
Sudah hampir satu jam mereka bertarung dengan monster level B, dan energi mereka sudah cukup banyak terkuras.
"Hosh hosh... Kalau ini terus berlanjut bisa-bisa energi ku bisa benar-benar habis," gumam Ruby dalam batinnya, yang sekarang masih menggunakan tameng energi dilengan kirinya.
Sementara ditempat lain Ezran pun mengalami hal yang sama, terlihat dia sudah mulai kewalahan menghindari serangan-serangan monster itu.
"Hei monster jelek gak cape apa nyerang terus,memang dasar otak otot ya kalian ini," kata Ezran yang mencoba memprovokasi lawannya tapi dia lupa satu hal bahwa monster yang berada dilevel B kebawah, meski kuat tapi tidak bisa berinteraksi dengan manusia tidak seperti yang Level A keatas mereka bisa berbicara dalam bahasa manusia.
"POWER ON : SAPU JAGAD, hiyaaat," teriak Ezran kembali menerjang musuhnya.
"BRUAKK"
Kedua pukulan makhluk berbeda rupa itu pun beradu, lalu Ezranpun dengan cepat menggunakan gerakan *kingkilabannya yang membuat monster itu melirik kearah tangan yang ditujukan kearea kosong, dan Ezranpun dengan cepat menarik tangannya kembali, lalu waktu monster itu melirik kembali kearahnya, dia langsung melakukan jurus andalan yaitu *tepukan tangan, tepat di muka monster itu.
"Plaakkk"
Yang membuat monster itu mematung dalam beberapa saat dan dimanfaatkan olehnya.
"POWER ON : RENGKAH GUNUNG," teriaknya dan langsung menghantam rusuk Sang Monster, lalu monster dengan tingkat kesulitan B tersebut terpental cukup jauh dengan tubuh yang seperti terbakar oleh lava yang panas.
"Hosh hosh.. Akhirnya selesai juga, sekarang aku harus cepat membantu mereka berdua," ucapnya sambil terengah-ngengah mencoba mengatur nafasnya kembali normal.
Di tempat Hera dia sedang beradu pedang dengan tangan Sang Monster dan terlihat percikan-percikan api ketika berbenturan dengan pedang milik Hera.
"Benar-benar kuat, tapi itu tidak akan cukup untuk mengalahkan ku, karna aku seorang healer," seru Hera meyakinkan diri.
Dan terlihat tangan monster itu membesar kembali bahkan lebih besar dari sebelumnya sepertinya dia ingin menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat.
" POWER ON : SUMMONING FIRE WOLF," teriak Hera lalu muncullah sosok serigala berbentuk energi dan langsung menerjang ke monster itu tapi dia tidak tinggal diam langsung memukul serigala itu.
"Bruaakkk,"
"Boommm"
Terdengar benturan yang keras akibat beradunya kekuatan tersebut, dan langsung menimbulkan asap yang tebal yang membuat monster itu terhalangi jarak pandangnya, lalu saat itu pun Hera menyelinap diantara kabut lantas menyerang kembali dan mengeluarkan jurus lainnya.
"POWER ON : AMUKAN KAWAH CANDRA DIMUKA," teriak Hera lalu terlihat tangannya sudah dilapisi api lava yang sangat membara dan menghantam tubuh Sang Monster.
Monster itu pun terbakar dan terpental lumayan jauh.
"Woww, apaan tuh," seru Ezran terkejut dan berusaha menghindar dari sesuatu yang terbang mengarah padanya.
"inti monster level B memang berbeda ya" ucap Ezran setelah memungut benda tersebut.
"Ya meski hanya level B 1 tapi ini perburuan terbesar kita, hosh hosh," balas Hera yang masih mengatur nafas.
"hey bukan kah kapten bertarung dengan monster level B 2," ucap Ezran yang baru teringat akan keadaan pimpinan partynya.
"Tapi diantara kita bertiga dia lah yang paling kuat jadi jangan khawatir, meski begitu kita harus bergegas ketempat kapten, nih minum dulu poison penyembuh," balas Hera sambil memberikan sebuah pill penyembuh tingkat rendah yang dia sempurnakan sebelum berangkat.
"BIRDPOISON"
"Dor"
"Dor"
Ruby pun terus melancarkan serangannya sambil menghindari cakram-cakram yang dilemparkan pada dirinya.
"Sial monster itu ternyata kebal terhadap racun, atau karna dia menggunakan masker ya? dan apa-apaan, itu senjata nya sungguh sangat tajam membelah gedung saja bagai membelah kue lapis" gumam Ruby yang ditubuh nya penuh luka meski dia sudah melapisi nya dengan energi pertahanan.
Pertarungan pun masih berlanjut meski kewalahn Ruby masih bisa dengan cekatan nya menghindar cakram-cakram dengan gerakan *Tarian cendrawasih.
"POWER ON :KUNYUK MELEMPAR BUAH," teriak seseorang, dan tiba-tiba monster itu teralihkan karena ada serangan dari arah samping yang membuat dia secara reflek menghindar dan mengalihkan pandangan.
"sekarang kapten" teriak Hera ngingat pimpinannya tersebut.
Ruby yang mengerti bala bantuan sudah datang langsung menggunakan kuda-kuda dengan sempurna.
"POWER ON : TOMBAK GARUDA, melesatlah dan hancurkan musuhku" teriaknya lalu muncullah sebuah tombak energi yang cukup panjang dengan siluet garuda terbang.
"Braasss"
"Boom"
Tepat sasaran dan langsung meledakkan tubuh sang monster dan hanya menyisakan inti nya saja, Ruby pun langsung terduduk karna kelelahan.
"Huh sungguh melelahkan, dijaman berburu atau diburu seperti ini ya teman-teman.." ucap Ruby ke teman temannya, lalu diapun diberi poison yang sama seperti Ezran oleh Hera untuk memulihkan energinya.
Dan beberapa menit kemudian para prajurit pun datang dengan seorang ahli pembuat array untuk membuat benteng yang baru.