
Semua peserta telah berkumpul di depan Gerbang Gunung Fuji, dengan disaksikan oleh warga sekitar yang penasaran dengan jalannya pertandingan, dan dengan baik hati Clan Fuji menyediakan layar Audio visual di alun-alun kota yang dekat dengan gerbang gunung fuji tersebut.
"Sungguh Gerbang yang sangat kokoh dan juga mempunyai pola array yang sangat rumit, serta tersambung dengan semua titik vital pinggiran pulau Honshu yang dimana akan otomatis membentuk benteng di sepanjang pulau ini, pantas saja selama bulan iblis Bloods Sky muncul kota ini tetap aman, seakan mereka seperti bisa memprediksi kejadian bencana tersebut akan terjadi di muka bumi, maka dari itu, ini adalah kesempatan bagus untuk kalian memperdalam pengetahuan tentang Kultivasi," Ucap Senior Erick sambil menyerahkan sebuah nomer peserta yang bernomor 117 kepada Ruby dan kedua temannya, setelah menyerahkan nomor tersebut dia pun kembali kebelakang untuk menonton jalannya Tournamen.
"Selamat datang wahai kalian para senjata-senjata tumpul dari berbagai belahan dunia, kalian harus tau dalam sejarah berdirinya Clan kami, Clan Fuji tidak pernah menerima murid selain dari garis keturunan kami sendiri, bahkan untuk orang yang berada di negara ini juga akan sulit memasuki perguruan Clan Fuji, tapi karena ini adalah sesuatu yang sangat mendesak Master kami terpaksa sedikit melanggar aturan Clan yang sudah ada lebih dari seribu tahun lamanya, dengan mengadakan Tournamen, dan bagi pemenangnya akan berkesempatan berlatih di Clan kami selama satu bulan dan akan mendapatkan ramuan tingkat tinggi dari Clan Miko yaitu Alkemis elit yang merupakan saudara Clan Fuji sendiri, kalian pasti bertanya-tanya kenapa kami mengadakan Tournamen secara umum, asal kalian tau ini semata-mata demi kelangsungan hidup dunia yang kita tempati, karena sepertinya serangan para monster ketika bulan iblis semakin mengerikan, jadi pergunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin untuk mengasah kemampuan kalian dan jadilah lebih kuat," Ucap Seseorang yang berada di atas gerbang pintu masuk memberi penjelasan.
"Sial kita disebut senjata tumpul, sombong sekali orang itu," ucap seorang yang berada disamping timnya Ruby yang ternyata bernomer 147 yang tidak terima disebut senjata tumpul dan terlihat dia lebih tua dari Ruby dan teman-temannya bahkan hampir seumuran Senior Erick tapi levelnya baru mencapai Silver Level 3.
"Dan untuk peraturannya Tournamennya sangat mudah, kalian hanya harus mencapai puncak gunung Fuji ini dalam kurun waktu dua minggu, lalu di setiap tempat akan tersedia sebuah item senjata atau pun ramuan tingkat rendah sampai tingkat menengah untuk kalian dapatkan, dan di puncak terakhir hanya tersedia sepuluh pintu itu berarti hanya ada sepuluh tim yang akan diterima dari jumlah peserta 200 tim, jadi kalian boleh saling bertarung untuk memperebutkan kuota tersebut, dan tidak perlu ragu dalam bertarung karena tim medis kami dapat menyembuhkan luka berat apapun selama orang itu tidak mati, jadi bersiaplah wahai kalian para senjata tumpul untuk memasuki dunia yang belum pernah kalian lihat dan gerbang akan terbuka hanya dalam waktu kurang dari lima menit maka bergegaslah," Lanjut orang tersebut memberi penjelasan dan setelah kalimatnya berhenti terdengar sebuah deritan gerbang yang terbuka.
"KRIIITT"
"Bhusss"
Hawa dingin pun menyebar ketika gerbang gunung fuji terbuka, hembusannya bahkan terasa sampai pada para peserta Tournamen yang membuat sebagian menggigil kedinginan.
"Hmmz.. Ini bukan hanya dingin biasa, tapi mengandung energi murni dari esensi salju," gumam Ruby yang merasakan aura dari hembusan angin yang keluar di balik gerbang tersebut.
Semua peserta pun berlari dan berebut masuk ke gerbang yang sudah terbuka, karena batas waktu yang diberikan hanya kurang dari lima menit saja.
"Ayo kapten kita juga harus bergegas sebelum gerbang itu menutup lagi," Ucap Ezran yang langsung berlari ke arah gerbang dan disusul oleh Ruby dan Hera.
***
Setelah melewati gerbang, terlihat pemandangan salju yang terhampar hampir menutupi seluruh area kaki gunung fuji, dan semua peserta yang berjumlah 200 tim mulai mendaki gunung fuji dengan jalan yang berbeda-beda.
"Hati-hati sepertinya kita telah memasuki sebuah kabut ilusi," Seru Ruby memperingatkan kedua temannya.
"Huh.. Padahal ini baru beberapa meter saja kita mendaki tapi sudah diberi rintangan," gerutu Ezran
"Jangan banyak menggerutu mulu, namanya juga ujian pasti ada rintangannya, kalau banyak tagihannya namanya utang," Timpal Hera.
"Tapi sepertinya bukan hanya tim kita saja yang terjebak dikabut ilusi ini," Ucap Ruby melihat beberapa tim yang juga berada disana, lalu tanpa diduga muncul monster level B dalam jumlah yang cukup banyak.
"Wow apa-apaan ini baru mendaki beberapa meter saja kita sudah disambut dengan monster level B yang begitu banyak, apa mereka serius ingin membunuh," Seru tim lain yang kaget melihat pemandangan yang tak terduga.
"Aku tak habis pikir bagaimana bisa mereka mengoleksi para monster begitu banyak dengan mudahnya," Ucap Ezran memperhatikan para monster level B yang mulai bermunculan.
"Sepertinya disini ada master yang mempunyai kemampuan mengendalikan monster, lihatlah benda hitam dileher mereka, sepertinya benda itulah yang mengendalikan para monster itu," timpal Ruby sambil menganalisa situasi, semenjak kejadian melawan Monster Level S, pengamatan Ruby terhadap lawannya kian meningkat berkat bimbingan dari Neneknya Hera.
"Sebaiknya kita tidak perlu membuang waktu disini," Ucap Hera mulai mengeluarkan kekuatannya.
"POWER ON : SUMMONING FIRE WOLF" gumam Hera memanggil binatang Spiritualnya yang berbentuk serigala api, walaupun berada di daerah bersalju sepertinya binatang Spiritualnya tidak terpengaruh sama sekali meski berAtribut api.
Dengan sekali gerakan beberapa monster level B langsung tumbang terkena serangan dari binatang spiritualnya, membuat semua orang yang terkejut kecuali Ruby dan Ezran.
"Huh semenjak kejadian Bloods Sky tempo hari, sepertinya membuat mereka berdua semakin menyeramkan saja bahkan kurasa semakin kejam saja," gumam Ezran melihat kedua rekannya itu.
"Hebaat sekali gadis kecil itu, mampu mengeluarkan Binatang Spiritual dengan mudahnya, bahkan bisa membunuh monster Level B dalam satu gerakan saja, dari mana mereka berasal," Bisik tim lain yang melihat kejadian tersebut dan merasa takjub sekaligus gentar terhadap timnya Ruby.
"POWER ON : ICEBIRD", teriak Ruby langsung menembakkan peluru es nya terhadap beberapa monster tepat di kepalanya.
"Jika kalian tidak membantu, sepertinya setelah ini giliran kalian yang akan kami musnahkan," Ucap Ruby mengancam dengan menatap semua tim yang ada disana dengan aura membunuh membuat semua orang bergidik ngeri.
"Heh jangan sombong hanya karena kau membunuh beberapa monster saja," kata seorang perempuan berambut merah yang menggunakan Masker yang menutupi mulutnya dan langsung mengeluarkan pedang yang cukup besar.
"POWER ON : SHARK FANG SWORD," teriak perempuan itu dan langsung menebas lima monster dalam satu ayunan pedang.
"Wow.. Kapten Akane memang hebat, mampu menebas monster hanya dalam satu ayunan, hei Koharu ayo waktunya kita juga beraksi," seru teman satu tim Akane bernama Hotaru, yang ternyata tim tersebut adalah berasal dari Negeri Sakura sendiri.
"Baiklah, POWER ON : ICETHORN ", seru Koharu menyerang monster yang hendak menerjangnya dengan mengeluarkan duri-duri berbentuk es dan langsung menembus jantung monster tersebut.
"POWER ON : LIGHTNING ARCHER", Gumam Hotaru mengeluarkan energi berbentuk panah yang langsung membunuh tiga monster dengan panah petirnya, dan sekarang sisa monster tinggal beberapa saja.
"Untuk mengurangi persaingan sepertinya aku harus menyingkirkan beberapa peserta yang tidak relevan," gumam Akane yang langsung menyerang monster dan beberapa orang dari tim lain dengan serangan pedangnya, membuat beberapa orang langsung tumbang dengan penuh luka.
"Hyaaa," teriak Akane yang ingin menyerang Hera dengan maksud menjajal kekuatannya.
"Traank"
"Duaar"
Tapi tanpa diduga Ezranlah yang menangkis serang tersebut, dia menggunakan gerakan Kunyuk Melempar Buah dengan cara melempar ranting yang dilapisi energi, namun bisa ditangkis oleh Akane tapi dia pun terkena efek yang membuatnya terdorong kebelakang beberapa meter.
"Hmmz... tak disangka ternyata kau juga cukup kuat, kukira hanya dua gadis itu yang mempunyai kemampuan tinggi, sepertinya ini terlalu cepat untuk bertarung dengan kalian, jadi sampai bertemu di gerbang paling atas, Ayo kita pergi," ucap Akane menatap tajam Ezran, lalu melesat pergi setelah kabut ilusi menghilang diikuti dua temannya.
"Huh belum apa-apa sudah membuat permusuhan, merepotkan saja, hai bagaimana dengan mereka" ucap Ezran sambil menunjuk beberapa orang yang terkapar dalam keadaan terluka bahkan ada yang terlihat tidak sadarkan diri.
"Abaikan saja, ada panitia yang akan mengurus mereka, kita lanjutkan perjalanan saja, agar tidak tertinggal oleh tim lain,"jawab Ruby.
"Hey tunggu dulu sepertinya ada sesuatu disana.!"Seru Hera merasakan sesuatu dan benar saja ada sebuah kotak kayu yang berada ditengah-tengah dua batu besar yang tertimbun oleh salju.
"Waw sebuah pil peningkat stamina tingkat rendah" seru Ezran setelah berhasil membuka kotak tersebut, yang ternyata sebuah pil berjumlah lima botol dan langsung memasukannya dijam penyimpan yang juga sebagai tanda kartu lisensi.