
Pertempuran kembali pecah, antara pasukan pemburu di bantu para prajurit melawan gerombolan monster, meski begitu terlihat monster class elit masih berdiam diri, tidak ikut campur dalam pertempuran dan hanya mengamati saja, mereka seperti menganggap masih belum waktunya turun ke medan tempur.
"Master apa anda baik-baik saja?" tanya Tetua Elijah yang merasa khawatir dengan keadaan Sang Pimpinan Padepokan Cendrawasih itu.
"Aku lumayan baik-baik saja dan masih sanggup bertarung, apalagi sekarang kalian ikut membantu, jadi mohon kerjasamanya teman-teman, karena aku akan mengerahkan kekuatan pada Monster itu meski harus menguras semua energiku," jawab Bang Drio dan dia pun akan mengeluarkan semua kekuatannya kali ini.
"Ya tentu saja Master kita harus mempertahankan tanah air kita sampai titik darah penghabisan," timpal Tetua Josep dengan semangat.
Di depan mereka terlihat Sang Monster Gorbon sedang meregenerasi tubuhnya yang terluka akibat serangan sebelumnya dari Tetua Elijah, yang berhasil memblok jurus beracun milik Monster Gorbon yang membuat dia terkena jurusnya sendiri.
"Grrrr... Kalian memang semut-semut yang menjengkelkan, meski kalian bertiga menghadapi ku sekaligus, itu tidak berarti sama sekali karena kalian akan tetap mati," kata Sang Monster Gorbon penuh amarah dan memandang rendah pada lawan yang ada di hadapannya.
"POWER ON : GENDERANG EM," gumam Tetua Josep, lantas kedua tangannya secara bersamaan menyentuh tanah, lalu muncullah sulur-sulur kayu yang kemudian membentuk dua pasang patung dengan tinggi hampir 4 meter, dia pun melompat ke salah satu bahu patung itu dan mulai mengendalikan kedua patung tersebut dengan cara memainkan Gendang Tifa, dalam mode ini Tetua Josep hampir setara dengan level Diamond tingkat satu.
"POWER ON : EPIMACHUS MEYERI" gumam Tetua Elijah mulai mengaktifkan kekuatan keduanya, lalu muncullah Sabit yang cukup besar yang tercipta dari energi supernaturalnya itu, kini terlihat Tetua Elijah seperti mirip Shinigami Malaikat maut pencabut nyawa.
"Hmmz... sudah cukup lama kita tidak bertarung secara bersama-sama, sejak kita mengembang tugas masing-masing sebagai pengurus tertinggi di Padepokan Cendrawasih", ucap Bang Drio yang teringat kembali masa-masa mereka bertarung sebagai tim bahkan Tetua Elijah sendiri adalah putri pendiri dari padepokan tersebut.
"Bugh"
Sang Monster Gorbon mulai menyerang mereka bertiga sekaligus, serangan ekornya tertuju ke Tetua Josep tapi berhasil diblok oleh tameng miliknya, yang sekarang berada ditangan patung yang di kendalikannya, lalu dengan cepat patung satunya lagi memukul ekor Sang Gorbon, sementara kepala yang lainnya menyerang Tetua Elijah dengan menyemburkan racun berbisa, tapi dengan cepat Tetua Elijah melesat terbang menghindar dari serangan itu.
Sementara Bang Drio yang sedang mengumpulkan energi kembali dengan cara memfokuskannya ditangan sebelah kanan.
"POWER ON : DOUBLE ATTACK GLETSER CARSTENSZ," teriak Sang pimpinan padepokan Cendrawasih itu, dan mulai menyerang musuhnya dengan sekuat tenaga.
"Bhush"
"Boom"
Serangan tersebut berhasil membuat salah satu kepala Sang Monster Gorbon membeku, lalu hancur berkeping-keping.
"Bagus Master padepokan," teriak Tetua Elijah yang melihat pukulan itu berhasil menghancurkan salah satu kepala musuhnya.
"Goblin bantulah si Gorbon bodoh itu, sepertinya dia kewalahan menghadapi ketiga manusia tersebut," ucap Sang Pimpinan Monster Zou King, memberi perintah ke Goblin X dia pun dengan cepat melesat untuk membantu Monster Gorbon.
"Slash"
"Cratt"
"Arrgh", erang Bang Drio yang terkena serangan mendadak apalagi dia dalam keadaan kehabisan energi yang membuatnya tidak sanggup menghindar.
"Brugh"
Bang Drio pun tumbang dengan luka sayatan dileher yang begitu dalam dan darah segar pun mengalir deras keluar dari tempat tersebut, membuat Bang Drio mulai kehilangan kesadarannya.
Semua orang terlihat kaget karena serangan tersebut begitu cepat dan hanya bisa melihat Bang Drio meregang nyawa oleh musuh yang baru saja datang.
"Diam kau Goblin, kau berhasil membunuhnya karena dia sudah kehabisan Energi akibat pertarungannya dengan ku, dan kau itu hanya menyerang ketika dia lengah," ucap Sang Monster Gorbon membela diri, karena dia tidak terima di bilang bodoh, bagaimanapun dia mengakui ketiga manusia yang menghadapinya mempunyai kekuatan yang cukup kuat, yang dapat berpeluang bisa saja membunuh dirinya.
Melihat kejadian barusan Tetua Elijah yang sekarang berada di udara begitu sangat terpukul, sedih bercampur marah karena rekannya yang dari masa remaja bersama-sama telah meregang nyawa ditangan Monster Goblin, dia pun melesat dengan kecepatan tinggi kearah Monster Goblin X.
"Whusss"
"Slash"
"Traankk"
"Brugh"
Tapi serangan Tetua Elijah berhasil diblok oleh Sang Monster Goblin X meski begitu tubuh Goblin X terpental kebelakang dan menghantam bebatuan.
"Hey.. Tetua Josep Serahkan mahluk kerdil ini kepada ku, kau urus saja ular sawah itu apa kau sanggup melawannya sendirian," ucap geram Tetua Elijah yang masih menatap tajam kearah kepulan debu tempat Goblin X terpental.
"Baik serahkan saja Monster ular ini padaku, kau fokus saja pada si Goblin itu dan balaskan perbuatannya terhadap pimpinan padepokan kita," jawab Tetua Josep.
Setelah kepulan debu mulai menghilang, terlihat sosok Sang Monster Goblin X telah berdiri, lalu kuku di seluruh jarinya mulai memanjang dan terlihat sangat tajam sepertinya itulah yang menyebabkan terbunuhnya Sang Pimpinan Padepokan Cendrawasih Bang Drio.
"xixixixi.. ini akan jadi semakin menarik, sekarang aku paham apa yang di katakan si Gorbon itu, ternyata kalian memang punya sedikit kemampuan untuk mengimbangi Ras kami, lalu gerakan kau cukup cepat juga dan lagi kau mempunyai sayap di unggungmu seperti Ras Harpy saja yang ada di dunia kami", ucap Sang Monster Goblin X dengan mengusap darah yang keluar dari bibirnya.
"Slash"
"Traank"
Tanpa banyak bicara Tetua Elijah mengayunkan Sabitnya kembali kearah Sang Goblin X, tapi kali ini dia telah siap dan berhasil menangkisnya.
"Whussh"
Sang Goblin X balik menyerang Tetua Elijah dengan cara menendang ke arah perutnya, tapi berhasil dihindari dengan melakukan gerakan sedikit memundurkan badannya dan tendangan Goblin pun hanya mampu menghantam udara kosong.
"Bukh"
Ketika tendangan Sang Goblin X hanya mengenai udara, dengan cepat Tetua Elijah memukul kakinya dan berhasil membuat ke seimbangan Sang Goblin goyah, lalu Tetua Elijah mencoba melakukan pukulan selanjutnya ke arah tenggorokan, tapi ternyata itu hanya tipu muslihat dengan cepat Sang Goblin menghindar, dia pun berhasil menggunakan cakarnya yang berhasil mengenai wajah Tetua Elijah, tapi untungnya Sang Putri pendiri Padepokan Cendrawasih itu sempat mengelak dan hanya mendapatkan goresan di pipinya,Tetua Elijah pun mengusap darah di pipinya yang terkena serangan Sang Goblin X itu.
"Hebat juga dia berhasil mengelak dari cakaran ku barusan dan hanya mendapatkan luka gores saja," gumam Sang Monster Goblin X dalam hati, karena dia lumayan terkejut Tetua Elijah berhasil menghindar dan hanya mendapatkan luka ringan saja.
"Hyaaa", Teriak ke duanya mulai saling menerjang kembali.
"Slash Slash Slash"
"Traank Treenk Traak"
Mereka terus saling melancarkan serangan terlihat percikan percikan api ketika senjata Sabit Tetua Elijah beradu dengan Cakar Sang Goblin X tersebut.