Power Flow

Power Flow
Munculnya Monster Level A



Sudah seminggu sejak bulan iblis Bloods sky dimulai, pasukan pemburu dan prajurit terus bertempur dan sudah berhasil menduduki wilayah-wilayah monster yang berada di daerah kota industri.


"Pertempuran yang sangat melelahkan ya," ucap salah seorang pemburu dari padepokan kujang sakti.


"ya, lagi pula ini pertama kalinya ya kau turun langsung ke garis depan ya?" ucap temannya.


"Semakin kesini, semakin bertambah kuat monster yang muncul, bahkan tadi siang saja muncul monster level B puncak.." kata teman satunya lagi.


"Tapi aku saluut untuk junior kita yang ada disana, stamina dan semangat mereka sangat luar biasa," kata orang di sebelahnya yang menunjuk kearah Ruby dan teman-temannya.


"Ya padahal yang dua orang lagi levelnya sama seperti kita yang baru di silver 5," timpalnya lagi.


Terlihat Ruby, Hera dan Ezran sedang beristirahat dan melakukan kultivasi dengan cara menyerap energi dari inti monster yang mereka kalahkan tadi siang, sementara di barak para pimpinan terlihat sedang melakukan rapat.


"Kalau keadaan kita stabil, sepertinya kita akan segera bertemu dengan pasukan dari kota padi di sekitaran daerah Bulakkapal," ucap Komandan Roby sambil menunjuk sebuah peta kota yang tertempel di meja rapat.


"Baguslah kalau begitu, itu akan menambah kekuatan kita, karena biasanya semakin dekat ke pilar hitam itu, monster B puncak biasanya akan berEvolusi menjadi monster level A, jadi kita membutuhkan kekuatan tambahan," timpal Tetua Juna.


"Komandan bagaimana kabar dari pasukan yang menyerbu ke bekas ibukota dari perbatasan kota dan dari daerah pesisir ujung kulon?" ucap Senior Dian bertanya mengenai keadaan di area perbatasan ibukota.


"Sepertinya berjalan lancar, menurut kabar terakhir mereka berhasil merebut daerah sepanjang jalan Protokol thamrin," jawab komandan Roby.


Pada pagi harinya, pasukan mulai bergerak kembali untuk merebut wilayah kota industri


"Komandan sepertinya kita dapat masalah," seru salah satu prajurit pengintai yang berada di garis depan, memberitahu situasi melalui alat komunikasi khusus.


"Memangnya ada apa?" tanya Komandan Roby meminta penjelasan lebih spesifik.


"Karena gerombolan monster kali ini hampir berada di level B semua, dan dengan di pimpin oleh beberapa monster level A," jawab sang prajurit yang membuat semuanya kaget.


"Semuanya bersiaplah dan kerahkan semua kekuatan kalian," seru sang komandan segera memberi perintah pada semua pasukannya.


"Pasukan penembak jitu, apa kalian sudah dalam posisi," tanya komandan memastikan prajurit khusus yang bertugas sebagai sniper.


"aye aye kapten 86," seru mereka serempak yang sudah sebagian berada diatas gedung,terdengar suara derap kaki menggetarkan tanah yang melangkah dari kejauhan, tapi getarannya sudah terasa di tempat mereka, karena saking banyaknya jumlah gerombolan monster kali ini.


"POWER ON : SERULING KEMATIAN," ucap Senior Winda membuka serangan dengan memainkan seruling yang dia bawa.


"POWER ON : CAMBUK GUNTUR," lanjut Senior Dian juga mulai bersiap dengan cemetinya.


"Hmm.. Baru kali ini aku lihat para Senior bersiap dari awal," ucap Ezran merasa heran.


"Sepertinya pertempuran kali ini akan sangat merepotkan," timpal Ruby sambil terus meningkatkam kewaspadaannya dengan menggenggam erat pistolnya.


"Baiklah kita juga harus fokus," ucap Hera.


"Lakukan, sekarang," perintah komandan pada pasukan yang ada di atas gedung.


"Do"


"Dor"


Para penembak jitu mulai beraksi dan membuat beberapa monster tumbang dengan membidik kepala mereka.


"Gggrrrr, manusia manusia kurang ajar mati lah kalian dan jadilah santapan kami," ucap salah satu monster level A sambil melemparkan tombak berAura hitam.


"Syuutttt"


"Syuuttt"


"Duaarr"


Seketika bangunan pun langsung runtuh ketika tombak tersebut di lemparkan.


"Aarghhht" teriak beberapa prajurit penembak jitu yang terlempar ke udara dampak dari serangan barusan, membuat semua penembak jitu gugur seketika, lalu tiba-tiba sebuah cambuk menyerang ke monster tersebut.


"Duarr"


Tapi dengan sigap monster itu berhasil menghindar dengan cara Melompat kesamping.


"Lawanmu adalah aku monster jelek," seru Senior Dian dengan terus menyerang monster tersebut tanpa memberinya sedikitpun kesempatan membalas.


"Hah.. sepertinya kau cukup layak untuk bertarung denganku," balas Sang Monster,mereka pun mulai bertarung dengan sengit.


***


"POWER ON : DOUBLE BIRDPOISON," teriak Ruby sambil menembaki musuh didepannya,


"POWER ON : SUMMONING FIRE WOLF, terjanglah musuh-musuhku"teriak Hera juga mulai menyerang dengan mengeluarkan binatang spiritualnya yang berwujud serigala api.


"POWER ON : SAPU JAGAD PUSARAN BADAI, terhempaslaahhhh," teriak Ezran yang juga dengan penuh semangat menghajar segerombolan makhluk menyeramkan.


"POWER ON : BIG MINGO, SAYATAN PARUH PENCABIK," seru komandan Roby yang langsung menghadapi pimpinan monster yang berlevel A.


" POWER ON : GOLOK MERAH PENGHISAP DARAH," seru tetua Juna yang menerjang dua monster level A sekaligus dan para pemburu lainnya pun mulai mengeluarkan jurus masing-masing.


Pertempuran sengit berlanjut, meski monster kali ini tidak sebanyak 7 hari sebelumnya tapi itu membuat pasukan pemburu kewalahan karena Level monster kali ini berbeda kebanyakan di dominasi oleh monster level B yang di pimpin oleh monster level A.


Terlihat banyak korban berjatuhan di kedua belah pihak.