Power Flow

Power Flow
Runtuhnya Padepokan Cendrawasih dan Hancurnya Nusantara bagian Timur



Setelah kekalahan ketiga orang tertinggi dari Padepokan Cendrawasih, pertempuran mulai berjalan tidak seimbang, meski mulai datang bantuan dari padepokan lain untuk membantu Padepokan Cendrawasih, tapi setelah Para Monster Elit turun tangan semua itu dengan mudahnya dapat dikalahkan, meski begitu semangat juang semua orang tidak luntur sedikit pun.


"Tetua Mario, anda masih kuat bertahankan?" Tanya Senior Rudi yang sekujur tubuhnya penuh dengan luka.


"Aku masih sanggup bertahan dalam beberapa menit lagi, meski seluruh tubuhku mulai mati rasa, kita harus memberi waktu pada Johan dan teman-temannya sampai ke daerah yang cukup aman," balas Tetua Mario yang juga dalam keadaan sama seperti Senior Rudi, mereka berdua tengah berhadapan dengan salah satu Sang Monster Elit Khoro.


"jhohoho.. ternyata kalian masih sanggup menahan serangan dariku, meski aku sudah mengeluarkan teknik gas beracun Coronasius yang dapat melumpuhkan beberapa lusin pasukan Elf," ucap Sang Monster Khoro yang di sekitar tubuhnya dikeliling asap gas yang mematikan.


"POWER ON : TEKNIK PEDANG SAYAP GARUDA," teriak Senior Rudi yang langsung mengarahkan pedangnya ke musuh yang ada di depannya.


"Slash Slash"


Meski berhasil menebas tubuh Sang Monster Khoro, tapi bagai menebas sebuah asap yang tidak berefek sama sekali.


"Whuss"


"Bukh"


"Arrgh", erang Senior Rudi yang kembali terpental akibat pukulan dari musuhnya.


"Hosh hosh hosh.. Sial kenapa sewaktu kita menyerang tidak pernah bisa melukainya dan selalu saja hanya menembus tubuh asapnya saja tapi ketika dia memukul, tubuh asapnya itu bisa melukai kita dengan sangat mudah," ucap heran Senior Rudi yang kelelahan karena energinya hampir menipis


"ya bahkan ketika aku menggunakan teknik Bhukere untuk memperlambatnya, itu tidak berguna sama sekali," timpal Tetua Mario.


"KABUT ILUSI BERACUN," gumam Sang Monster Khoro, disusul dengan asap yang keluar dari seluruh pori-pori di tubuhnya langsung menyebar mengarah ke Tetua Mario dan Senior Rudi.


"Hati-hati, sepertinya ini bukan kabut biasa," Ucap Tetua Mario.


"POWER ON : PARADISE EYES, meski tak sekuat energi penglihatan Tetua Elijah, tapi mungkin ini akan berguna dalam keadaan seperti ini," gumam Tetua Mario mengaktifkan teknik mata Cendrawasih.


"POWER ON : FLAMINGO MASK," ucap Senior Rudi yang juga mengaktifkan tekniknya.


Lalu tubuh merek telah diselimuti sebuah asap, tapi anehnya tiba - tiba tempat mereka berubah dengan sebuah hamparan awan yang luas.


"Hai apakah kita di pindahkan ke tempat lain," ucap heran Tetua Mario melihat pemandangan tersebut.


"Roar"


Tiba-tiba muncul monster berbentuk Singa yang sangat besar dengan jumlah yang cukup banyak, dari balik awan yang diciptakan oleh Sang Monster Khoro dan mulai mengepung mereka berdua.


"Brakk"


"Aarrgh sial apa-apa itu cepat sekali gerakannya padahal aku sudah menggunakan Paradise Eyes," Erang Tetua Mario yang terkena serangan.


"Tempat ini sepertinya bukan tempat biasa, ini bisa menyerap energi didalam tubuh kita dan juga semakin kita mengalahkan monster itu, malah semakin bertambah banyak dengan membelah diri mereka," Ucap Senior Rudi yang juga terkena pukulan yang membuatnya memuntahkan darah kental.


"Cukup bermain-mainnya, hai Dark Engalo cepat cari inti buminya," perintah Sang Pimpinan Monster Zou King kepada bawahannya.


"Baik Tuanku," ucap Sang Monster Elit Dark Engalo, lalu dia mulai memfokuskan kekuatan pada matanya.


"Bagus, sepertinya memang benar setelah ketiga orang itu mati, segel penghalang tadi mulai tidak terlalu kuat seperti sebelumnya", gumamnya dalam hati.


"Tuanku sepertinya inti Bumi itu ada di bawah pohon sebelah sana," ucap Sang Monster Dark Engalo, menunjuk kearah tempat di mana ada sebuah pohon pisang yang besar dan tinggi yang dijaga oleh beberapa pemburu dan prajurit yang menggunakan meriam energi.


"Valderou lakukan tugasmu dengan cepat," perintah Zou king ke Jendralnya itu.


"hai kau Gorbon mau sampai kapan akan bersembunyi disana atau kau mau tinggal disini lebih lama hah," kata Sang Pimpinan Monster mendekati bekas ledakan yang membuat sebuah danau yang cukup besar.


"Hehe..maafkan saya Tuanku, saya hanya bisa bersembunyi karena kekuatan saya bahkan lebih lemah dari Monster Level D, bila saya keluar sekarang bahkan prajurit manusia yang biasa saja akan mampu membunuhku dengan sangat mudah," Balas Sang Monster Gorbon yang ternyata dia tidak terbunuh oleh ledakan yang sangat besar yang dilakukan dengan mengorbankan Tetua Josep.


"Sialan, manusia brengsek itu sampai-sampai membuatku menjadi selemah ini, aku tak menyangka dia akan meledakan diri dengan tanpa keraguan sedikitpun," gumam Sang Monster Gorbon yang sekarang wujudnya ternyata telah berubah menjadi ular putih yang sangat kecil, lalu dia pun menghampiri Sang Pimpinan Monster itu dan melingkar di tangannya dan berubah menjadi sebuah gelang.


"Minggir kalian manusia - manusia sampah," Bentak Sang Jendral Monster Valderou dengan mengeluarkan niat membunuhnya, yang membuat sebagian prajurit dan para pemburu yang hanya di level Silver tingkat tiga kebawah langsung pingsan di tempat, hanya beberapa pemburu Class Elit yang baru saja tiba dari padepokan yang bertugas membantu Padepokan Cendrawasih, yang mampu bertahan itupun mereka cukup kesulitan.


"Apa - apaan tekanan ini bahkan niat membunuhnya saja mampu memberi tekanan yang sangat besar bahkan jauh lebih besar dari Master Padepokan kami," gumam seorang Pemburu Class Elit yang terkejut dan mencoba bertahan dari tekanan tersebut.


"Slash Slash Slash"


Dengan gerakan yang sangat cepat seperti kilat, tiba-tiba Sang Jendral Monster Valderou sudah berada dibelakang mereka dan kembali seperti menyarungkam sedikit pedangnya.


"Brugh Brugh Brugh"


Dan secara mengejutkan semua Pemburu Class Elit itu tumbang begitu saja tanpa mereka sadari apa yang terjadi.


"Huh.. Ternyata cukup kuat juga segel yang tertanam di Inti Bumi ini, jadi aku harus mengeluarkan sedikit tenaga lebih," gumam Sang Jendral Monster Valderou lalu dengan cepat melakukan sebuah teknik segel tangan.


"Whoosss"


"Drt Drt Drt"


Sedetik kemudian sebuah angin topan bercampur aliran listrik muncul, lalu tanah di sekitar pohon itu mulai retak dan terangkat keudara secara perlahan.


"Hmmz.. cukup besar juga Energi yang di hasilkan Inti Bumi ini dan sepertinya lumayan cukup untuk menambah kekuatan Tuanku," Gumam Valderou yang berhasil mendapatkan energi tersebut, yang ternyata berbentuk Mutiara Hitam sebesar Bola kasti.


Dengan cepat Sang Jendral Monster Valderou sudah berada di depan Sang Pimpinan Monster Zou King.


"Ini Tuanku benda yang kita cari" Ucap Sang Monster Valderou sambil membungkuk menyerahkan Mutiara hitam pada Tuannya.


"Kerja bagus Valderou kau memang bawahan ku yang cepat dalam bertindak," Balas Zou king memberi pujian kepada Jendralnya itu, lalu diapun mulai memakan inti Bumi tersebut, lalu secara tiba-tiba energi disekitar tubuhnya mengalir begitu deras.


"Arrrrggghhh" teriaknya ketika energi meluap meluap dimana Sang Pimpinan Monster itu memasuki Level berikutnya.


"Hosh hosh hosh, jhahaaaa ternyata aku tidak sia-sia datang secara langsung ke dunia ini, hey kalian cepatlah berkumpul kembali," ucap Zou King memberi intruksi ke semua bawahannya.


"Hah.. maaf saja sepertinya aku harus kembali, jadi kalian nikmati saja di dalam ilusi yang kuciptakan ini," gumam Sang Monster Khoro, lalu dia pun pergi meninggalkan tempat pertempuran tersebut dimana Tetua Mario dan Senior Rudi terjebak di dalam kabut ilusinya.


Semua Monster Elit pun telah berkumpul kembali disamping Sang pimpinan Zou king.


"hei Goblin X sepertinya kau juga terluka cukup parah," ucap Sang Pimpinan Monster tersebut, lalu dia pun memegang pundak Sang Monster Goblin X dan dengan sangat tak terduga Regenerasi pada tangannya lebih cepat 10 kali lipat dari biasanya dan tangannya yang terpotong oleh Tetua Elijah telah tumbuh kembali.


"Terimakasih Tuanku," ucap Sang Monster Goblin X dengan membungkuk kepada Pimpinannya tersebut.


Sementara pepohonan dan air tiba-tiba menjadi kering dan gersang setelah inti bumi berhasil diambil oleh Sang Monster Zou King.


"Baiklah sebelum kita pergi dari tempat ini karena waktu kita di dunia ini sudah habis, aku ingin mencoba sesuatu pada kekuatan baru ini," ucap Sang Monster Zou King, dia pun mulai mengumpulkan energi dijari telunjuknya, yang membentuk bola energi yang begitu besar dan melepaskannya kebawah.


"KHABOOOMM"


Sebuah ledakan yang sangat begitu besar dan mampu menghancurkan setengah pulau beserta para pemburu dan Monster tersebut, bahkan efeknya sampai menghasilkan gempa bumi yang dirasakan sampai ke daerah pulau Dewata dan pulau Sulawesi.