
"Bamm"
"Bamm"
"Bamm"
"Boom"
"Boom"
Sekumpulan monster-monster terus memukul benteng array dengan marah, mereka mencoba menerobos masuk dengan cara menghancurkan array benteng pertahanan, tapi dengan sigap langsung dibalas oleh tembakan-tembakan meriam energi otomatis, karena sudah hampir empat hari sejak pasukan yang dipimpin komandan Roby dan Tetua Juna berhasil mengalahkan Monster level S, mereka masih belum bergerak kembali, karena sedang mencoba memulihkan diri dan menunggu bantuan dari padepokan Kujang Sakti yang berada di pusat, karena jumlah pasukan ini tinggal tersisa hampir 30% saja.
"Sampai kapan benteng ini bertahan komandan?" tanya seorang prajurit yang merasa khawatir.
"Sepertinya akan kuat sampai bulan iblis ini berakhir apabila tidak muncul monster level S tingkat tiga," jawab komandan Roby.
"Tetua apakah kita tidak akan melakukan perlawanan lagi?" tanya Hera ke Tetua Juna, meski masih dalam keadaan penuh balutan di beberapa bagian tubuhnya tapi semangat bertarungnya masih sangat tinggi.
"Tidak nak, kau lihat sendirikan energi semua orang sudah mencapai batas maksimal, dan persenjataan kita pun hampir habis karena hal tak terduga dengan munculnya Monster level A lebih awal, bahkan juga adanya kemampuan monster yang berevolusi dari level A ke level S, itu sungguh diluar prediksi, dan ini baru pertama kalinya kejadian seperti hari ini terjadi, bahkan selama fenomena Bloods sky melanda negara kita dalam beberapa tahun terakhir," jawab Tetua Juna yang juga sedang berbaring penuh luka.
"Kenapa tidak sedari awal kita tidak meminta bantuan kepada padepokan pusat untuk menambah jumlah pasukan cabang yang ada di daerah kita?" tanya Ezran yang juga penasaran
"Itu tidak mungkin karena tim cadangan, di peruntuhkan untuk daerah yang kemungkinan besar akan muncul gerbang monster, dan menurut kabar yang diterima kemarin, ternyata gerbang monster muncul di nusa tenggara dan banyak para monster level S yang muncul disana, jadi para pasukan cadangan dan para pemburu elit padepokan dikirim kesana," jelas Tetua Juna.
"Bagaimana dengan kabar dari pasukan padepokan waliwis bodas ayah?" tanya Ruby pada Komandan Roby
"Sepertinya mereka berhasil sampai ke bulak kapal tapi mereka pun tertahan disana karena keadaan mereka pun sama seperti kita, yang juga telah ke habisan energi," jawab komandan Roby.
Sementara di wilayah nusantara bagian timur yang munculnya gerbang monster pada hari ke sepuluh, terjadi pertempuran dahsyat antara aliansi pemburu dan para prajurit elit melawan para monster.
Dan terlihat telah banyak muncul monster-monster dengan kekuatan level S yang keluar dari gerbang tersebut, bahkan ada satu monster dengan level SS yang memimpin kelompok tersebut, meski monster kelas malapetaka ini hanya menonton saja.
"Hai kalian para manusia bodoh, kenapa kalian masih memberikan perlawan yang sia-sia, cepat atau lambat inti energi bumi kalian akan segera kami miliki, dan negara ini akan jadi negara tandus, maka dari itu menyerahlah dan jadilah Budak kami," kata Sang Monster level SS tingkat dua, yang mempunyai nama Zou king dengan penampilan seperti wajah ogre bertanduk tiga dengan tinggi lebih dari dua meter, dia mempunyai bawahan berjumlah 10 monster dengan level S yaitu:
1.Valderou monster dengan level S 5 sebagai jendral dari kesepuluh monster.
2.Blackie monster level S 5.
3.Sharone monster level S 5.
4.Dark Angelo monster level S 5 dengan perawakan mirip elf tapi mempunyai taring yang besar di mulutnya dengan warna kulit kecoklatan.
5.Bhuto monster level S 5.
6.Gerwo monster level S 4.
7.Goblin X monster level S 4.
8.Khoro monster level S 3.
9.Chuxong monster level S 3.
"Heh meskipun kami mati, kami tidak akan tunduk pada kalian para monster laknat, seenaknya saja kalian ingin mengambil inti bumi kami," jawab Bang Drio level gold 5 puncak yaitu pemimpin Padepokan Cendrawasih.
"Besar kepala juga kau berani menolak ajakan pimpinan kami," Seru Gorbon Sang Monster level S 3, yang merasa tersinggung dengan penolakan dari pemimpin padepokan yang bermarkas di Nusantara timur tersebut.
"Xixixxi meski kalian menolak untuk menyerahkan inti bumi kalian, itu akan tetap menjadi milik kami," timpal Goblin X.
"Hah kami akan mempertahankan tanah kelahiran kami sampai titik darah penghabisan," teriak Senior Rudi yang sekarang telah naik menjadi Gold level tiga awal, dan juga hampir setara dengan ketiga tetua dari 11 tetua Padepokan Cendrawasih yang berada di level gold tiga juga, sementara 8 tetua yang lain sudah memasuki Gold level empat.
"Sial ini pertama kalinya monster level SS muncul sejak terjadinya bencana Bloods sky," ucap Tetua Josep Gold level empat.
"Sepertinya kita tidak akan sebanding dengannya, meski menghadapi secara bersama-sama," timpal Tetua Elijah yang juga berad dilevel gold tingkat empat.
"Tapi kita harus tetap mempertahankan wilayah ini dengan segenap kekuatan yang kita punya," kata Tetua Mario Gold level empat.
"Tetua Mario bagaimana dengan padepokan yang lain?" bukankah kita sudah memberikan berita dua hari yang lalu, bahwa gerbang telah muncul di daerah kita," tanya Tetua Yabes Gold level empat.
"Sepertinya mereka akan sedikit terlambat, dan yang paling dekat adalah padepokan bajing palawan dan padepokan tarsius, itu pun membutuhkan satu hari untuk sampai kesini, apalagi padepokan yang lainnya membutuhkan waktu dua hari untuk sampai disini," jawab Tetua Mario menjelaskan tentang bala bantuan yang akan membantu mereka.
"Johan, Rea dan kau juga tolehu apa pun yang terjadi, kalian harus bisa bertahan hidup dan bila terjadi hal buruk kalian harus lari," ucap Bang Drio pada mereka bertiga.
"Kenapa pimpinan berkata begitu, kita pasti bisa bertahan sekuat apa pun musuh kita," tanya Rea yang khawatir dengan kata-kata Bang Drio.
"Yaitu pasti," jawab Bang Drio meyakinkan Rea sementara Johan dia masih diam mengamati situasi.
"Karena kalian sangat percaya diri, kami memberi kesempatan untuk kalian berduel dengan satu diantara tiga demon elit kami," kata Zou King Sang Pimpinan monster.
"Tuan bukankah kita harus segera merebut inti bumi itu," kata Valderou Sang Jendral memberi saran.
"Tidak perlu buru-buru itu adalah hal mudah, lebih baik kita nikmati pertunjukan terlebih dahulu, seberapa kuat sih para manusia inil,"ucap Zou King Sang Pimpinan Monster
"Baiklah kalau begitu, siapa diantara kalian yang ingin bersenang-senang," kata Valderou kepada ke tiga monster, yaitu Khoro, Chuxong dan Gorbon.
"Hey jendral kenapa tidak aku sendir saja yang turun tangan, aku juga ingin bersenang-senang hehehe," ucap Goblin X yang mengajukan diri.
"Tidak biar aku saja, kalau Senior Goblin yang maju itu akan terlalu cepat selesai, aku ingin bermain-main dulu dengan manusia ini, itung-itung pemanasan sebelum aku menghadapi para elf sialan nanti," timpal Gorbon yang langsung maju.
Sementara para monster level A kebawah masih belum bergerak, karena belum ada perintah dari Zou King selaku pemimpin para monster ini meski mereka sudah sangat ingin menyerang para manusia.
"Sepertinya kita akan menyaksikan salah satu kekuatan dari demon elit pimpinan Zou King Sang bencana," bisik salah satu monster level A pada monster disebelahnya.
"Ya ini adalah kesempatan langka, tapi apakah para manusia itu mampu bertahan,"timpal teman nya yang juga level A.
"betul juga melawan kita saja mereka sudah hampir kewalahan, apalagi melawan para demon elit, paling juga hanya mampu bertahan sampai sepuluh menit saja," bisiknya lagi.
"Pimpinan biar aku saja yang maju," ucap Tetua Josep mengajukan diri.
"tidak, kau tidak akan bertahan lama, monster ini meski terlemah diantara kesepuluh monster yang lain, tapi tetap dia adalah monster level S tingkat tiga, dan bila kalian ingin mencoba mengimbanginya, itu membutuh tiga orang diantara kalian semua, jadi biar aku saja yang maju, aku akan memperlambat waktu untuk kita bertahan dan menunggu bala bantuan datang," jawab Bang Drio meyakinkan tetua semua nya.
Bang Drio dan Gorbon Sang Monster pun maju ke tengah-tengah medan pertempuran untuk berduel satu lawan satu.