
"Hah akhirnya selesai juga, sial energi ku terkurang habis, ini mah harus beristirahat minimal tiga hari kayaknya," seru Ezran yang terduduk sambil diobati oleh rekan tim medis yang dibaru saja datang.
Sementara para prajurit mulai membentuk sebuah array untuk benteng baru yang sudah diperluas oleh tim nya Ruby.
"yaa meski lelah, tapi misi ini lumayan menguntungkan juga, kita dapat inti monster level B jadi bisa diserap untuk berkultivasi untuk meningkatkan energi kita dan level C ke bawah bisa ditukar dengan cuan hehe.." senyum Hera sambil membayangankan pendapatan dari hasil mengumpulkan inti monster.
"Benar kita harus segera meningkatkan kekuatan kita sebelum datangnya bulan iblis Bloods sky sialan itu.." timpal Ruby karna dia berpikir melawan monster level B 2 saja mereka sangat kewalahan.
"Hehe selamat ternyata kalian mampu mengalahkan monster level atas.." puji seorang tetua padepokan cabang dari padepokan Kujang Sakti.
"hey tua-tua bagaimana kabar dari misi timnya Salwa, yang dari padepokan waliwis bodas..?" tanya Hera yang merasa khawatir.
"hey Hera kau jangan ikut-ikutan berbicara dengan gaya kakak mu yang kadang sengklek itu, bikin sebel saja..?" jawab tetua Juna dengan nada sebel, karena dia disebut tua-tua.
"haha.. maaf maaf becanda, ah tetua sensitif amat kayak pantat bayi.." timpal Hera dengan memasang senyuman imutnya.
"sudahlah, yang kami dengar tim nya Salwa berhasil membantai pasukan monster yang berada di daerah perbatasan indramayu," ungkap tetua Juna menjelaskan keadaan timnya Salwa dari padepokan Waliwis Bodas.
"ya baguslah kalau mereka semua selamat," timpal Hera yang merasa lega dengan kabar tersebut.
"hmm semua teman-teman di pelatihan seperti nya mereka mulai bekerja keras ya," Ucap Ezran.
"ya mereka, ternyata telah berkembang pesat, tim kita juga jangan sampai tertinggal oleh mereka, ayo segera kita berkultivasi untuk menyerap inti monster yang kita dapat kemarin" timpal Ruby dengan penuh semangat.
"aye aye kapten.." seru mereka berdua dengan kompak, mereka bertiga pun pergi undur diri dari padepokan.
Sementara di suatu tempat, terjadi sebuah pertempuran antara 4 orang dengan beberapa monster level C.
"POWER ON : BAMBOO CORE, melesatlah dan hancurkan musuh-musuh ku.." teriak Dani mengeluarkan jurus andalannya.
"Syuutt"
Terlihat puluhan bambu runcing menghujam telak para monster yang ada didepannya meski lumayan terlihat jauh, tapi itu tepat mengenai pada kepala para monster yang membuatnya terpenggal dengan seketika.
"Bagus sepertinya aku akan berkembang lagi dalam mengenai target.."ucap Dani dalam hatinya yang merasa puas dengan perkembangan yang terjadi pada dirinya.
Memang dani sekarang sudah memasuki Silver level 1 jadi keakuratannya dalam membidik dengan ketapelnya pun semakin bertambah.
"Hey cepatlah hari mulai sore, kita harus segera membereskanya.."seru Santi yang sedang menggunakan kekuatan api naganya untuk menghanguskan monster disekitarnya.
"Ah kau memang pengen cepat-cepat rebahan kan san.?"selidik Adhel sambil terus menghantam pukulan-pukulan kerasnya ke para monster tersebut.
"Hehe, tau aja kau dhel,," ucap Santi tersenyum, karena kegiatan rebahannya sudah bisa ditebak oleh temannya.
"POWER ON : KING KONG GUN MENGHEMPAS TUJUH GUNUNGower, hiyaaattttttt.." teriak Haris menyapu bersih semua musuhnya sekaligus.
"Woww hati-hati brow gw hampir terhempas juga," teriak Dani yang terkejut dan sedikit melompat kesamping dengan serangan yang dilakukan Haris.
"hahaa.. maaf maaf brew, karena sepertinya nona-nona disana pengen cepet-cepet selesai," tawanya dengab muka tanpa dosa.
"Hai para prajurit sekarang giliran kalian.." teriak Adhel, memanggil para prajurit melalui jam miliknya.
Dan beberapa saat kemudian para prajurit mulai membuat array benteng pertahanan.