Power Flow

Power Flow
Sensei Empat Arah Mata Angin



Dengan langkah mantap orang itu pun maju,terlihat dipunggungnya terdapat pedang yang sangat besar dengan lebar hampir 30 cm.


"kalau tidak salah itukan Pangeran ketiga dari kekaisaran Britania raya yaitu Pangeran Philips," Ucap salah satu murid yang berasal dari negeri Soviet.


"Hah yang benar? tapi kalau dilihat-lihat sih dia memang memiliki aura seorang pemimpin," timpal Hyung Mori sambil memperhatikan Pangeran Philips.


"Berarti pedang besar yang ada dipunggungnya adalah pedang Excalibur yang terkenal itu," ucap Ezran dengan wajah yang takjub.


"Hehee.. tak disangka orang yang dikirim untuk mengikuti pelatihan dari Kekaisaran Britania adalah seorang pangerannya sendiri, salam Pangeran ketiga" ucap Sensei Arashi.


"Jangan terlalu formal begitu Sensei, seharusnya saya lah yang memberi hormat pada anda, karena mulai sekarang anda juga salah satu Sensei saya," timpal Pangeran Philips.


"POWER ON : UNLIMITED SWORD SLASHES" teriak Pangeran ketiga langsung melancarkan serangan ke arah target latihan dengan menebaskan pedangnya dengan gaya horizontal dari jarak yang cukup jauh.


"SLASH"


Terlihat tiga sayatan yang cukup besar diudara muncul dan langsung mengarah ke tornado, ketika akan mencapai target ketiga sayatan itu tiba-tiba berubah arah, dua sayatan langsung berada disamping dan sayatan ketiga meluncur keatas.


"Mulai" gumam Pangeran Philips sambil menebas dengan gaya vertikal dari arah depan, seperti paham dengan aba-aba yang diucapkan oleh Pangeran dari kekaisaran Britania itu, ketiga sayatan itu langsung menyerang secara bersamaan dengan dirinya.


"DUARR"


Dan ketika mengenai target serangan tersebut langsung meledak, Pangeran Philips tak berhenti di situ dia langsung kembali melancarkan serangan susulan dengan gerakan yang sama yaitu mengaliri energi pada pedangnya.


"Hyaaattt"


"SLASH"


"Duarr"


"Hosh hosh hosh" Sang Pangeran mulai ambruk kelelahan setelah terdorong beberapa meter, andai dia tidak menancapkan pedang besarnya ketanah mungkin akan terhempas lebih jauh, bahkan peserta lain yang dibelakangnya harus mengeluarkan perisai untuk melindungi diri akibat ledakan energi dari tornado tersebut.


"hehee... lumayan juga, untuk sejauh ini kaulah yang hampir berhasil Pangeran, sepertinya levelmu berada diatas rata-rata semua yang ada disini," ucap Sensei Arashi sambil memegang sebuah kain yang ternyata masih utuh tanpa sedikitpun tergores dari serangan yang yang dilakukan oleh Pangeran Britania itu.


Sementara ditempatnya Ruby terlihat semua murid tengah berhadapan dengan sosok ikan paus terbang yang berukuran kurang dari lima meter, tapi itu cukup membuat mereka kewalahan.


"Hei hei, ayolah masa kalian sudah kerepotan dengan Ikan yang berukuran kecil seperti ini, bagaimana kalian nanti berhadapan dengan Monster Level S," seru Seorang pelatih perempuan berambut sebahu itu.


"POWER ON : ICEBIRD" Teriak Ruby mengeluarkan jurusnya sambil meliuk-liuk menghindari semburan-semburan dari makhluk air tersebut.


"Dorr"


Tembakan Ruby berhasil mengenai ekor Sang paus yang membuatnya membeku tapi itu hanya mampu bertahan dalam beberapa detik, bahkan semburan Paus biru itu malah bertambah kuat dengan menyemburkan es yang sangat runcing layaknya tombak.


"Sial bahkan dia menyerap kekuatanku dengan mudah dan membalikannya dua kali lipat," gumam Ruby


"POWER ON : LANCIA D'ACQUA" teriak seseorang yang membantu Ruby dengan mengeluarkan tombak air berbentuk trisula, yang membuatnya sedikit bernafas karena dengan serangan tersebut.


"terimakasih Ermina," ucap Ruby pada seorang gadis yang membantunya.


"Sama-sama Ruby, memang sepertinya kita harus bekerja sama dalam menghadapi paus Megalodon ini," timpal gadis pirang bermata biru yang disebut Ermina itu.


"Merepotkan sekali binatang air ciptaan Sensei Yuna ini padahal bentuknya hanya beberapa meter saja," Gumam Koharu


"Sial aku tak menyangka akan sesulit ini, pantas saja Clan Fuji dan Clan Miko adalah salah satu yang terbaik dari lima organisasi didunia dalam menangani musibah Bloods Sky," kata Maringka yaitu gadis salah satu perwakilan dari Soviet.


"Makanya setiap tahun guild di negeri kami selalu meminta kedua Clan ini, untuk melatih setiap muridnya meski dengan bayaran yang sangat mahal, dan baru tahun ini mereka menerima secara gratis dan bahkan mengijinkan Murid dari negeri lain untuk ikut magang disini," terang Migumi murid dari Guild Senjuku.


Ditempat lain yaitu di bagian utara tempat latihan para Element tanah, terlihat mereka tengah berhadapan dengan Golem berukuran sepuluh meter yang diciptakan oleh Sensei Yamaguchi dan hampir semua murid magang dari berbagai negara itu terkapar.


"Hoi hoi hoi jangan bercanda, yang benar saja katanya kalian murid terbaik di negara kalian masing-masing tapi kenapa lembek begini sih?" singgung Sensei Yamaguchi sambil memakan beberapa cemilan dengan santainya.


Lalu disebelah barat terlihat kobaran api membumbung tinggi dengan sosok naga yang berukuran besar tengah terbang dan atas dikepalanya terdapat seseorang seperti sedang mengendarai naga tersebut, yang tak lain adalah Sensei Higurashi begitulah dia memperkenalkan diri pada mereka.


"Hosh hosh, energiku sepertinya semakin terkuras habis saja" ucap Akane yang sedang memegang pedang besar bertaring hiu.


"Huh kau mempermalukan tuan rumah saja, baru segitu sudah hampir kehabisan semua energimu," ledek Kagura


" berisik.. Kau juga sama saja kan, mulai terkuras habis energimu?" timpal kesal Akane pada murid dari Senjuku itu.


"Sudah-sudah kenapa kalian malah bertengkar," ucap Juliet murid dari kekaisaran Britania yang heran melihat tingkah laku keduanya padahal mereka sama-sama dari negeri sakura.


"Awaassss" teriak Yu yan sambil menghindar dari semburan Sang naga api yang diciptakan oleh Sensei Higurashi.


"Sial apa dia benar-benar ingin membakar kami hidup-hidup," umpat Shinwo murid dari Guild Haenjin salah satu Guild terbesar dinegeri Gingseng.


"POWER ON : AMUKAN KAWAH CANDRA DIMUKA," teriak Hera yang tidak mempedulikan perdebatan antara murid dari kedua Negeri sakura itu dan langsung kembali menerjang Sang Naga api tersebut dengan pukulan yang membara dan dengan cepat disambut oleh kibasan ekor Sang Naga.


"Duarr"


Hera terpental kembali akibat hempasan dari ekor Sang Naga, setelah dia mendaratkan pukulannya dan mendarat kembali ketanah tanpa terluka karena dia dengan cepat mengaktifkan perisai energinya.


"Hebat juga anak itu, dia mampu dengan cepat melakukan pertahanan ketika melakukan penyerangan, sungguh anak yang menarik," gumam Sensei Higurashi


"Tsk.. Sungguh sulit untuk melihat celah dari kekuatan Sensei itu," gumam Hera sambil memperhatikan dari bawah.


"Hai kalian apa akan terus berdebat, lebih baik kita satukan kekuatan kita untuk mengalahkan Naga yang dibuat Sensei Higurashi," seru Hera tanpa mengalihkan pandangannya pada naga api tersebut.


"Heh, kenapa kau yang harus memerintah gadis kecil," seru tak terima seorang perempuan berkulit coklat dari Negeri Fharaoh yang bernama Zenneth.


"Baiklah aku setuju dengan saranmu," ucap Anna gadis muda dengan rambut terurai dari negeri Tango tersebut.


"Memang tidak ada pilihan lain, kita harus bekerja sama apabila ingin mengalahkan naga tersebut," Timpal Fabio Seorang lelaki dengan rambut sebahu yang diikat kebelakang, tanpa memperdebatkan lagi kesembilan murid magang itu berdiri dengan sejajar dan bersiap untuk melakukan penyerangan secara bersama.


"Hohoho... sepertinya kalian mulai terlihat kompak, mari kita lihat seberapa kuatnya serangan kalian secara bersama-sama itu.


"Oke kita mulai teman-teman, POWER ON : HI NO UMI" teriak Kagura memulai serangan dengan memutar pedangnya searah jarum jam layaknya bulan purnama.


"POWER ON : JIOG MAGDAEGI," teriak Shinwo tak kalah garang dengan memunculkan tombak api yang cukup besar dan mengarahkan ke Sang Naga.


Semua murid bertipe api tersebut melancarkan serangan secara bersamaan mengarah ke Naga yang masih meliuk-liuk diudara dan Sensei Higurashi tersebut meladeni mereka, lalu terjadilah ledakan yang sangat dahsyat.


Dan beberapa menit setelah terjadi ledakan, terlihat para murid terbaring ditanah karena kehabisan energi.


"Haahaaa... terimakasih sudah menghiburku, jadi kali kalian lulus untuk menjadi muridku," Seru Sensei Higurashi dengan tertawa terbahak-bahak, memang dari keempat Sensei yang melatih murid magang, Sensei Higurashi lah yang paling sadis dalam metode pelatihannya.