
"Jadi kau yang terkuat disini ya, tapi kau terlihat lemah dimata ku hehee," ucap Gorbon Sang Monster Level S yang memandang remeh pada Bang Drio.
"Aku akui kau memang jauh lebih kuat dariku, tapi aku tak akan dikalahkan dengan mudah oleh mu," Balas Ketua Bang Drio penuh keyakinan.
"Hoh.. Percaya diri sekali kau," ledek Gorbon.
"POWER ON JAYA WIJAYA," Gumam Bang Drio melapisi tubuhnya dengan energi tipe Es.
"Hmm.. Menarik" ucap Gorbon dia pun mulai mengaliri tubuhnya dengan energi yang membentuk ular.
"Whussh"
Bang Drio pun langsung melesat menyerang Gorbon, meski terlihat cepat tapi masih dapat dibaca oleh Gorbon dengan mudah, ketika posisi Bang Drio masih mengambang di udara Gorbon melakukan pukulan tepat di perutnya.
"Bukh"
"Arrgh"
Hingga membuat Bang Drio terpental kebelakang," sial hanya satu pukulan saja hampir mampu meretakkan tameng energiku" ucap Bang Drio dalam hati.
"Hai ayolah lebih serius kau ingin melawanku hanya dengan kemampuan seperti itu, kau anggap aku seperti lawan yang sebelumnya kau kalahkan" ucap Gorbon.
"Baiklah meski ini akan menguras dengan cepat energiku, sepertinya tidak ada pilihan lain," gumam Bang Drio, lalu memasang kuda-kuda.
"Haaaaaa, POWER ON : PIRAMID CARSTENSZ," teriak Bang Drio meningkatkan kekuatannya kembali sampai ke level Diamond level 1.
"Drt Drt Drt"
Terlihat sekarang ditangan kirinya terbentuk sebuah senjata energi berbentuk piramid dan tangan sebelah kanannya mulai berubah menjadi sebuah es.
"Whusss"
"Duarr"
Bang Drio pun tanpa banyak bicara langsung melancarkan serangan dengan tangan kiri, membuat monster Gorbon terkena pukulannya dan terpental sampai kebelakang, tidak sampai disitu saja Bang Drio pun mengubah pijakan monster Gorbon menjadi sebuah lantai es membuat dia terpeleset.
"Meteor ice" teriak Bang Drio kembali melakukan serangan, sambil memanfaatkan situasi Gorbon yang sekarang dalam posisi terbaring, lalu muncullah dari atas beberapa bongkahan es yang runcing mengarah ke Sang Monster itu
"Syuutt syuuut syuut"
"Tarian snake soul" teriak Monster Gorbon mulai menangkis serangan dari Bang Drio dengan jurusnya.
"Trang trang trang"
"Brash"
"Arrgh" erang Sang Gorbon yang terkena serangan di pahanya akibat tertancap benda berbentuk runcing.
"Hosh hosh hosh... Kurang ngajar ternyata serangannya mampu menembus pertahanan berlapis energiku, bahkan efeknya membuat proses regenerasiku menjadi sangat lambat tidak seperti biasanya," gumam Sang Monster Gorbon yang sekarang mulai berdiri kembali dan mencabut benda es runcing tersebut dari paha kirinya, dan terlihat dari segar berwarna hitam mengalir deras dari pahanya.
"Haaargh.. Kurang ajar kau manusia akan kubalas kau rasa sakit ini berkali kali lipat" teriak jengkel Gorbon, meski luka tersebut perlahan-lahan menutup kembali tapi rasa sakitnya tidak bisa dihindari.
"Hey Gorbon jika kau tak sanggup melawannya berganti tempatlah dengan ku" teriak Monster Goblin X meledek.
"Whusss"
Kini keduanya pun bertarung kembali, dan jual beli serangan dalam jarak yang dekat terjadi,senjata senjata energi mereka saling beradu menimbulkan kilatan, Bang Drio menggunakan pukulan tangan kirinya yang berbentuk piramid untuk menembus pertahanan Sang Monster Gorbon,tapi sayang dia berhasil menghindar dan hanya mengenai udara kosong. sambil menghindar Gorbon balas menyerang dengan pukulan ularnya kearah perut Bang Drio tapi dengan cekatan gerakan Gorbon tersebut berhasil dibaca oleh Bang Drio, tanpa memberi jeda Sang ketua pimpinan dari padepokan Cendrawasih itu, dengan konsentrasi penuh dia mencoba mencari celah kosong dari pertahanan Sang Monster Gorbon, lalu ketika celah tersebut terlihat meski sedikit Bang Drio melancarkan pukulan tangan kanannya yang sudah dilapisi energi es.
"Bukk"
Tinju es milik Bang Drio berhasil menghantam perut Sang Monster Gorbon, membuatnya terdorong kebelakang dan terlihat sebuah luka yang membeku akibat bekas pukulan tersebut.
"Arrght, sepertinya kecepatanmu benar-benar meningkat," ucap Sang Monster Gorbon yang mengusap darah hitam pekat yang sedikit membeku dari mulutnya akibat efek dari pukulan dari Bang Drio.
Bang Drio tidak menjawab omongan Gorbon ini, dia tetap waspada mengamati situasi.
"SOUL BREAKER SNAKE" teriak Sang Monster Gorbon mengeluarkan jurusnya, sambil menyerang maju dia terus memukul dengan cepat kearah tenggorokan, tapi berhasil ditakis oleh Bang Drio, lalu mengarahkan ke bahu Sang pimpinan padepokan Cendrawasih itu tapi masih bisa berkelit, dan Gorbon semakin berang mencoba memukul kearah perut tapi berhasil diblok oleh tangan kirinya.
Gerakan mereka berdua terlihat sungguh sangat cepat bahkan untuk orang yang berada dilevel silver dan monster level A sekalipun sangat susah melihat jalannya pertarungan tersebut, hanya mereka yang berada di level Gold yang bisa mengikuti gerakan keduanya.
"Bukk"
"Arrgh"
Pukulan Sang Monster Gorbon yang mengarah ke rusuk kiri tidak dapat dihindari oleh Bang Drio, dia pun terdorong satu langkah kebelakang dan bergegas menjaga keseimbangannya agar tidak roboh.
"Sraatt"
"Tok tok tok"
"Hosh hosh hosh.. Sial bekas lukanya mengandung bisa dan seperti menyebarkan racun yang dapat melumpuhkan stamina ku," gumam Bang Drio sambil merobek bekas luka pukulan yang diterima dari musuh dengan jarinya, lalu menotok luka tersebut guna menghentikan pendarahan.
Bang Drio kembali mengepalkan tangan kanannya terlihat uap asap putih beraura yang begitu dingin mengelilingi sekitar tangannya.
"Hohoho, kau meningkatkan lagi energimu ya, menarik, menarik sekali, staminamu hampir mirip seperti bangsa kami saja, kenapa tidak bergabung saja dengan pasukan kami?, akan ku angkat kau jadi asisten ku bila mau bergabung dengan kami dan kau akan mendapatkan segala apa yang diinginkan bila melayani Tuan kami," ucap Sang Monster Gorbon.
"Heh, tawaran yang sungguh menarik tapi aku tak sudi mengkhianati bangsa dan negaraku sendiri," jawab Bang Drio dengan tegas.
"hHuh, sungguh sangat sombong berani menolak ajakan aku, itu berarti kau akan mati hari ini juga," timpal Gorbon dengan kesal karena mendengar jawaban dari Pimpinan padepokan Cendrawasih tersebut.
"Whuusss"
Keduanya pun melakukan duel kembali dengan gerakan yang bertambah cepat.
"Sial begitu cepatnya pergerakan mereka sehingga aku hanya melihat kilatan saja" Ucap Rea yang kewalahan mengikuti gerakan pertarungan tersebut.
Untuk kesekian kalinya mereka terlibat jual beli serangan, kali ini Bang Drio melakukan pukulan dengan begitu cepat untuk mencari titik lemah lawan yang ada dihadapannya, tapi Sang Monster Gorbon pun meladeninya dengan tangkisan-tangkisan yang sama cepatnya.
"Bukh!" saat Bang Drio terlalu fokus menyerang, justru bahu kirinya terkena pukulan karena musuhnya melihat celah tersebut dan mengirimkan tinju ularnya dalam gerakan yang cukup sulit, membuat Bang Drio terbanting kebelakang dan tidak cukup disitu serangan selanjutnya menyusul dan mengincar rahangnya, posisi Bang Drio dalam keadaan tidak baik jika tinju itu mengenainya, dia akan mendapatkan luka yang fatal, tapi dengan cerdiknya Bang Drio merobohkan dirinya sendiri, sehingga membuat pukulan Sang Monster Gorbon hanya mengenai udara kosong dan ketika tangan Monster Gorbon sudah melewati dirinya, Bang Drio melancarkan pukulan tangan kirinya dengan *Piramid Carstensz yang begitu tajam layaknya mata Borr tepat diketiak musuhnya, dilanjut dengan pukulan tangan kanan yang dilapisi energi *Gletser Carstensz ditulang rusuknya.
"Brush"
"Bukh"
"Arrght," erang kesakitan Sang Monster Gorbon dia pun berguling-guling menahan sakit, tapi beberapa detik kemudian dia bangkit kembali dengan perlahan, Serangan tersebut berhasil membuat salah satu lengan Sang Monster Gorbon terputus, dan tulang rusuknya patah.