
"Saya tidak menyangka, ada murid kuat yang anda bawa Tuan Sky, dan juga dia mampu meningkatkan level hanya dalam beberapa gerakan saja, seolah-olah dia bertarung sambil melakukan kultivasi," Ucap Komandan Absolom merasa takjub dengan apa yang dilakukan oleh Hera yang mampu mengalahkan bawahannya tersebut, meski si prajurit muda itu mengeluarkan Esensi pedangnya hingga langkah kelima.
"Sayapun sama terkejutnya seperti anda komandan Absolom, saya kira dia itu hanya murid dengan level silver biasa," timpal Tetua Sky yang juga kagum dengan potensi dari murid magang yang berasal dari negara bagian asia tenggara itu.
Kedua orang tersebut tidak mengetahui bahwa Hera telah mencapai Level Gold tingkat 2 dan dia pun masih berdiri di arena untuk menunggu penantang selanjutnya dari pihak prajurit kerajaan.
"Jadi siapa lagi yang ingin, melawan gadis ini," seru Komandan Absolom kepada para bawahannya.
"Aku saja, aku saja, aku ingin mencoba seberapa kuat gadis itu," seru semua prajurit kini berebut ingin tampil menjajal kemampuan dari saudari kembarnya Ezran itu.
"Hahaha, memang cocok kalian menjadi prajurit di bawah komando ku, bukannya down tapi kalian tambah semangat melihat lawan yang terlihat kuat," seru bangga komandan Absolom.
"Baiklah, kalau begitu biar aku tunjuk saja, diantara kalian semua," lanjutnya dan langsung menunjuk salah satu prajurit yang berrambut biru, dan orang tersebut langsung loncat ke arena untuk berhadapan dengab Hera.
"Baiklah perkenalkan namaku adalah Genus berelemen dasar angin tapi bisa mengendalikan beberapa element lain, jadi mohon bimbingannya Nona," ucapnya memperkenalkan diri.
"Salam kenal juga kak prajurit Genus," balas Hera dengan sopan, dan tanpa aba-aba dari Komandan Absolom, Genus langsung menyerang Hera membuatnya terpental cukup jauh meski dia sempat menggunakan perisai api untuk menahan serangan dari musuhnya itu.
"arrght.. Sial kau tampang saja kayak orang baik, tapi serangan kau bagai tahu bulat, dan juga element anginmu seperti sekuat kakakku," Seru kesal Hera terlihat tangannya mengepul sebuah asap sisa dari dia mengeluarkan jurus perisai api.
"POWER ON : SUMMONING FIRE WOLF," teriak Hera mengeluarkan binatang spiritualnya, lalu muncullah serigala api berwarna putih dengan api biru menyelimuti seluruh tubuh binatang panggilannya teesebut.
"POWER ON : SUMMONING SILVER EAGLE," serunya lalu muncul dari balik tubuhnya seekor elang berselimut awan putih yang lebih besar dari dirinya dengan merentangkan kedua sayapnya.
Serigala spiritual Hera pun melolong dengan keras untuk mencoba mengintimidasi musuhnya, namun sepertinya elang berwarna perak tersebut tidak gentar sama sekali.
"Heh... Kau meremehkan elang spiritualku ya gadis kecil, asal kau tau dia juga mempunyai pertumbuhan super, beri pelajaran anjing kampung itu,"gumam Genos memberi perintah pada binatang yang dia panggil untuk menyerang ke arah Hera dan serigala sucinya.
"WHUSSS"
Dengan melesat lurus bak anak panah elang tersebut menyerang, tapi serigala yang Hera panggil pun dengan cepat berusaha melindungi tuannya dengan cara menembakan bola api yang dikeluarkan dari mulutnya.
"WHUSSS"
"WHUSSS"
"SLASH"
"SLASH"
Selain lincah menghindari serangan, elang panggilan Genus pun mampu menebas bola api yang di lesatkan oleh serigala suci milik Hera tersebut dengan menggunakan sayapnya.