
Pertandingan final pun akan segera dimulai dan sepertinya kali ini penonton lumayan bertambah, terlihat dibangku penonton ada beberapa prajurit yang baru saja mengambil jatah cuti dari tugasnya, dan menyempatkan datang untuk melihat ujian pelatihan pemburu monster yang baru, itung-itung untuk mengisi waktu libur dan ingin menyaksikan bakat-bakat yang baru, karena jarak dari tempat mereka bertugas ke arena pelatihan ini memang lumayan dekat, hanya dengan menempuh tiga jam perjalanan.
"kedua peserta finalis silahkan masuk ke arena!"seru Senior Komang.
Mereka pun berjalan memasuki arena.
"Saya tidak perlu menjelaskan kembali peraturannya kan?" tanya Senior Komang melirik kedua peserta.
"Eh emang peraturannya gimana?" tanya Ezran dengan muka polos.
"Cih, baiklah saya akan terangkan secara singkat orang yang keluar arena di nyatakan kalah dan juga yang kehabisan energi pun dianggap kalah, kalian paham," jelas Senior Komang.
"0ouhhh, sudah tau sih dari kemarin juga, tapi terimakasih untuk penjelasannya Senior " timpal Ezran dengan memasang muka polos.
"Heh sial dasar bocah tengik,ngerjain gue," gerutu Senior Komang dalam hati karena jengkel.
"Baiiklah tanpa menunggu lama 1 .2 .3 . maarii kitaa mulaii," terriak Senior Komang lantas loncat mundur kebelakang.
"POWER ON : PENGUATAN TUBUH KOMODO, POWER ON : CAMBUK API VARANUS," gumam Johan mengeluarkan dua teknik sekaligus, tanpa menunggu lama ia mulai menerjang ke arah Ezran, pertama dia menggunakan cambuk apinya yang mampu menjangkau jarak yang hampir dua meter, Ezran pun menangkisnya dengan gerakan *kunyuk memetik buah* tapi Johan langsung menyerangnya selagi menangkis serangan yang pertama, dengan cara menabrakan tubuhnya ke tubuh Ezran
"Buukkk " terdengar suara benturan dari keduanya.
"Aarrghh, gila badan ku seperti dihantam mobil tronton double XL saja," erang Ezran yang hampir mendekati batas area dan darah segar pun sedikit keluar dari mulutnya.
Johan pun masih terus mengejar Ezran dan terus menyerangnya tanpa memberi jeda.
"Heh, sepertinya dia telah mempelajari cara mencegah bocah itu menggunakan teknik mematikan nya," ucap Senior Rudy mengamati pertandingan.
Memang semalaman Johan terus berlatih meningkatkan kecepatannya guna mencegah Ezran menggunakan teknik *tepukan tangannya
dia terus-terusan mengulangi rekaman pertandingan antara Laela dan Ezran
"sial tanganku mulai terasa sakit menahan pukulannya secara bertubi-tubi," gumam Ezran dalam hati sambil menangkis pukulan dari lawannya.
"Heh akan sangat memalukan bila aku sampai kalah darimu yang hanya level 3 itu," timpal Johan membalas perkataan Ezran dengan nada ketus.
Terlihat pertandingan ini memang seperti berat sebelah, karena Ezran terus-terusan terpojok akibat serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Johan, tapi Ezran dengan cerdiknya menggunakan teknik gerakan baru yaitu *kingkilaban* dengan cara seolah-olah memukul dengan sengaja ditempat area kosong dan secara otomatis mata Johan mengikuti gerakan tangan tersebut, dan dalam beberapa detik Ezran melancarkan serangannya dengan cara sedikit menurunkan setengan badan dengan posisi kaki kiri kedepan dan kaki kanan kesamping dengan menahan berat badannya mirip seperti hurup L.
"POWER ON : SAPU JAGAD," Teriak Ezran melancarkan pukulannya.
"Buukkk"
Tubuh johanpun terpental secara memutar dan hampir keluar.
"Siaalaann,aku tak pernah menggunakan kekuatan ini sebelumnya, karena itu masih dilarang digunakan sebelum aku mencapai level gold 2 tapi aku tak mau dipermalukan oleh level yang lebih rendah dariku," umpat kesal Johan di dalam hati dan terlihat mukanya merah padam menahan amarah.
"POWER ON : CAMBUK API VARANUS,"
"POWER ON : KOMODIUS MELAHAP LANGIT," teriaknya yang langsung mengaktifkan dua jurus sekaligus, dan sambil menerjang kearah Ezran dengan kecepatan penuh dan langsung menyerang dengan cambuk energinya, untuk mencegah Ezran menggunakan teknik *tepuk tangannya.
Sementara tangan Johan satunya lagi langsung mengirim serangan pamungkas kearah Ezran , meski begitu dia masih sempat menahan pukulan dari johan dengan menggunakan teknik *Sapu jagad* tapi masih kalah karena perbedaan kekuatan, dan Ezran pun terpental keluar dengan luka yang lumayan berat.
Para penonton terlihat kaget karena melihat teknik yang dilakukan johan barusan, karena itu teknik yang sama seperti *Gajah palapa yaitu tujuh teknik yang legendaris.
"pertandingan yang sangat luar biasa",ucap para penonton sambil memberikan tepuk tangan aplaus sebagai tanda merasa terhibur dengan pertarungan tersebut.
"Dan dengan ini pemenangnya adalah Johan," teriak Senior Komang, tapi di arena Johan terlihat berdiri dengan nafas berat sedetik kemudian dia terjatuh pingsang, akibat kehabisan energi dan harus dibawa dengan tandu.
Pertandingan Tenkaichi budokai pun berakhir.