
Sementara di sebuah tempat yang dipenuhi dengan hamparan Sawah, terlihat tiga orang anak remaja berusia hampir menginjak 18 tahun, sedang melakukan Kultivasi dengan cara yang berbeda beda, anak perempuan pertama berKultivasi dengan cara bermeditasi di atas sebuah salah satu cabang pohon, dengan posisi berdiri dengan satu tangan dan tubuh serta kakinya tegap lurus ke atas yang tidak lain itu adalah Ruby Sang kapten Tim party Buitenzorg, begitulah mereka menamai timnya.
Selanjutnya Hera berKultivasi di dekat sungai kecil yang mengalir dengan cara duduk bersila dengan dua tangan seperti sedang bertapa, lalu Ezran bermeditasi dengan cara berdiri menghadap ke arah matahari, sambil memejamkan mata, terlihat aura berkumpul di sekitar tubuh mereka yang bercampur dengan sinar matahari pagi yang menyinari tempat tersebut.
"Hmmzz.. Sepertinya pondasi energi dalam tubuhku mulai memadat," Gumam Hera dalam hati dan mulai membuka mata.
"Kraak"
"Braakk"
Terdengar sesuatu yang patah dari atas pohon, yang ternyata itu adalah ulah Ruby yang meremukan cabang pohon tempat dia bermeditasi,membuat Ezran membuka mata mengakhiri meditasinya.
"Huh kalau itu aku yang melakukannya pasti langsung kena omel, dasar Ubi jalar," gerutu Ezran memaki Sang Kapten Ruby dalam hati.
"Biip"
"Ah, ada pesan masuk apa ada misi ya, padahal baru seminggu setelah bulan iblis berakhir," gumam Ezran membuka pesan di kartu lisensi yang ada dipergelangan tangannya.
"SEGERA KUMPUL KE PADEPOKAN"
"Hah ada apa ini sepertinya serius sekali, hey ayo cepat segera pergi ke Padepokan," teriak Ruby setelah membuka pesan yang juga masuk di kartu lisensi pemburu berbentuk seperti jam tangan itu.
"Nek kami pamit pergi ke padepokan dulu ya," Ucap Hera meminta izin ke Neneknya.
Sejak pertempuran dengan Monster Level S di medan pertempuran pada bulan iblis yang lalu, Ruby mulai sering ikut ke rumah Neneknya Hera & Ezran untuk berlatih bersama, dengan arahan dari Neneknya Hera, karena sedikit banyak Nenek Hera juga seorang pendekar aliran kuno bersama suaminya yang tidak lain adalah kakek Sugenar yaitu kakeknya Hera & Ezran, bahkan sebelum datangnya bulan iblis mereka adalah seorang Kultivator sejak dari dulu dan itu merupakan ilmu turun temurun dari leluhur mereka.
"Hai ada apa ya, kita di panggil secara mendadak seperti ini.?" tanya Ezran sambil berlari mengikuti Ruby dan Hera.
"Gak tau, bukankah aku dari pagi bersama kalian, tanya saja sana sama Tetua kita," Jawab Ruby agak cuek membuat Ezran berhenti bertanya.
Sesampainya mereka di Padepokan, terlihat begitu banyak orang berkumpul tidak seperti biasanya, bahkan ada Senior Erick segala dan lagi mereka tidak mengenal tiga orang lainnya, yang tengab duduk di dekat Tetua Juna, tapi Ruby dan kedua temannya dapat merasakan aura dari ketiga orang itu sangat besar, jika dibandingkan dengan Tetua Juna dan Ayahnya Ruby sekalipun, meski ketiga orang itu dengan sengaja menekan aura mereka untuk mengintimidasi, tapi berkat bimbingan Neneknya Hera, Ruby, Hera, dan Ezran sekarang lebih peka dalam mendeteksi pancaran aura energi ditubuh seseorang dan mampu menahan tekanan yang di keluarkan ketiga orang tersebut.
" Ah akhirnya mereka datang juga, dari mana kalian" ucap Tetua Juna sekaligus bertanya kepada ketiganya.
"Biasalah anak muda, tua-tua jalan-jalan donk," celetuk Ezran yang membuat semua orang menahan tawa sementara wajah Tetua Juna merah padam karena celetukan tersebut.
"Adududuh, maaf Tetua Juna yang gantengnya gak pernah Luntur," ucap Ezran yang kesakitan karena kupingnya dijewer oleh Tetua Juna, kali ini membuat semua orang tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku mereka.
"Sopan dikit kenapa bocah, kau tidak tau yah yang sedang berdiri di hadapan kita adalah Para Master Padepokan," ucap Tetua Juna melepaskan tangannya dari kuping Ezran
"Hahaaa... Sungguh padepokan yang ramai ya," Ucap Master Padepokan Waliwis Bodas
"Baiklah sudah cukup jangan banyak basa-basi lagi kita sedang diburu waktu", timpal Master Padepokan Harimau Putih dengan tampang sangar yang selalu menghiasi wajahnya.
"Baik Master, saya perkenalkan pada ketiga Master inilah ketiga Anak yang kalian maksud, pertama Gadis cantik ini bernama Ruby anaknya Komandan Roby, Lalu Anak perempuan ini bernama Hera dan terakhir sibiang kerok yang suka nyeletuk sembarangan namanya Ezran," ucap Tetua Juna, yang membuat Ruby dan kedua temannya terkejut, apakah mereka akan dihukum, karena becandanya Ezrab yang mengolok-olok Tetua Juna selama ini ketika keduanya bertemu.
"Ada apa emang Para Master Padepokan mencari kami apakah kami melakukan kesalahan.?" tanya Ruby dengan hati-hati takut menyinggung ketiganya, tapi dia sangat penasaran dengan alasan ketiga Master padepokan mencari mereka bertiga.
"Tidak, Justru kami kesini untuk mengapresiasikan kerja keras kalian atas apa yang kalian lakukan di medan pertempuran Bulan Iblis kemarin," Jawab Master Padepokan Kujang Sakti.
"Ya pencapaian kalian dalam pertempuran bulan iblis kemarin terdengar sampai keseluruh penjuru Nusantara, karena kalian mampu memojokan Monster Level S meski level kalian baru mencapai Silver," timpal Master Padepokan Waliwis bodas.
"Jadi kalian akan dikirim ke negara sakura untuk mengikuti Tournamen beladiri, yang diadakan oleh Clan Fuji dan kalian terpilih sebagai perwakilan dari Negeri Nusantara kita," Ucap Master Padepokan Harimau Putih tanpa basa-basi langsung ke inti permasalahannya.
"Apaaa, kami akan ikut Tournamen Beladiri diluar negeri," Ucap Ezran terkejut sekaligus senang, karena ini akan jadi pengalaman pertamanya bisa ke luar negeri.
"Ya itu betul dan bila kalian masuk sepuluh besar, kalian berkesempatan mengikuti pelatihan di Clan Fuji selama satu bulan," Ucap Master Kujang Sakti membuat mata Ruby berbinar.
"Benarkah, kalau kami sepuluh besar berkesempatan mendapat pelatihan dari Clan Fuji yang terkenal itu," seru Ruby dengan semangat.
"ya bahkan kalian akan mendapatkan hadiah sebuah Ramuan dan itulah sebenarnya misi kalian, jadi berusahalah sampai masuk kesepuluh besar," ucap Master Padepokan Harimau Putih.
***
Pada pagi harinya mereka dijemput menuju bandara oleh Senior Erick sebagai pendamping mereka selama berada di Negeri Sakura.
"Ingat kalian harus tetap berlatih," Ucap Nenek Hera dan Ezran memberi pesan pada mereka bertiga.
"Jaga diri kalian baik-baik ya," Ucap Komandan Roby
"Baik Ayah, Nenek kami akan mengingat pesan kalian, doakan kami semoga berhasil masuk sepuluh besar dalam Tournamen beladiri itu," Seru Ruby.
"Erick aku titipkan mereka di dalam pengawasan mu," Ucap Tetua Juna berkata pada Senior Erick.
"Baik Tetua Juna serahkan padaku," jawab Senior Erick.
"Jaga selalu kesehatan Nenek ya," seru Hera kepada Nenek tercintanya.
Mereka pun mulai berjalan ke arah pesawat yang akan membawa mereka ke Tournamen besar dinegeri sakura.