PITAGORA

PITAGORA
Part 29



Suatu pagi yang cerah, Gavin terbangun dari tidurnya. Kedua bola mata itu langsung menatap kearah pigura yang menampilkan foto dua anak kecil di dalamnya. Ya, di dalam foto itu adalah ia dan Icha. Mereka dulu adalah teman semasa kecil pada umur 5 tahun, namun Icha pindah ke Bandung sehingga mereka pun terpisah dan kembali bertemu saat SMA. Selama itu Gavin menyimpan rasa untuk Icha. Namun, gadis itu tak pernah peka akan perasaannya. Ia mungkin bukan seperti Teza yang lembut dan romantis, bukan seperti Rio yang selalu bisa mencairkan suasana. Gavin adalah Gavin apa adanya. Cuek, dingin dan tak pandai berkata-kata.


"GAVINNN BANGUN WOI!!!!" Teriakan itu membuyarkan lamunan Gavin.


Kedua mata tajam itu menatap tajam Satria dan Reno yang masuk ke dalam kamarnya.


"Ngapain kalian disini?" Tanya Gavin dengan tajam.


"Selow bos, gitu amat ngeliatin kita." Kata Satria duduk di sofa yang berada di kamar Gavin.


"Kita mau ngajakin lo ke Bogor, nginep di Villanya Satria. Lagian kan besok libur tuh." Ujar Reno.


"Gak."


"Ayo dong Gav, lagian gak masuk sehari aja lo masih tetep pinter kok." Bujuk Satria.


"Lo juga kalo masuk sekolah emang mau di rusuhin sama Dara?"


Gavin tampak berpikir sejenak. Tak lama, ia pun mengangguk. "Oke."


"YEAYYY!! Yaudah lo siap-siap kita nunggu dibawah sama tante Nita."


Gavin berdehem. Satria dan Reno pun melenggang keluar kamar Gavin. Sekali lagi, Gavin memandangi fotonya dan Icha di dalam pigura itu sebelum pergi menuju kamar mandi.


Setelah selesai bersiap, Gavin turun ke bawah dengan membawa sebuah ransel berisi perlengkapannya. Di bawah, tampak Reno, Satria, ayah dan ibunya sedang berada di meja makan. Gavin pun menyusul dan duduk di sebelah ibunya.


"Kamu tumben banget mau bolos." Kata Mama Gavin saat anaknya sudah duduk di sebelahnya.


"Pengen aja."


"Yaudah, itu mama udah siapin makanan untuk kalian disana. Jangan lupa dihangatin dulu sebelum masak. Beli cemilan atau perlengkapan lainnya yang dibutuhin kalo ke supermarket nanti ya."


"Iya ma."


Mereka pun mulai sarapan dengan hening.


Setelah selesai sarapan, Papa Gavin berdiri duluan untuk pamit bekerja. Saat pria paruh baya itu sudah pergi, Mama Gavin menghampiri Gavin, Rio dan Satria yang duduk di ruang tamu sambil membawa bekal untuk mereka selama berada di Villa milik Satria.


"Ini bekalnya, kalian hati-hati ya. Bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut. Kalian rencana sampe hari apa?"


"Belum tau tante, tapi rencananya sih tiga hari."


"Yaudah, kabarin ya nanti kalau ada apa-apa."


"Ma, Gavin pergi dulu."


"Iya sayang, hati-hati ya."


Gavin menganggukkan kepalanya lalu pergi menyusul Satria dan Reno yang sudah dulu keluar. Mama Gavin mengikuti hingga sampai di depan mobil Reno. Reno sudah duduk di bangku kemudi, sedangkan Satria di sebelah Reno. Gavin masuk dan duduk di bangku belakang. Sebelum mobil itu meninggalkan rumah Gavin, Reno membunyikan klakson dua kali.


"Gav, lo kenapa gak hepi gitu?" Tanya Satria melihat kearah belakang.


Gavin memasang headset di telinganya dan menyetel lagu 'That should be me' yang dinyanyikan oleh Justin Bieber. (YUK BOLEH SAMBIL DENGERIN LAGU INI JUGA WKWK SOALNYA AUTHOR NULIS PART INI SAMBIL DENGER LAGU INI)


"Gak apa-apa." Balas Gavin menatap kearah jendela luar.


***


Gavin, Reno dan Satria sudah sampai di Villa milik Satria. Setelah mobil terparkir, mereka pun masuk ke dalam villa. Ketiganya memang sering menginap di Villa ini saat liburan tiba. Dan mereka juga sudah menandai kamar masing-masing. Villa ini memiliki empat kamar yang besar, dilengkapi dengan dapur, kolam renang, taman yang luas, garasi, dan ruang santai.


Gavin masuk ke dalam kamarnya. Masih ada pigura yang berisi foto Icha terpajang diatas nakas. Ia berjalan kearah pigura itu dan menatap foto Icha yang sedang tersenyum. Foto itu diambil satu tahun lalu secara diam-diam saat pertama kali ia tau Icha adalah Imel nya. Gavin kembali meletakkan pigura itu diatas nakas.


Setelah memberesi perlengkapannya disini, Gavin pun keluar mencari Reno dan Satria.


"Sini Gav." Kata Reno yang sedang memangku gitar.


Gavin berjalan menghampiri Reno dan Satria yang sedang duduk diatas karpet yang ada di ruang santai. Ia duduk di sebelah Reno dan meminjam gitar milik Reno. Gavin pun mulai memetik senar gitar itu. Satria merekam Gavin agar dapat ia berikan kepada Icha, karena ia yakin lagu yang akan Gavin nyanyikan adalah untuk Icha.


Across the ocean, across the sea


Lintasi samudra, seberangi lautan


Startin' to forget the way you look at me now


Mulai lupa tatapanmu padaku


Over the mountains, across the sky


Lewati gunung, lintasi langit


Need to see your face and need to look in your eyes


(Ku)harus melihat wajahmu dan memandang matamu


Through the storm and through the clouds


Lewati badai dan lewati awan


Bumps in the road and upside down, now


Lubang di jalanan dan naik turun, kini


I know it's hard babe to sleep at night


Aku tahu sulit rasanya tuk pejamkan mata di malam hari


Don't you worry


Jangan kuatir


'Cause everything's gonna be alright, I


Karena segalanya kan baik-baik saja, aku


Be alright, I


Baik-baiklah, aku


Through the sorrow,


Lewat luka


Through the fights


Lewat pertengkaran


Don't you worry 'cause everything's gonna be alright, I


Jangan kuatir karena segalanya kan baik-baik saja, aku


Be alright, I


Baik-baiklah, aku


Seorang diri di kamarku


Waiting for your phone call to come soon


Menunggu telpon darimu segera berdering


And for you, oh, I would walk a thousand miles


Dan demi dirimu, oh, aku rela berjalan ribuan mil


To be in your arms,


Untuk bisa mendekapmu


Holding my heart


Dan kau merengkuh hatiku


Oh I, Oh I,


Oh aku, oh aku


I love you


Aku mencintaimu


And everything's gonna be alright, I


Dan segalanya kan baik-baik saja, aku


Be alright, I


Baik-baiklah, aku


Through the long nights and the bright lights


Lewati malam-malam panjang dan siang-siang terik


Don't you worry 'cause everything's gonna be alright, I


Jangan kuatir karena segalanya kan baik-baik saja, aku


Be alright, I


Baik-baiklah, aku


You know that I care for you


Kau tahu aku sangat menyayangimu


I'll always be there for you


Aku kan selalu ada untukmu


Promise I will stay right here


Aku janji kan berada di sisimu


I know that you want me too


Aku tahu kau juga menginginkanku


Baby we can make it through anything


Kasih kita bisa lewati apapun


Cause everything's gonna be alright, I


Karena segalanya kan baik-baik saja, aku


Be alright, I


Baik-baiklah, aku


(2x)


Through the sorrow dan the fights


Lewat luka dan pertengkaran


Don't you worry 'cause everything's gonna be alright


Jangan kuatir karena segalanya kan baik-baik saja


Be alright, I


Baik-baiklah, aku


Gavin mengakhiri permainan gitarnya. Reno dan Satria bertepuk tangan karena kagum dengan suara merdu Gavin. Satria mengarahkan handphonenya pada Gavin.


"Ada pesan gak?" Tanya Satria.


"Lagu ini untuk seseorang yang sudah lama ngisi hati gue, yang saat ini sedang gue rindu. Prischa Imelda Rasyifa. I love you." Gavin tersenyum tipis di akhir kalimatnya.


Setelah Gavin mengakhiri kalimatnya, Satria pun menyimpan video yang sudah dia rekam tadi.


"Ya ampun romantis banget lo Gav." Kata Reno menopang kepalanya dengan telapak tangan.


Gavin yang tersadar dari lamunannya pun langsung menatap kearah Reno dan Satria. Ia tidak sadar dengan apa yang ia bicarakan tadi karena terlalu terbawa suasana dengan lagu yang dinyanyikan. "Tadi gue ngomong apa?" Tanya Gavin.


"Gak ada kok." Elak Satria.


Gavin mengangguk lalu pergi ke kamarnya. Ketika Gavin sudah tidak terlihat lagi, Reno dan Satria bertos ria. Rencana mereka berhasil.


"Cepet kirim ke Icha!" Perintah Reno.


Satria mengangguk lalu mengirim video tadi ke Icha. "Ceklis satu."


"Kan masih jam sekolah ****."


"Oh iya lupa."


------------


TO BE CONTINUE


BOOM PART YEAYY


KALO KALIAN ADA DI POSISI ICHA, DIKIRIMIN VIDEO GITU SAMA DOI, APA YANG KALIAN RASAIN? YUK KOMEN DIBAWAH HEHEHE