
Setelah berhasil mengalahkan beberapa monster level B 3 sampai level B 4, tanpa di duga Ruby harus berhadapan dengan pimpinan pasukan monster, yaitu Monster dengan kekuatan level A yang membuatnya kewalahan,
terlihat beberapa prajurit yang membantunya pun sudah tumbang tak bernyawa karena melawan monster yang ada di hadapannya ini.
"Hohoho... Hebat juga kau anak manusia bisa bertahan cukup lama melawan ku, padahal orang-orang di belakangmu sudah banyak yang tidak bernyawa lagi," kata Sang Monster dengan tatapan mengintimidasi
"Hosh hosh hosh.. Aku tidak akan mundur sejengkal pun meski nyawa taruhannya," ucap Ruby menjawab perkataan dari lawannya, meski sekujur tubuhnya sudah banyak luka, tapi dia tidak gentar sedikitpun.
"POWER ON : SAYAP GARUDA," gumam Ruby yang mengaktifkan sayap di punggungnya, untuk di gunakan sebagai tameng pertahanan diri.
"POWER ON : ICEBIRD," lanjutnya lagi mengaktifkan jurus berikutnya, untuk mempersiapkan serangan, monster yang ada di hadapannya pun kembali menyerang dengan gada ditangannya.
"Hiyaaaattt.." teriak keduanya
"Bruakhh"
"Boom"
"Dor"
Ruby pun terpental sangat jauh dan membuat tameng berbentuk sayapnya pun hancur berkeping-keping, yang membuatnya kembali mendapatkan luka serius, tapi dia berhasil membalas dengan menembak bahu Sang Monster, meski tidak terlalu fatal tapi itu membuat Sang Monster itu naik pitam, karena kesakitan akibat serang yang tidak terduga.
"Kurang ajar, matilah kau manusia lemah," teriak Sang Monster sambil menerjang dengan gada nya, tapi sebelum dia benar-benar mengenai Ruby tiba-tiba suara dari arah samping terdengar cukup keras.
"POWER ON : KUNYUK MELEMPAR BUAH"
"POWER ON : HOLY FIRE"
Teriak kedua orang tersebut yang tak lain adalah rekan satu timnya, yaitu dua saudara kembar yang berbeda jenis kelamin.
"Boom"
"Boom"
"Arght"
Yang membuat monster itu terpental kebelakang kembali dan menabrak pohon.
"Sial siapa lagi para semut pengganggu ini," ucap Sang Monster dengan penuh amarah karena merasa terganggu.
"Haii kapten kau tidak apa-apakan, maaf kami terlambat," ucap Hera yang berjalan menghampirinya.
"Kapten ternyata lawanmu yang paling merepotkan ya, saudari Hera sembuhkan luka kapten terlebih dulu, biar aku yang meladeni monster jelek ini sampai keadaan kapten pulih, tapi jangan lama-lama ya, karena lawannya akan merepotkan," kata Ezran sambil beranjak berturun dari batu besar tempat duduknya.
"Baiklah tapi kakak jangan memaksakan diri, cukup memperlambatnya saja, nanti kita akan membereskannya bersama-sama," jawab Hera sambil mengeluarkan teknik penyembuhannya.
"Ok.. aku akan sedikit bermain-main dengan monster jelek ini," timpal Ezran dengan penuh percaya diri.
"Hohoho.. Besar juga mulutmu bocah kecil, jadi kau yang ingin mati terlebih dahulu." ucap Sang Monster sambil mengacungkam gadanya ke arah Ezran
"Heh kita lihat saja nanti, "POWER ON : RENGKAH GUNUNG," gumam Ezran yang sudah mempersiapkan serangan terhadap musuh yang mempunyai senjata gada berduri tersebut.
"Syiingg"
"Bruakh"
"arrght" erang Ezran yang terpental karena tidak menduga mendapat serangan dengan cepat, andai dia tidak menahan dengan tangan yang sudah di aliri energi, mungkin dia akan terluka fatal.
"Hohohoo... Ternyata hanya omong mu saja yang besar, tapi kemampuan itu mu tak seberapa, lebih hebat gadis yang tadi dari pada kau bocah," ejek Sang Monster setelah melakukan serangan mendadak barusan.
"Sialan berisik kau, POWER ON : KUNYUK MELEMPAR BUAH," teriak Ezran dengan penuh emosi menyerang balik pada musuh yang mengejeknya itu.
"Syuuttt"
"Duarr"
"Plaakkk"
Membuat sang monster mematung beberapa detik, Ezranpun menggunakan kesempatan itu dengan baik.
"POWER ON : SAPU JAGAD MENGHEMPAS DEWA BAYU," teriak Ezran sambil memukul keras kearah rusuk Sang Monster yang berkekuatan Level A tersebut.
"Bruakkhh"
"Arrghttt" teriak Sang Monster yang terpukul mundur dengan keadaan berputar dan langsung memuntahkan darah hitam pekat dari mulutnya.
"Grrrrr... Kurang ajar, sepertinya aku terlalu meremehkanmu," ucap geram Sang Monster.
"HYAAAAA" teriak Sang Monster mulai mengumpulkan energi hitam di gadanya, dan langsung menerjang ke arah murid padepokan Kujang Sakti cabang kota hujan bagian timur itu.
"Buukh"
"Bruakh"
Ezran pun berhasil menghindari serangan gada dengan susah payah menggunakan kecepatan kaki yang sudah dialiri energi.
"Hosh hosh, akhir kalian sudah selesai, bagaimana kapten, apakah kau siap bertarung lagi," ucap Ezran sambil mengatur nafas, melirik ke arah Ruby untuk memastikan keadaan ketua partynya itu.
"Sekarang aku lebih dari siap, ayo teman-teman kita hancurkan monster sialan ini," kata Ruby dengan penuh semangat.
"Aye aye kapten" jawab kompak kedua saudara kembar ini.
"POWER ON : BIRDPOISON" ucap Ruby mulai mempersiapkan diri.
"POWER ON : AMUKAN KAWAH CANDRA DIMUKA,"
"POWER ON : RENGKAH GUNUNG"
Lanjut Hera dan Ezran juga mulai mengaliri energi di tangannya.
"Oke gunakan Formasi menyerang party," perintah Ruby
Mereka pun mulai siap menyerang dengan formasi Ezran di depan sebagai petarung jarak dekat,serta Hera di tengah sebagai pendukung dan Ruby dibelakang sebagai petarung jarak jauh.
"dorr"
Rubypun mulai melakukan serangan dengan sebuah tembakan, meski berhasil di blok oleh Sang Monster menggunakan gadanya, tapi sedetik kemudian Ezran melakukan pukulan yang tidak bisa dihindari oleh monster tersebut.
"Buakhh"
"Arrght" erang Sang Monster, tapi serangan masih terus berlanjut, kali ini giliran Hera yang menyerang dengan energi bertipe api.
"..Bruakhh"
"Duarrr"
musuhpun terlempar cukup jauh dengan api di sekujur tubuhnya
"Sekarang kapten," teriak mereka berdua.
"Baiklah teman-teman, terimakasih telah memberi waktu," ucap Ruby sambil memasang kuda-kuda yang kokoh dengan konsentrasi yang terpusat dari kedua tangannya
"POWER ON : TOMBAK API SANG GARUDA, melesatlah dan hancurkan musuhku," teriak Ruby menggunakan senjata pamungkasnya yang bertipe api tersebut.
"Syuuuuttt"
"Booomm"
Ledakan dahsyat pun tercipta di tempat Sang Monster, dan asap tebal pun membumbung tinggi efek dari ledakan tersebut.