
"Whussh"
"Bukh"
"Baam"
Pertarungan antara Tetua Josep dengan Sang Monster Gorbon sangat sengit, bahkan tanah di sekitar mereka pun sampai bergetar, duel keduanya terlihat seperti pertarungan antara ultraman melawan Godzilla, karena bentuk keduanya yang lumayan besar, Tetua Josep dengan dua patung kayu yang dia kendalikan dan Sang Monster Gorbon dengan bentuk Ular berkepala tujuhnya, yang sekarang tinggal enam karena salah satunya sudah hancur akibat serangan terakhir dari Sang Pimpinan Padepokan Cendrawasih yang tak lain adalah Bang Drio.
"Sialan tameng yang sangat merepotkan, apa aku harus menggunakan bentuk Hybridku tapi itu akan membuatku berhibernasi selama satu bulan," gumam Monster Gorbon dalam hati
"POWER ON : TOMBAK ASMAT," Ucap Tetua Josep mulai merapal mantra, lalu muncul sebuah sulur dari tangan patung yang berjenis laki - laki dan membentuk sebuah tombak yang sangat tajam bermata dua dan langsung melempar ke arah Monster Gorbon.
"Whoosss"
"Syuutt"
"Boom"
Dengan kecepatan yang lumayan tinggi tombak itu melesat ke arah Monster Gorbon, tapi dengan cepat juga Sang Gorbon mengeluarkan pedang berwarna hitam yang mirip seperti lidah dan langsung menembakannya, guna menghalau serangan dari Tetua Josep, ketika kedua senjata saling bertabrakan menimbulkan ledakan yang cukup besar, bahkan serpihan - serpihan dari senjata itu berhamburan kemana - mana yang membuat sebagian para prajurit serta para monster yang tidak sempat menghindar terkena tusukan dari serpihan pedang dan tombak itu langsung mati di tempat.
"Trank Traank Trang"
"Waw.. pedang hitam milik si Gorbon itu hancur begitu saja oleh senjata yang digunakan manusia itu!," ucap Sang Monster Sharone salah satu Monster elit itu, setelah memblok serpihan yang mengarah kepadanya dengan hanya mengangkat kedua jarinya saja.
"Tidak ada pilihan lain ternyata aku tidak ingin dipermalukan di hadapan Monster elit lainnya", ucap Sang Monster Gorbon lalu dia mulai memasang kuda kuda sempurna.
"Hyaaaaa... HYBRID NO OROCHI," Teriak Sang Monster Gorbon
"Drt Drt Drt"
Terlihat sekarang bentuk Sang Monster Gorbon berubah kembali, sebagian kepala - kepala yang sebelumnya sekarang berubah menjadi tangan, jika secara rinci bentuk tubuhnya yang sekarang adalah dikepala utamanya tumbuh tanduk kecil, lalu empat tangan dengan bentuk kepala ular dan satu wajah menempel di punggungnya.
"Sial andai kepala ku tidak hancur satu itu akan lebih sempurna tapi tidak apa, ini sudah cukup untuk membunuhnya," gumam Sang Monster Gorbon dengan energi yang meluap - luap di tubuhnya.
"Mengerikan.. kekuatannya masih saja bertambah," ucap Tetua Josep melihat perubahan tersebut.
"Hey hey... Yang benar saja, apa sebegitu terdesaknya dia sampai menggunakan wujud hybrid sempurnanya, padahal itu adalah bentuk paling darurat yang akan dia gunakan ketika bertarung?" tanya Sang Monster elit lainnya yang bernama Khoro.
"Ya sepertinya kita terlalu meremehkan para manusia ini," jawab Sang Jendral Monster Valderou.
Duel ke duanya pun berlanjut, sekarang Sang Monster Gorbon pergerakannya bertambah cepat, pukulan - pukulannya pun selalu mengenai tubuh patung kayu yang dikendalikan oleh Tetua Josep, dan dengan susah payah Tetua Josep terus menangkis dan menghindar dari pukulan Sang Monster Ular itu, tapi tetap saja ada beberapa pukulan telak yang mendarat pada tubuh patung kayu Tetua Josep dari lawannya itu yang membuatnya sekarang banyak memuntahkan darah segar dari mulut, akibat efek dari patung-patung kayunya terkena serangan yang berimbas dari musuhnya tersebut.
"Hosh hosh hosh... Sial gerakannya begitu cepat hampir tidak bisa di ikuti oleh mataku, kalau begini terus aku akan cepat tumbang," gumam Tetua Josep sambil menyeka darah yang keluar dari mulutnya.
"POWER ON : PARADISE EYES," Ucap Tetua Josep mengaktifkan energi ke arah mata untuk mempertajam penglihatan, lalu bola mata pada patung yang berjenis seorang perempuan itu berubah menjadi berwarna jingga, dan disekitar pelipis dan kantung matanya muncul corak berwarna putih.
"Whusss"
"Bukh"
"Boom"
Ledakan pun terjadi akibat Kedua pukulan itu saling bertemu, Ketika Sang Monster Gorbon mencoba kembali mendaratkan pukulan terhadap salah satu patung yang Tetua Josep kendalikan, membuat Sang Gorbon cukup terkejut karena kali ini Tetua Josep dapat melihat arah pukulannya.
Lalu pukulan dari tangan Sang Monster Gorbon yang lainnya menyusul, tapi itu pun dapat di blok oleh Tetua Josep, menggunakan patung yang berjenis laki - laki, kemudian Tetua Josep melakukan pukulan balasan ke arah perut musuhnya itu, namun dengan sigap Sang Monster Gorbon berhasil menangkis dengan tangan kanan yang satunya lagi.
Patung kayu perempuan itu meloncat mundur guna menghindari pukulan Monster ular tersebut, yang membuat tanah disekitarnya cukup bergetar hebat, sementara patung kayu laki - laki terus meladeni serangan - serangan yang dilancarkan Sang Gorbon.
"Trank Traank Traank"
"Brash"
"Duaarr"
Dengan sigap patung kayu itu menangkis besi - besi hitam dengan kapak tersebut, namun ada salah satu besi hitam yang lolos dari tangkisan itu dan tertancap di bahu kirinya, lalu tanpa diduga besi hitam itu meledak dan membuat tangan kirinya terputus yang berefek pada Tetua Josep.
"Aargh", erang Tetua Josep merasakan sakit yang luar biasa, yang membuatnya kehilangan konsentrasi dan Sang Monster Gorbon berhasil mendaratkan pukulan telak di rahang, lalu menyusul tangan lainnya menangkap kaki patung kayu itu ketika terjungkal akibat pukulan barusan.
"Slash"
Setelah menangkap satu kaki itu, lalu Monster Gorbon mengeluarkan pedang Mytril hitamnya, dan langsung menebas tanpa ampun, dilanjutkan dengan menyemburkan bisa beracunnya disusul tendang tepat ke arah perut, yang membuatnya terpental cukup jauh dan menabrak sebuah batu besar hingga hancur.
"Duarr"
"Aargh", untuk kedua kalinya Tetua Josep. kembali mengerang kesakitan bahkan sekarang dia hampir sekarat, akibat menerima serangan bertubi-tubi dari Sang Monster Gorbon.
"Hosh hosh hosh...Uhuk Uhuk, sial sepertinya kesadaranku hampir mulai menghilang, bila aku mati hari ini, Minimal aku akan membawa Monster ini mati bersamaku sebagai pengorbanan terakhirku untuk negeri ini," gumam Tetua Josep sambil mencoba berdiri kembali
"Hyaaaa... " Teriak Tetua Josep mengerahkan seluruh kekuatan energinya, lalu dengan gerakan membabi buta, dia menerjang lawan yang ada di hadapannya.
"Syuut"
"Syuut"
"Duar Duar"
"Traank Traank"
Keduanya saling jual beli serangan kembali, meski begitu Tetua Josep terlihat kewalahan karena patung kayu itu kehilangan salah satu kakinya, membuat keseimbangannya tidak stabil, tapi Tetua Josep dengan cerdiknya dapat mengimbanginya, lalu patung berjenis perempuan yang berada dibelakang kembali menyerang, sambil berlari dengan cara melemparkan sulur sulur kearah wajah yang ada dipunggung Monster Gorbon tersebut.
"Traank Traank Traank"
Kedua serangan itu saling beradu, lalu patung kayu tersebut melemparkan kapak Stone Axe ke tanah beberapa langkah didepan Monster Gorbon.
"Duarr"
"Bruagh"
Tanah bekas lemparan senjata tersebut berterbangan ke udara lalu patung kayu itu langsung menerjang dan berhasil mendekap erat Sang Monster Gorbon untuk menghentikan gerakannya.
"Grrrr... kurang ajar apa yang akan kau lakukan," geram Sang Monster Gorbon sambil meronta mencoba melepaskan diri dari dekapan patung raksasa yang dikendalikan oleh Tetua Josep tersebut.
"Heh.. Aku akan membuat kita hancur bersama," ucap ketus Tetua Josep, lalu patung satunya lagi melakukan hal sama yaitu mengunci pergerakan Sang Monster Gorbon dari arah depan.
"Hyaaaaa... POWER ON : TARIAN KEMATIAN," Teriak Tetua Josep yang langsung menggulingkan badan Sang Monster Gorbon ke tanah bersama kedua patung yang di kendalikannya.
"Drt Drt Drt"
Terlihat aliran energi keluar dan berkumpul di seluruh badan kedua patung.
"BOOM"
Ledakan dahsyat pun terjadi yang membuat semua orang yang ada di radius dua kilometer sampai terhempas akibat ledakan tersebut.