Power Flow

Power Flow
Ujian ke 2



Setelah ujian pertama selesai para peserta pelatihan diberi waktu untuk istirahat, dan setiap tim diberi pil penyembuh & peningkat energi, meski begitu setiap tim berbeda-beda jumlah pil yang diberikan, untuk peringkat 1 diberi 9 pil ramuan, untuk peringkat ke 2 diberi 7 pil, untuk peringkat 3 diberi 5 pil, dan untuk peringkat 4 sampai 9 diberi masing masing 3 pil.


"Haah akhirnya bisa istirahat juga," seru Ezran dengan nafas lega.


"Yoo waktunya makaan nih tuk menambah energi," ucap Danu dari tim tiga.


"Makan mulu kau Danu, bukankah kau tadi sudah makan bekal yang versi jumbo sebelum tiba disini dan membuat kita terlambat," timpal Firman jengkel.


"Heh kau tak tau Fir, makan juga sebagian dari energi.!" balas Danu tak mau kalah.


"Sudah-sudah jangan berteman eh jangan bertengkar," ucap Fina Sang kapten tim 3 sambil menjewer telinga kedua temannya itu.


"kita harus mempertahankan posisi kita Brader,"seru Johan Sang kapten tim satu.


"Ya biar kita dapat kartu lisensi pemburu monster terbaik untuk tahun ini, dan bisa menjelajahi seluruh negeri," ucap Rea berapi-api.


"Tapi kalau kita sudah dapat kartu lisensi, dan diberi tugas dari pemerintah dapat gaji gak ya,?" gumam Wydia sambil memegang dagu.


Malam harinya para peserta latihan mulai memurnikan pil yang diberikan pengawas ujian dengan cara bersemedi dan melakukan kultivasi.


"Hehe sepertinya sedikit lagi aku memasuki tahap bronze level 5," ucap Ruby dalam hati yang sedang memurnikan pil dan mencoba menyerap energi alam.


Keesokan paginya mereka berkumpul dilapangan, "Hemmzz udara pagi memang menyegarkan," seru Senior Winda (silver level 5) Sang Pengawas ujian kali ini, sementara di tribun sudah ada pemimpin ujian yaitu Senior Erick dan para pengawas lainnya dan juga para pejabat yang menonton untuk melihat pelatihan pejuang pemburu monster selanjutnya.


"Yoo hadirin yang berbahagia dan yang tidak berbahagia juga hai.!" Mari kita lanjutkan ujian memperebutkan lisensi pemburu monster tahun ini," seru Senior Winda.


"Hey pimpinan sudah tepat emang memilih dia sebagai pengawas ujian kali ini, lihat kata-katanya memalukan saja, padahal disini banyak orang penting yang hadir," gerutu Senior Dian(silver level 5).


"Tenang saja Ian aku tau apa yang harus dilakukan," senyum Sang pimpinan.


"Untuk pertandingan pertama adalah Simulasi memburu monster, dan setiap tim mengirimkan satu orang perwakilannya dan senjata utama yang digunakan adalah senjata jarak jauh," seru Senior Winda, lalu majulah satu persatu,perwakilan dari setiap tim:


tim 1 : Rea (bronze level 4) pengguna panah


tim 2: Adam(bronze level 3) pengguna laras panjang


tim 3: Fina (bronze level 4) pengguna shot gun


tim 4: Ruby (bronze level 4) pengguna double revolver


tim 5:Ridwan (bronze level 4) pengguna pistol glock gun


tim 6: Naufal (bronze level 4) pengguna panah


tim 7: Salwa ( bronze level 3) pengguna panah


tim 8: Nisa (bronze level 3) pengguna pistol


tim 9: Dani ( bronze level 3) pengguna ketapel.


"yoo peserta sekalian silakan maju, dan tolong dibantu para pengawas yang lagi nyantai diatas sana," kata Senior Winda.


"Huh ganggu saja," Gerutu sebal Senior Dian,para pengawaspun mulai merentangkan tangan mereka, dan mulai mengeluarkan energi yang ada pada diri mereka.


"WHUSS"


Terjadilah sesuatu yang menakjubkan,lapangan pun berubah menjadi sebuah kota kosong.


"Kalian akan dikirim ke titik yang berbeda, dan bila bertemu tim lain kalian boleh saling bertarung,dan bila salah satunya kalah hasil buruannya pun akan jadi milik yang menang" seru pengawas menjelaskan peraturannya.


"Huh ini seperti bekas kota yang diserang monster secara besar besaran,?" ucap Ruby yang posisinya berada di jantung kota.


Satu persatu semua monster tiruan itu ditumbangkan oleh para peserta, dan selang hampir satu jam semuanya sudah saling bertemu.


Dijantung kota.


Ruby vs Adam vs Dani


"Hehe.. Waktunya saling memangsa," seringai Adam, tanpa banyak bicara Dani langsung menyerang Adam dan Ruby.


"POWER ON : BAMBOO CORE" teriak Dani


"Syutttt"


melesatlah sebuah core yang berubah menjadi beberapa bambu runcing.


"Duarr"


"Duarr"


"Wow, sangat berbahaya sekali,andai aku terlambat menggunakan tameng", ucap Ruby meski begitu dia tetap terpentang beberapa meter kebelakang,ternyata serang bambu tadi setelah sampai ke target bisa menjadi ledakan yang cukup besar.


"huh mengerikan sekali, kukira hanya senjata mainan anak-anak, aku harus waspada,dan lagi energiku langsung terkuras hampir 15%,"seru Adam dia terpental hampir 20 meter.


Sementara diluar arena penonton pun takjub dengan serangan barusan, "Wow sungguh keren dia bisa mengubah inti pohon,menjadi energi yang padat lalu meledak ketika mengenai target," ucap Sang Pimpinan Pelatihan.


"Sial energi ku terkuras 10% karna serangan barusan," gumam Ruby.


Sementara itu Dani pun energinya menurun karena menggunakan serangan barusan,


kini posisi mereka saling bersembunyi dibalik gundukan bekas reruntuhan.


"Dorr"


"Dorr"


Ruby dan Dani pun reflek bergeser sedikit,tapi ternyata itu hanyalah sebuah tipuan,ketika mereka bergeser sedikit itu cukup untuk Adam melancarkan serangan cepat.


"teknik rajawali, POWER ON : DOUBLE FIREBIRD" teriaknya


"Dorr"


"Dorr"


peluru pun melesat dengan dilapisi api, jika sepintas mirip meteor mini yang terbang dengang kecepatan tinggi.


"Arrgh sial," Dani yang lengah pun terkena serangan barusan, sementara disisi Ruby dia mulai melompat keatas, karna sejak tembakan pertama dia sudah mengaliri kakinya dengan energi, sambil melompat dan bersalto diudara dan dia berteriak "Tarian cendrawasih, POWER ON : BIRDPOISON"


"Dorr"


"Dorr"


Kedua pria itu yang lengah dengan serangan barusan langsung tumbang,apalgi Dani yang dari serangan pertama yang diberikan Adam saja sudah kepayahan, dan Adam pun tak menyangka dengan serangan balik yang begitu cepat yang dilancarkan oleh lawannya.


"Sial memang merepotkan kalau berhadapan dengan yang sudah bronze level 4 apalagi yang selangkah lagi memasuki level 5," gumam Adam yang terkapar karna kehabisan energi.


"hOsh hosh, ternyata aku harus banyak berlatih lagi ya," ucap Dani dengan senyum diwajah sambil menatap bekas gedung,kedua tubuh pemuda itu pun memudar karna mulai ditransfortasi kan oleh pengawas.


"Hmmz, energiku kurang dari 50% lagi pertarungan yang menyusahkan meski lawanku hanya level 3, harus memakai jurus birdpoison," gumam Ruby sambil melanjutkan perjalanan.


Dan dilayar terlihat Ruby sekarang memimpin untuk sementara.