Power Flow

Power Flow
Pertempuran Sengit



"Brukh"


"Brukh"


"Brukh"


Terlihat Ezran terus menjatuhkan monster level B dengan pukulannya yang sudah dilapisi dengan energi


"Buukkh"


"arrght,sialan.."erang Ezran yang terkena tendangan dari musuhnya dan dia langsung mundur beberapa langkah.


"POWER ON : RENGKAH GUNUNG," gumam Ezran menggerakan kedua tangan untuk memperkuat jurusnya, lalu beberapa detik kemudian dia menggebrak tanah dengan kedua tangannya, dan muncullah siluet bayangan seperti dirinya.


"Hiyaaaatttt, mati kau monster sialan" teriaknya langsung menerjang tiga monster level B sekaligus dengan jurus rengkah gunungnya itu, membuat monster tersebut hangus tanpa sisa.


Meski kembali dikepung oleh tiga monster level B 3 Ezran tetap tenang, dia dengan lincahnya melompat ke salah satu monster dan menggunakan gerakan *tepuk tangan nya.


"Plakk"


Seketika monster itu mematung dalam beberapa menit, lalu dia menggunakan gerakan *kingkilaban untuk menipu monster yang kedua, membuat monster itu reflek menghindar tapi memang itu yang di inginkannya, dengan cepat dia berpindah ke monster selanjutnya dengan cara menyerongkan badannya, menghabisi monster yang terlihat lengah karena dari tadi hanya menonton, membuat dia sedikit menurunkan penjagaannya.


"Buukkh"


"Buukkh"


"Buukh"


Dia pun memukul monster itu dan selanjutnya kembali memukul dua monster yang tersisa dengan gerakan yang sangat cepat, setelah terkena pukulan *Rengkah gunung ketiga monster itu langsung meleleh terbakar.


"Hosh hosh hosh," terlihat dia cukup kelelahan karena sudah hampir membunuh 50 monster level B 2 dan B 3 dalam beberapa jam ini.


"Boom"


"Boom


"Boom"


Sementara para penembak jitu dan pasukan meriam energi, bertugas membunuh monster level C dan level B 1 untuk mengurangi beban bagi para pemburu monster yang sedang bertarung dengan monster level B 2 keatas.


"POWER ON : DOUBLE ATTACK BIRDPOISON & ICEBIRD," gumam Ruby yang mengaktifkan dua jurus sekaligus guna menghadapi lima monster level B 3.


"Dorr"


"Dorr"


"Dorr"


"POWER ON : TARIAN CENDRAWASIH," gumam Ruby yang melapisi energi di kakinya, untuk menghindar dan menyerang secara bersamaan.


Dia menembaki tiga monster sekaligus dan dua lainnya di serang dengan jurus tendangan tarian cendrawasihnya.


"Huh benar-benar merepotkan, tidak bisa di habisi dengan sekali serangan," gumamnya


Ditempat lain Hera pun terus menghadapi monster-monster berlevel B 3


"whusss"


"whusss"


Hera pun mengerahkan kekuatannya kembali, dan langsung kearah monster yang mencoba menyerangnya dari berbagai penjuru.


"POWER ON : AMUKAN KAWAH CANDRA DIMUKA MELAHAP MAYA," teriaknya yang langsung mengeluarkan lagi jurus andalannya dan memukul telak tepat pada dada empat monster tersebut.


"boom"


"boom"


"boom"


"boom"


Terdengar ledakan dari pukulannya dan semua monster pun hangus terbakar.


"Hosh hosh hosh.. Sial aku harus segera mengkonsumsi ramuan penyembuh," gumamnya yang hampir kehabisan energi karena terus-terusan mengeluarkan jurus dalam jeda yang singkat.


"Buukhh.."


"Bruukkh"


"aarrrght" erang Hera yang terkena serangan di punggungnya, yang dilakukan oleh dua monster level B 4, yang mana membuatnya tersungkur dan darah segar pun keluar dari mulutnya.


"Boom"


Monster itu pun langsung menyerang lagi, tapi dapat di tahan oleh salah satu tim prajurit yang menggunakan meriam energi, yang berada tidak jauh di belakang Hera, mereka pun menahan monster itu sementara, sehingga membuat nyawa Hera terselamatkan.


Hera pun langsung berdiri dan menelan ramuan penyembuhnya, dan membuat energinya kembali pulih.


"Arrght, aku lengah dari mana datangnya dua monster ini, sepertinya mereka termasuk salah satu tim elit di kelompoknya, terimakasih om prajurit," ucapnya lagi sambil memberi jempol ke arah prajurit yang menolongnya tadi.


"Kalian membuatku marah.." geram Hera sambil memasang kuda-kuda nya kembali.


Sementara dibagian sisi sebelah barat, Senior Winda terus menyerang dan berhasil membunuh beberapa monster level B 3.


"Tidak ada habisnya, aku harus segera menyelesaikan yang disini dan membantu yang lainnya," gumamnya tapi tiba-tiba dia merasakan aura yang membuatnya sedikit bergidik.


"Syuuutttt"


"Duaarrr"


Tapi dengan pengalaman yang cukup lama dalam medan pertempuran, membuat kepekaan nya terhadap bahaya lebih sensitif,dan dengan levelnya sekarang yang berada di level Gold 2 menengah, membuat Senior Winda dapat menghindari serangan tersebut dan terlihat sebuah cakram beraura hitam menancap di area tempat berdirinya tadi.


"Hohoho.. hebat juga kau manusia mampu menghindar dari serangan ku barusan, meski aku hanya menggunakan setengah kekuatan ku," ucap monster yang bisa berbicara itu dan ternyata monster dengan berkuatan level A.



"sialan, lawan yang merepotkan tiba-tiba muncul, aku harus berhati-hati," gumam Senior Winda yang mulai meningkatkan kewaspadaan nya.