bertiga, bersiaplah dan lakukan seperti yang pernah kita praktekkan dalam latihan, "POWER ON : TOMBAK GARUDA," teriak Ruby dengan kuda kuda yang mantap.


"POWER ON : GELOMBANG LAHAR HITAM KAWAH CANDRA DIMUKA," teriak Hera


"POWER ON : SAPU JAGAD MENGHEMPAS DEWA BAYU," lanjut Ezran yang terakhir mengeluarkan jurusnya, mereka pun mulai melakukan serangan kombinasi, pertama Hera melancarkan serangan lava hitamnya, lalu di susul dengan serangan sapu jagad milik Ezran dengan cara menabrakan jurusnga ke lava hitam milik adiknya, membuat bentuk gabungan energy yang mereka keluarkan semakin besar, lalu terakhir Ruby melemparkan tombaknya dengan sekuat tenaga kearah kedua energi yang sudah bersinkronisasi dengan sempurna, tombak garuda berguna untuk mempertajam dan mempercepat gerakan serangan tersebut.


"Wow, apa ini sungguh jurus yang dihasilkan dari kombinasi seorang yang berada dilevel silver," seru salah satu pemburu kepada temannya, merasa takjub dengan teknik gabungan yang mereka lihat ini.


"Ya sangat mengerikan, bahkan kombinasi serangan semacam ini, seperti energi dari seseorang dari level Gold 5 tahap akhir," balas temannya yang juga merasa kagum dengan kombinasi dari ketiganya.


"Pantas saja mereka bertiga selalu di perintah melakukan misi secara tim oleh tetua padepokan kita, ternyata kombinasi serangan mereka memang sangat cocok satu dengan lainnya," komentar temannya lagi.


"Mudah-mudahan kali ini berhasil mengalahkan monster yang menyeramkan ini.." gumam mereka secara bersamaan, berharap-harap cemas.


Serangan pun terus melesat ke arah Sang Monster


"Hohoho.. sepertinya cukup lumayan juga," ucap sang monster meremehkan serangan tersebut, dia pun bersiap menahan dengan menggunakan kekuatan ke empat tangannya.


"Haaaaa.." Sang Monster pun mulai bersiap dengan meningkatkan kekuatan di keempat lengannya secara bersamaan, terlihat sebuah aliran energi hitam berbentuk bulat mulai berkumpul yang membentuk sebuah perisai.


"Bruakh, SSRRTT"


Sang Monster pun menahan serangan kombinasi tersebut, meski dia mulai sedikit terdorong kebelakang.


"Boom"


Tiba-tiba serangan itu meledak dan berhasil menghancurkan perisai milik monster tersebut,membuatnya terkena langsung serangan dan berakibat pada lengannya terbakar oleh lava hitam dengan kombinasi sayatan angin yang terus berputar di sekitar tubuh dengan diperkuat oleh racun yang sangat mematikan.


"Arrrghhhhtt,," erang Sang Monster kesakitan dan suaranta menggema keseluruh medan pertempuran.


"Slash"


"Slash"


"Slash"


Tanpa diduga dia memotong ketiga tangan nya yang terbakar akibat serangan kombinasi Ruby dan sikembar, dan hanya menyisakan satu lengan yang selamat.


"Hosh hosh hosh.. Grrr grrr grrr, sial ternyata kalianlah bintang utamanya, hingga mampu memojokan ku dan hampir membuatku meregang nyawa, andai saja aku tidak memotong tangan ku sendiri, mungkin aku akan mati terbakar dengan api itu, tidak ku sangka ada yang mampu menggunakan api hitam selain ratu Bangsa Elf musuh bebuyutan kami, siapa kau sebenarnya bocah," ucap geram Sang Monster menatap tajam ke arah Hera, dengan luka yang fatal karena dari ketiga tangannya yang terpotong darah hitam pekat terus menetes ke tanah.


"Hmmm.. aku mungkin adalah seorang bidadari cantik jelita yang turun dari khayangan," balas Hera dengan pose menopang pipinya dengan satu tangan berlaga genit.


"Hahaa, bidadari dari hongkong mimpi, bidadari turun dari genteng kali.." gelak tawa Ezran sambil memegang perut membuat Hera menjadi cemberut.


"Huh dasar saudara yang gak ada akhlak, malah menghina adiknya sendiri.."ucap sebal Hera.


"Huh, kenapa kalian meributkan hal remeh begitu, padahal energi kita sudah terkuras begitu banyak," kata Ruby menengahi dan masih tetap waspada.


"Slash"


"Menghindar.." teriak Ruby.


Mereka pun langsung dengan cepat menghindar dan terlihat tanah terbelah dari bekas serangan tersebut.


"Wow.. Andai kita terlambat sedikit saja," ucap Ezran bergidik ngeri.


"Hosh hosh hosh sepertinya energi ku sekarang benar-benar sudah terkuras habis," ucap Hera dan Ruby bersamaan, tapi monster itu masih melakukan serangan dengan tinju yang dipenuhi energi.


"Awaaasss"


"Brugh"


Ezran pun mencoba memperingati mereka dan menolong kedua temannya tapi sayang dia pun ambruk karena sudah kehabisan energi, sementara yang lainnya pun dalam keadaan sama-sama kehabisan energi.


"POWER ON : BIG MINGO PUNCH"


"Whussh"


"POWER ON : SEGORO GENI"


"Slash"


"Boom"


"Hey kalian tidak apa-apa kan.." ucap salah satu orang yang menolong Hera dan Ruby barusan yang tak lain adalah Tetua Juna


"Maafkan kami terlambat,sehingga membuat setengah pasukan kita gugur," ucapnya lagi


"Hehee... kau memang putriku yang hebat mampu membuat monster level S kewalahan sampai sejauh ini," ucap ayah Ruby yaitu komandan Roby yang merasa bangga dengan pencapaian anaknya.


"Tidak ayah aku tidak melakukan sendirian, ini adalah kombinasi kami semua yang ada disini," timpal Ruby yang dalam keadaan berbaring karena sudah kehabisan energi.


"Hey kalian yang masih punya sisa energi cepat bawa mereka bertiga ke benteng array untuk mendapatkan pertolongan," ucap komandan Roby memberi perintah.


"Baiklah serahkan sisanya pada kami berdua, dan kalian berjagalah di depan benteng array.." kata Tetua Juna.


Para pasukan pun mulai mundur ke area benteng dan membawa Ruby dan sikembar untuk segera diobati sementara kedua orang terkuat dipasukan ini pun mencoba mengalahkan Monster level S tersebut.