Power Flow

Power Flow
Alasan Kedatangan



Sementara di tempat lain yang cukup jauh, terlihat pertarungan udara antara Sang Monster Goblin X melawan Tetua Elijah tengah berlangsung, keduanya terus saling jual beli serangan, cakar dan pisau yang tersembunyi dikaki Sang Monster Goblin X sungguh membuat kerepotan Tetua Elijah.


"Whuss"


"Traank traaank"


Tetua Elijah terus mengayunkan Sabitnya, tapi masih berhasil di takis oleh cakar Sang Monster Goblin dan terlihat percikan api dari benturan kedua senjata tersebut.


"Huh..Ini sudah cukup terlalu lama, dalam sebuah pertarungan aku tak suka bermain terlalu lama seperti si Gorbon bodoh itu, jadi mari akhiri dengan cepat," ucap Sang Monster Goblin X sambil meningkatkan kekuatannya kembali.


"Grrrr.. EVOLUTION HOBGOBLIN TINGKAT TIGA," teriak Sang Goblin X lalu, terlihat penampilannya berubah dan jadi lebih besar dari sebelumnya.


"Boom"


"Whuss"


Lalu terdengar suara ledakan yang sangat dahsyat, sampai Efek hembusan angin dan debunya sampai ke tempat pertarungan mereka.


Dan itupun sampai di tempat para Monster elit, yang hanya diam menonton bahkan efeknya lebih besar karena tempat mereka termasuk yang paling dekat, tapi seperti biasa Sang Monster Elit Sharone menggunakan perisainya.


"Traak, traak Traak"


"Wow... Bahkan perisai Senior Sharone juga hampir retak oleh efek ledakan itu gimana nasibnya Si Gorbon ya?" seru Sang Monster Elit lainnya, yaitu Dark Engelo terlihat para monster elit yang berada di samping Sang Pimpinan Monster Zou king yang tidak ikut bertempur dalam pertarungan tinggal lima saja.


"Hoho.. Ledakan macam apa itu efeknya sampai kesini, hei apa kau tak khawatir dengan teman mu itu ", Ucap Sang Monster Goblin X yang sekarang dalam wujud Hobgoblin nya.


"Diam kau... Aku percaya pada teman ku, dia dapat mengalahkan ular sawah itu," timpal Tetua Elijah, meski dalam hatinya dia memang khawatir.


"Semoga dia baik - baik saja, tidak aku harus fokus pada musuh di depanku yang kekuatannya kian meningkat setelah perubahan bentuknya itu," gumamnya dalam hati.


"Xixxixix... Begitukah, ya memang benar kau tidak harus mengkhawatirkan orang lain untuk saat ini, karena kau juga akan mati pada akhirnya di tanganku xixixi, keluarlah Jack O'Lanterns," Ucap Sang Monster Goblin X meremehkan Tetua Elijah dan di sampingnya muncul sebuah labu yang mempunyai wajah menyeramkan dan di bawah kepala labu itu terdapat asap hitam seperti tengah menopang labu tersebut.


"Kau harus bangga untuk ukuran manusia sepertimu sampai - sampai aku harus mengeluarkan senjata andalanku yang bisa membunuh Prajurit elit dari Ras Elf," ucap Sang Goblin X.


"Aku ingin bertanya kenapa kalian tiba - tiba datang ke dunia kami, dan mencoba menghancurkannya.?" tanya Tetua Elijah kepada Sang Monster.


"Xixixi... kau sangat ingin tau?, baiklah akan ku beritahu sebagai hadiah terakhirmu, yang akan sebentar lagi mati olehku," jawab Sang Monster Goblin X menyanggupi permintaan Tetua Elijah.


"Di dunia yang kami tinggali terjadi pertarungan besar-besar yang berkepanjangan, antara dua Ras Utama yaitu Ras Monster dan Ras Elf, Ras kami beraliansi dengan Ras iblis,lalu Ras Elf beraliansi dengan Ras Majo yaitu Ras yang hampir mirip seperti kalian tapi mereka diberkahi dengan kekuatan sihir yang besar seperti para Elf," ucap Sang Monster Goblin X mulai menjelaskan.


"Dan lalu setiap enam bulan sekali kami akan melakukan gencatan senjata selama 15 hari sesuai perjanjian yang telah disepakati, dan dalam waktu itulah kami para Ras Monster akan menginvasi ke wilayah dunia bawah, yaitu salah satunya tempat tinggal kalian, dan tujuan kami adalah untuk mengambil inti bumi kalian sebagai cadangan kekuatan kami," lanjut Sang Goblin X.


"Dunia bawah, apa maksudnya itu," tanya Tetua Elijah yang tidak mengerti apa itu dunia bawah.


"Hmm.. Ternyata kalian memang Ras yang paling polos atau terlalu bodoh, asal kalian tau di alam semesta ini wilayah itu terbagi menjadi dua bagian, yang pertama Dunia atas yaitu tempat kami tinggal yang mempunyai banyak sumber daya untuk menjadi lebih kuat, dimana yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah akan ditindas oleh Ras yang lainnya. Dan yang kedua adalah Dunia bawah yaitu Dunia tempat kalian tinggal bahkan di dunia bawah terdapat hampir 100 planet tidak hanya dunia kalian saja," ucap Sang Monster Goblin X masih menjelaskan.


"Lalu kenapa kalian tidak dari dahulu, datang ke bumi ini dan kalian malah datang sepuluh tahun yang lalu," ucap Tetua Elijah Masih terus bertanya.


"Ya karena metode pembukaan gerbang ke dunia bawah baru bisa ditemukan kira - kira 12 tahun yang lalu dan itu pun membutuhkan dua tahun, juga banyak mengorbankan prajurit Monster Elit kami untuk bisa membuka gerbang kedunia kalian itu pun terbatas hanya satu tahun dua kali dan cuma bertahan sampai 15 hari, tapi tanpa diduga kalian mampu memberikan perlawan yang cukup merepotkan dan dapat membangkitkan kekuatan yang mirip seperti Ras Majo, sudah cukup itu saja yang akan kuberi tahu padamu ", ucap Sang Monster Goblin X mengakhiri penjelasannya dan sudah siap menyerang kembali.


"Hmm.. jadi begitu ya intinya, kalian menjajah kami dan hampir memusnahkan bangsa kami hanya untuk mendapatkan kekuatan, untuk pertempuran bodoh di dunia kalian itu ", ucap geram Tetua Elijah.


"POWER ON : BIDADARI HALMAHERA," teriak marah Tetua Elijah, lalu muncullah siluet berbentuk bidadari dengan sayap yang berwarna-warni dan membawa sebuah tombak dan ternyata itu adalah mahluk Spiritual panggilannya.


"Bhush"


"Duar"


Tetua Elijah langsung menyerang dengan hempasan energi angin Superbanya, tapi dengan cepat diblok oleh Labu berwajah menyeramkan itu, lalu mengeluarkan sebuah bom kecil tapi daya ledaknya cukup besar.


Dan keduanya saling menerjang, Sang Goblin X didampingi Labu Jack O'Lantersn, dan Tetua Elijah didampingi mahluk spiritualnya yaitu Bidadari Halmahera, pertarungan udara itu begitu sengit, meski dalam kecepatan Tetua Elijah cukup kewalahan tapi dengan menggunakan energi Paradise Eyes, dia dapat menutupi ke kurangan itu.


"Slash"


"Bhuss"


"Syuut Syuut Syuut"


Sang Monster Goblin X melancarkan serangan dengan cara mencakar udara, lalu muncullah energi yang melesat ke arah Tetua Elijah, namun bisa di blok olehnya, tapi sayang Tetua Elijah tak sempat menghindar dari hembusan gas beracun yang dilakukan Jack Sang Labu, dan menyusul beberapa pisau lempar berbentuk kelelawar yang hanya bisa ditangkis satu pisau saja oleh Bidadari Halmahera dan dua lainnya berhasil mengenai bahu dan perut Tetua Elijah.


"Arrght, hosh hosh hosh aku harus mengeluarkan jurus pamungkasku" erang Tetua Elijah yang kelelahan karena banyak darah yang keluar dari tubuhnya,


"Hyaaaaa... POWER ON : PENGGABUNGAN JIWA CENDRAWASIH," teriaknya, kemudian Bidadari Halmahera bergabung ke dalam tubuh Tetua Elijah dan sekarang terlihat sebuah mahkota di atas kepalanya, lalu sekarang satu tangannya lagi memegang tombak yang sebelumnya dipegang oleh Bidadari Halmahera.


Serangan Sang Monster Goblin terus berlanjut, terlihat pisau-pisau terbang itu kembali melesat ke arahnya bahkan sekarang lebih banyak lagi, tapi kali ini Tetua Elijah berhasil menghindar dengan gerakan Tarian Cendrawasih.


"Huh ternyata kecepatan seperti ini masih belum cukup untuk menjinakan manusia burung ini," gumam Sang Monster Goblin X


" Baiklah GLIDER VEKTOR keluarlah" ucapnya, lalu muncullah sebuah benda yang mirip seperti SkateBoard, dia pun kembali memerintahkan Jack Si Labu menggunakan pisaunya untuk menyerang kearah Tetua Elijah bahkan jumlah pisaunya makin bertambah dan dapat dikendalikan seperti Rudal kendali saja.


"Syuut Syuut Syuut"


"Traank traaang Traank"


Dengan sabitnya Tetua Elijah berhasil menakis pisau-pisau itu, dan terus melakukan hal tersebut karena pisau si Jack ini masih saja mengarah kepadanya.


"Duarr"


"Duar"


Tanpa diduga dari arah belakang Tetua Elijah terkena serangan petir dari Sang Goblin X dan membuatnya terhuyung kehilangan keseimbangan, membuatnya terkena tusukan beberapa pisau yang mendarat ditubuhnya, tapi saat itu pun dia berhasil melemparkan tombaknya kearah Jack Si Labu dan tepat mengenainya yang membuat Si Labu itu meledak.


"Boom"


"Brash"


"Aargh ", Erang Tetua Elijah yang terkena tusukan dijantungnya oleh Sang Monster Goblin X dari arah belakang, terlihat tangannya sudah menembus tubuh Tetua Elijah.


"Xixixi, selamat tinggal manusia burung, kau cukup merepotkan juga ya" Ucap Goblin X sambil tertawa.


"Slash"


"Arrghhh... kurang ngajar kau manusia brengsek," Erang Sang Monster Goblin karena tanpa diduga Tetua Elijah berhasil meloloskan diri dan melakukan serangan terakhirnya, sebelum kesadaraannya hilang dan berhasil memotong tangan Sang Monster Goblin X itu, beberapa detik kemudian Tetua Elijah mulai terjatuh karena sudah kehilangan kesadaraannya.