
"Baiklah, adik-adik sekalian mungkin didalam sebuah tim dan dimedan pertempuran seorang dengan kemampuan healer, tidak akan berada dibarisan paling depan, yang secara langsung berhadapan dengan musuh tapi ingatlah keberadaan kalian adalah yang paling penting, karena kalianlah yang akan menjadi pendukung utama dari rekan-rekan tim kalian sebagai penyembuh, apalagi dalam pertempuran skala besar, Sang Healerlah yang paling sibuk, maka dari itu kalian harus meningkatkan energi secara maksimal dan kalian harus mempelajari alkimia karena ini sangat berguna bagi tim kalian," jelas Senior Mitha yang seorang healer yang juga mahir dalam alkemis ini dengan panjang lebar.
Panitia telah menentukan untuk Ujian terakhir ini adalah tentang alkimia bagi para healer dan untuk perwakilan setiap tim adalah:
tim 1 : Wydia ( bronze level 4)
tim 2 : Suci ( bronze level 4 )
tim 3 : Firman (bronze level 4)
tim 4 : Hera ( bronze level 4 )
tim 5 : Gita ( bronze level 4 )
tim 6 : Naya (bronze level 4 )
tim 7 : Jingga ( bronze level 4 )
tim 8 : Mutia ( bronze level 4 )
tim 9 : Santi ( bronze level 4 )
"Baiklah meteri ujiannya adalah pertama kalian harus menyembuhkan seekor ikan yang sekarat yang telah di sediakan oleh panitia dan kedua kalian akan membuat pill peningkat stamina level dasar saja, untuk penilaiannya yaitu kecepatan dalam penyembuhan dan kualitas pill yang kalian sempurnakan," ucap Senior Mitha.
"Kak Heraaa semangattt..!" teriak Salwa dibangku penonton yang langsung di sentil kepalanya oleh Adhel.
"Aaww, sakit tau," lenguhnya sambil melirik temannya itu.
"Kau ini kenapa malah dukung tim lain," ucap Adhel dengan muka gemes.
"Jingga juga Semangaaat,"teriaknya kembali
"Ckckc dasar si cebol labil, aaww" teriak Adhel yang langsung merasa kaget karena pahanya langsung di pukul oleh Salwa.
"Huh mentang-mentang bohay ka Adhel ngatain aku begitu," ucap Salwa dengan wajah cemberut membuat orang di sekitarnya menahan tawa saking gemasnya, sementara di arena terlihat kesembilan peserta mulai mendekati meja dan tungku masing-masing, pertama mereka bertugas menyembuhkan ikan yang cukup besar yang sekarat.
" 1 2 3 mulaaiii" teriak Senior Mitha, para pesertapun mulai berkonsentrasi.
"POWER HEALING ON : ADENIUM," bisik Wydia.
"POWER HEALING ON : AGAPANTHUS," ucap Suci.
"POWER HEALING ON : AKASIA," bisik firman
"Meskipun aku tidak terlalu mahir dalam teknik penyembuhan, tapi aku pernah sedikit diajarkan oleh Nenek tentang teknik penyembuhan serta cara pembuatan obat, jadi mari kita coba sekarang, POWER HEALING ON : EDELWEIS SENDURO," gumam Hera.
"POWER HEALING ON : AGERATUM," gumam Gita.
"POWER HEALING ON : ALYSSUM.!" Seru Naya.
"POWER HEALING ON : AMARYLLIS," ucap Jingga.
"POWER HEALING ON : ORCHID," ucap Mutia.
"POWER HEALING ON : AQUILEGIA," gumam Santi.
"Semuanya mempunyai kemampuan yang sangat menakjubkan ya," gumam seorang wanita cantik bermata biru itu, yang baru saja datang dan membuat semua penonton menoleh.
"Eh salam bu dokter Amanda dan silahkan duduk,!" seru Senior Erick mempersilahkan duduk, orang tersebut tidak lain adalah Amanda Rahayu ( gold level 4) seorang healer yang terkenal di negeri ini dan sekaligus pemimpin para dokter di seluruh nusantara ini.
"Hey Erick setua itukah aku sampai dipanggil ibu olehmu", ucap dingin Dokter Amanda
"Hey Ruby siapa wanita cantik yang baru saja datang itu," ucap Ezran bertanya pada Ruby sambil melihat kearah sebrang di tempat para panitia duduk.
"Ouh itu adalah Dokter Amanda Healer ternama dinegeri kita ini bukan juga healer tapi beliau juga ahli dalam pertarungan jarak jauh," ucap Ruby menjelaskan.
"Cantik ya, mau gak ya dia sama aku yang ganteng ini," gumam Ezran yang masih memandang kearah Dokter Amanda.
"Plakk"
"Aw aw apa-apaan sih kau uby jalar," teriak Ezran sambil memegang keningnya yang terkejut akibat ulah temannya itu.
"Hey bocah halu, jangan ngayal ya lagi pula mana mau dokter amanda sama bocah oon plus bau kencur sepertimu hahaa," ledek Ruby dengan tawa yang seperti tanpa dosa sehabis menggeplak kening temannya itu.
"Awas saja kalau si Firman kalah, akan ku suruh dia pake Rok," ucap Danu dari tempat bangku penonton matanya tertuju ke tengah arena, tak seperti Ezran yang jelalatan.
"Heh laga kau nu Danu kayak yang menang aja dipertandingan tadi, nyuruh orang pake Rok segala," sindir Fina
"Hehe, kan biar nambah semangat," ucap Danu dengan pose nyengir kuda.
"Itu namanya bukan memberi semangat tapi memberi beban dodol," ucap Fina menimpali.
Sudah hampir 10 menit para peserta terlihat konsentrasi dengan menyalurkan energi ke bahan uji cobanya masing-masing, di 15 menit awal terlihat ikan yang disembuhkan Hera mulai bergerak-gerak dan langsung menceburkan diri ke baskom yang berisi air, lalu di susul oleh Jingga enam menit kemudian dan Suci pada menit ke 28 seterusnya Wydia , lantas Firman, Mutia , Naya , Santi dan terakhir Gita.
Mereka pun diberi istirahat sebentar untuk melakukan ujian selanjutnya.
Satu jam kemudian pertandingan pun dilanjutkan yaitu test membuat pill tingkat rendah.
"Yaa dikarenakan kita kedatangan tamu yang sangatt istimewa yaitu seorang senior Dokter Amanda maka dengan segala hormat silahkan dokter memimpin pertandingan ini," ucap sopan Senior Mitha.
"tidak ,tidak Junior Mitha silahkan lanjutkan saja olehmu aku hanya ingin melihat pertandingan dengan santai saja dari sini," balas sopan Dokter Amanda.
Para pesertapun sudah siap melakukan alkemis, tepat di depan mereka sudah ada tungku dan bahan bahan yang disediakan oleh panitia.
"Baiklah junior-junior, aku ingatkan membuat pill itu bukan sekedar melakukannya dengan cepat tapi yang utama adalah kualitas, meski kalian paling akhir dalam menyelesaikan questnya bila pill mu itu sangat berkualitas, itulah yang bakal jadi pemenangnya," jelas Senior Mitha.
"POWER ON : FIRE CORE FLAMING THUNDER," Suci pun memulai
"POWER ON : EARTH'S CORE FIRE," ucap Wydia.
"POWER ON : FIRE CORE BLUE SKY," ucap Mutia
"POWER ON : TWILIGHT SKY FIRE CORE," ucap Jingga.
"POWER ON : INTI API SUNYI DEWI AGNI," seru Hera.
"POWER ON : GREEN LOTUS FIRE CORE," ucap Gita.
"POWER ON : METEOR FIRE CORE," seru Firman
"POWER ON : DRAGON BONE SPIRIT FIRE CORE," ucap Santi.
Mereka pun mulai berkonsentrasi dengan perlahan-lahan memasukan bahan ramuan dan hampir dua jam lebih pertandingan sudah berjalan, karena mengendalikan inti api teknik tersulit bagi para pengguna energi di level apa pun itu, dan aroma pill pun mulai tercium.
Mereka pun hampir berbarengan menyelesaikan ujian tersebut dan disertai cahaya yang berwarna warni.
"Wow indah sekali ya," seru Kadek karena ini pertama kalinya dia melihat proses alkimia begitu juga dengan yang lain.
"Baiklah sekarang kita mulai menguji pill yang paling berkualitas diantara yang berkualitas," Seru Senior Mitha.
Para panitia pun memeriksa satu persatu pill yang sudah jadi dan mereka terpesona dengan kualitas seluruh pill ini, dan peringkat pertama ternyata dimenangkan oleh Hera karena dia berhasil membuat pill dengan tiga corak sementara yang lain hanya dua, dengan ini keseluruhan ujian pun selesai.