
"Rasakan ini," seru monster level A itu, yang melakukan serangan dengan sayap merah yang melepaskan durinya.
"Syutt"
"Syuuttt"
"Syuuttt"
"POWER ON : SERAT JIWA TIGA LAPIS," gumam Senior Winda dan muncullah sebuah tameng berwarna emas yang menyelimuti sekitar tubuhnya.
"Traank"
"Traank"
"Traank"
Dan dengan tameng itu berhasil menahan serangan yang dilakukan monster barusan,
tapi musuh didepannya terus melancarkan serangan.
"Ini berbahaya lapis pertamanya sudah hampir mau retak," ucap Senior Winda
"Hohoho... Hebat-hebat, tapi apakah kau bisa menahan serangan ku selanjutnya," tawa Sang Monster dengan seringai yang mengerikan, dan terlihat dia memfokuskan kekuatan kegelapannya pada tangan kanannya, dan membentuk sebuah cakram lebih besar dari sebelumnya.
"Rasaakaan ini," teriak Sang Monster dengan melemparkan cakram sekuat tenaga.
"Syuutt"
"Kraaakk"
"Boomm"
"Arrrght," teriak Senior Winda yang terpental cukup jauh, dan dari mulutnya mengeluarkan darah segar.
"Hyaaaa.." Monster itu pun masih melakukan serangan dengan beringas, lalu kakinya yang siap menendang ketika Senior Winda masih dalam ke adaan terbaring.
"Buukh"
Meski berhasil menahan tendangan musuhnya dengan cepat mengaktifkan jurus *serat jiwa, tetapi Senior Winda pun kembali terpental karena efek dari tendangan tersebut, tapi dengan cepat dia mulai bangkit kembali.
"Siialan kau monster jelek, POWER ON : SERULING TATAR BAYU," ucap Senior Winda lalu dia menggunakan seruling nya menjadi sebuah sumpit(sipet) dan menembakan kearah monster tersebut, senjatanya pun meluncur dengan cepat dan menimbulkan pusaran angin yang menyeramkan.
"Syuut"
"Whusss"
"Boom"
Meski sempat menghindari serangan dari Senior Winda, tapi tangan kiri Sang Monster masih tetap terkena jurus yang di keluarkan oleh teman dari Senior Dian tersebut, dan tangannya tersebut hancur akibat ledakan yang di timbulkan dari teknik seruling itu.
"Arrrghht" erang Sang Monster meraung kesakitan, terlihat dari berwarna hitam pekat mengalir dari tangannya yang terputus.
"Hosh hosh.. Sial hanya terkena lengannya saja," ucap Senior Winda dalam hati, yang tidak puas dengan serangannya.
"Bila aku terus menggunakan jurus ini, setidaknya aku harus beristirahat selama 3 jam untuk pulih kembali, tapi hal ini bukan sesuatu yang harus dipikirkan sekarang, apa pun yang terjadi aku harus mempertaruhkan serangan terakhir ini," gumamnya dalam hati.
"POWER ON : WARINGIN SUNGSANG," teriak Senior Winda sambil memegang erat seruling dengan kedua tangannya, lalu di arahkan ke monster tersebut, dan dengan konsentrasi penuh terkumpullah sebuah energi dari alam berbentuk bulat, serta disertai angin yang mengelilingi disekitar tubuhnya.
Monster level A itu pun melakukan hal yang sama, dia mengerahkan energi diseluruh tubuh dengan di pusatkan pada mulutnya, dan terlihat sebuah energi hitam pekat terkumpul di mulutnya yang siap di muntah.
"Rasakan ini manusia kurang ajar karena berani melukai tangan ku.." teriaknya garang dengan penuh amarah.
"Bhusss"
""Bhuss"
Kedua serangan pun melesat dengan kecepatan tinggi, dan saling bertabrakkan lalu menghasilkan sebuah ledakan.
"KhaBoom"
Efek beradu kekuatan tersebut, dirasakan oleh semua orang yang ada disekitar mereka, sehingga tidak ada yang berani mendekat,kedua makhluk beda rupa itu pun terus mempertahankan serangan energi masing-masing.
"Siall, energiku hampir habis, haaaaaaaaaaa.." teriak Senior Winda untuk mengerahkan semua energi yang tersisa, yang membuat dia berhasil mendorong energi Sang Monster dan berhasil mengalahkannya.
"Arrrghht kurang ajar kenapa aku bisa kalah dari makhluk rendahan ini, ahhhh" teriak Sang Monster lalu dia pun di lahap oleh energi yang dilancarkan oleh Senior Winda tersebut.
"Duarrr"
Dan tidak lama kemudian monster itu pun hancur berkeping keping dengan inti monster yang jatuh di tanah.
"Hosh hosh, sepertinya energi ku sudah terkuras habis, tapi lumayan aku mendapatkan inti monster dengan level A " ucap Senior Winda dengan senyum puas, setelah itu dia pun jatuh pingsan.
"Hai cepat segera tolong Nona Winda dan bawa dia mundur terlebih dahulu, untuk segera diberi perawatan," ucap salah satu prajurit yang melihat Senior Winda terjatuh pingsan.
Para prajurit pun segera menghampiri Senior Winda dan melindunginya dari para monster yang hendak menyerangnya, dengan menggunakan meriam energi.
Pertempuran di medan tempur semakin sengit, setiap orang pun mulai ke letihan, tetapi ketika mendengar ledakan yang terjadi di area Senior Winda yang berhasil mengalahkan monster level A,membuat semua prajurit dan para pemburu tersulut semangatnya kembali.