Power Flow

Power Flow
Membantu Hera



"Sepertinya disini hanya tersisa monster level C saja, aku harus segera membantu yang lain.." gumam Ezran setelah berhasil mengalahkan beberapa monster yang cukup kuat.


"POWER ON : RENGKAH GUNUNG," teriaknya dan langsung mengbabat habis para monster level C dalam satu gerakan.


"Hai paman prajurit sisanya ku serahkan pada kalian," teriaknya pada para prajurit yang ada dibelakang, dia pun bergegas berlari menuju tempatnya Hera.


Sementara ditempat Hera bertarung.


"POWER ON : HOLY FIRE," gumam Hera sambil melemparkan energi api berwarna kebiruan pada kedua monster yang ada didepannya.


"Boom"


Tapi para monster itu dapat menghindarinya.


"Sial cepat sekali gerakan mereka," ucap Hera dalam hati,kedua monster itu pun mulai menerjang Hera dengan beringas.


"Bak Buk Bak Buk"


"Trang Treng"


Terlihat Hera berusaha meladeni serangan kedua monster tersebut, mereka saling takis dan saling pukul, percikan-percikan energi terlihat ketika mereka saling jual beli pukulan.


"Bruakh"


Dia pun berhasil menendang salah satu monster dengan kakinya, yang sudah di lapisi energi yang membuat monster itu marah dan langsung mengerahkan semua kekuatannya.


"POWER ON : KUNYUK MELEMPAR BUAH." teriak seseorang yang tak lain adalah Ezran si saudara kembarnya itu datang membantu.


"Boom"


Sehingga membuat monster yang tadi hendak menyerang Hera, sekarang terdorong ke belakang akibat serangan darinya.


"Terimakasih kak.." ucap Hera sambil meladeni satu monstern lainnya.


"Ya sama-sama, maaf aku agak terlambat, tapi hebat sekali kau Ra bisa bertahan meladeni 2 monster level B 4," ucap Ezran memuji adik kembarnya.


"Bukan apa-apa, aku bisa saja mengalahkan mereka berdua, karena kakak sudah ada di sini aku bisa menghemat energi ku" ucap Hera sambil tersenyum dan melompat kebelakang untuk melakukan serangan selanjutnya.


"Huh.. percaya-percaya, kau itu memang hebat," jawab Ezran agak sebal, karena bantuannya hanya di anggap biasa saja.


"POWER ON : LAHAR HITAM KAWAH CANDRA DIMUKA," gumam Hera yang membuat kedua tangannya di lapisi oleh lava hitam.


"Hey hey kau serius menggunakan kekuatan itu.." ucap Ezran yang was-was melihat Hera menggunakan jurus itu, yang mana jurus tersebut baru saja dia pelajari.


"Tidak perlu khawatir kak, aku sudah bisa mengendalikannya," jawab Hera dengan santai dan penuh keyakinan.


Monster di depannya pun tidak tinggal diam, dia melakukan pemusatan energi untuk melakukan serangan kembali, bahkan lebih kuat dari sebelumnya, terlihat energi hitam berkumpul disalah satu lengannya, yang membuat lengan monster tersebut membesar dan berotot.


"Hiyaaaatttttt"


"Boom"


"Boom"


"Hehe.. meski kau bisa menangkisnya tapi kau akan tetap terbakar monster jelek, karena lava hitam ku bisa membakar apa pun, meski itu adalah api sekalipun.."ucap Hera tersenyum puas dengan keadaan musuhnya yang semakin kewalahan.


"aarrgh"


Monster itu pun mulai meraung karena kesakitan akibat lava hitam itu dan membuatnya lengah.


" POWER ON : PERCIKAN LAVA HITAM MENEMBUS MAYAPADA," ucap Hera sambil mengarahkan jari telunjuknya ke depan seperti gerakan menembak.


"Syuutt"


"Boom"


"Boom"


Serangannya pun langsung mengarah ke jantung Sang Monster, dan membuatnya hancur tanpa sisa.


"POWER ON : RENGKAH GUNUNG," gumam Ezran yang juga sedang meladeni monster, dan langsung beradu pukul dengan musuhnya.


"Bukh"


Keduanya pun saling terdorong beberapa langkah setelah mereka beradu pukulan berlapis energi.


"POWER ON : KUNYUK MELEMPAR BUAH" ucap Ezran mengeluarkan jurus keduanya, sambil melemparkan energi mematikan ke arah monster tersebut.


"Syuuuttt"


Namun Sang Monster itu berhasil menghindarinya, tapi memang itu yang dihl harapkan oleh Ezran, dia pun dengan cepat memusatkan energi di kakinya dan menghentakan kaki ke tanah dengan keras, membuat dia langsung berada di depan monster tersebut, dan dengan sigap mengeluarkan jurus berikutnya.


"POWER ON : SAPU JAGAD MENGHEMPAS DEWA BAYU," teriak Ezran menyiapkan pukulan energi bertipe angin.


"BUukh"


"Brukh."


"Boom"


Terlihat monster itu pun hancur berkeping-keping oleh tornado kecil, seperti tersayat oleh angin yang mirip sebuah pisau.


"Hosh hosh... Capenya" gumam Ezran sambil terduduk di atas tanah karena kelelahan.


"Huh.. Lambat sekali kau kak," ucap Hera meledek kakaknya.


" Ah sialan kau, segini juga udah di bantu, dasar saudari yang gak ada akhlak.." jawab Ezran dengan jengkel.


"Ayo kita harus bergegas ke tempat Ruby" ucapnya lagi tanpa mempedulikan Ezran yang ngedumel, mereka pun bergegas ke tempat Ruby untuk memberi bantuan.