
Setelah menjalani pelatihan perdana, semua murid pergi ke asrama yang telah disediakan oleh Clan Fuji meski jaraknya cukup jauh dari murid utama.
"Ugh, capeknya tulangku seperti dilolosi dari badan saja," ucap salah seorang murid ketika akan memasuki gerbang Asrama bagian laki-laki.
"Iya kamu benar, pelatihan disini dua kali lipat lebih berat dari yang pernah saya jalani di guild negara tempat saya berasal, tapi mereka berbaik hati memberikan ramuan pemulih stamina kepada kita semua" timpal murid lain yang berada disampingnya.
Keesokan paginya semua murid telah berkumpul kembali ditempat latihan, terlihat banyak murid yang memasang wajah mengantuk karena mereka dibangunkan terlalu pagi bahkan mataharipun masih belum terlihat.
"Hoamm... Aku masih ngantuk, apakah kita akan mengadakan latihan dipagi buta seperti ini," gumam Heri sambil menguap
"Brrr... Dingin sekali," ucap Zamal yang berperawakan gempal dan berambut ikal itu , dia adalah salah satu murid magang dari negeri Fharaoh.
"Selamat pagi semuanya, apakah tidur kalian nyenyak?" seru Sensei Yamaguchi menyapa semua murid.
"Nyenyak Sensei," Jawab sebagian murid dengan serempak
"Lumayan nyenyak Sensei," teriak sebagian lagi murid menjawab pertanyaan dari Sensei bertipe element tanah tersebut.
"Baiklah, karena sudah berkumpul semua, untuk pagi ini kalian akan diberi tugas mengambil air disungai yang terletak disebelah barat gunung Fuji untuk mengisi kolam yang ada didekat asrama para Sensei, lalu masing-masing dari kalian harus membawa dua tempayan air," ucap Sensei Yamaguchi.
"Hei yang benar saja, kenapa kami harus mengisi kolam dari para Sensei," Protes Han Seok dari guild Haenjin tidak terima.
"Jika kau tak mau, tidak apa-apa dengan syarat kau harus berlari ke puncak gunung Fuji dalam kurun waktu satu jam atau apabila bisa menahan tiga pukulan dari golemku ini," jawab Sensei Yamaguchi dan langsung mengeluarkan golem berukuran raksasa, yang membuat semua murid kaget karena dari auranya saja sangat mengerikan bahkan lebih mengerikan dari Monster level S tingkat tiga.
"Eh, ma maaf Sensei aku hanya bercanda, jangan marah begitu, sepertinya dua-duanya saya tidak akan sanggup untuk sekarang hehee," ucap Han Seok terbata-bata karena ketakutan.
"Oke, bila tidak ada yang protes lagi, cepat segera ambil ember itu kemari,dan satu syarat lagi kalian dilarang menggunakan kekuatan dan hanya diperbolehkan menggunakan kekuatan fisik kalian," perintah tegas Sensei Yamaguchi.
"Ughh.. Yang benar saja ini berat sekali, terbuat dari apa sih tempayan ini," ucap Fabio sambil memcoba mengangkat kedua tempayan tersebut.
"Ah masa segitu beratnya, sini biar kucoba, ughh.." Seru Hotaru yang juga kaget, ternyata memang sangat berat.
Semua muridpun mulai menuju kearah sebelah barat gunung dengan masing-masing membawa sepasang tampayan yang mempunyai berat lebih dari lima puluh kilogram, menurut penjelasan Sensei Yamaguchi sebelum mereka semua turun mengambil air, latihan kali ini berguna untuk menguatkan fisik karena seorang Kultivator selain harus cakap dalam membaca mantra energi dengan cepat, kekuatan fisikpun sangat diperlukan dalam medan pertempuran.
"Ouh... rombongan murid baru ternyata ku kira pasukan dari mana, semangat yo," seru seorang murid inti dari Clan Fuji tersebut ketika berpapasan dengan para murid magang, sepertinya dia sedang berlatih.
"Terimakasih Senpai," Ucap Kagura mewakili semua temannya, sambil terengah-engah membawa tempayan yang ada dikedua tangannya.
Membutuh waktu hampir dua jam untuk mereka sampai pada aliran sungai yang dituju meski jaraknya hanya sekitar satu kilo meter, dan setelah mengisi tempayan dengan air mereka diharuskan segera kembali untuk mengisi kolam ditempat asrama para tenaga pengajar Clan Fuji.
"Argh, sial beratnya," seru sebal Shinwo yang terjatuh dan dia harus kembali ke sungai untuk mengisi air, memang beberapa murid banyak yang terjatuh dan terus mengulanginya.
"Hosh, hosh akhirnya sampai juga, tanganku sampai terasa mata rasa begini," gumam Heri sambil menuangkan air ke kolam dan disusul yang lainnya yang baru saja sampai.
"Hei kawan hebat sekali kau, tiba paling pertama," ucap Enrique yang melihat Heri sudah beristirahat dipinggiran kolam.
"Kau salah kawan aku bukan yang pertama coba kau lihat yang disana," jawab Heri yang menunjuk kearah sisi lain yang tak jauh dari pohon besar, terlihat ada lima orang yang tengah bermain kartu remi salah satunya Pangeran Philips, beberapa saat kemudian semua murid mulai tiba satu persatu.
"Plok plok plok, lumayan sangat lama juga, jadi sebagai hukuman kalian harus berkeliling lapangan sebanyak tiga putaran, dengan memakai rompi ini," seru Sensei Yamaguchi sambil membawa rompi berwarna putih dan biru yang berjumlah sesuai dengan murid magang yang ada.
"Ugh... yang benar saja ternyata ini juga mempunyai berat 50 kg," gumam Rudolf yang mencoba mengambil rompi berwarna biru.
"Hosh hosh, kulihat Sensei begitu ringan ketika membawa semua rompi ini, tapi ternyata satu saja beratnya 50 kg," timpal Shinwo sambil memakai rompi berwarna biru.
Setelah semuanya memakai rompi yang telah disediakan, mereka mulai mengitari lapangan tiga putaran.
"Baiklah pelatihan dari saya cukup sampai disini, kalian akan diberi waktu istirahat satu jam jadi gunakan sebaik mungkin, karena setelah ini giliran Sensei Higurashi yang melatih kalian," ucap Sensei Yamaguchi, lalu dia pun pergi meninggalkan lapangan tanpa mempedulikan mereka yang masih terkapar karena kecapean.
"Hosh hosh, capenya hei sudah bolehkah kita lepas rompi ini?" tanya Romario kepada smua temannya.
"Sepertinya tidak akan bisa, karena rompi ini mengandung pola tipe penyegelan, jadi hanya Sensei Yamaguchi lah yang bisa membukanya," jawab Kagura mengamati rompi yang dipakainya.
"Kau benar, apa Sensei sengaja untuk selalu memakai rompi ini selama pelatihan," Timpal Ruby
"Sepertinya memang begitu, tapi bagiku ini akan sangat membantu menguatkan kekuatan fisikku," seru Pangeran Philips sambil berlalu kearah asrama untuk istirahat.
Setelah beristirahat selama satu jam mereka kembali melanjutkan pelatihan bersama Sensei Higurashi, "Baiklah anak-anak aku akan mengajarkan cara mengalirkan energi lebih efisien dan tidak menguras energi berlebihan ketika menghadapi monster dengan level S, Jadi mari kita mulai," Seru Sensei Higurashi
Para murid pun mulai berjajar dan melakukan kan sikap semedi, " coba perhatikan untuk langkah pertama rasakan energi alam di sekitar kalian dan juga dalam tubuh kalian," Ucap Sensei Higurashi memberi contoh sambil memejamkan.
"POWER ON : DRAGON FIRE," gumamnya lalu muncullah sebuah naga api berukuran sedang.
"Huh.. pamer," gumam sebal Akane.
"Apa kalian tahu naga ini hanya mengkonsumsi energiku 1% saja,'' ucap Sensei Higurashi
" Karena pada dasarnya Bila kalian bertarung dengan monster dengan kekuatan level S itu akan membutuhkan pertarungan berhari-hari, jadi manfaatkanlah energi alam sekitar kalian," Lanjut Sensei Higurashi tanpa mempedulikan komentar dari Akane.