
"Mami permisi mau nelfon papi nya Rio dulu." Mami Rio pergi meninggalkan ruangan Rio dengan wajah sedih.
Icha dan Teza saling pandang. Mereka berjalan menuju ranjang Rio. Dari tadi laki-laki itu hanya diam tidak mengeluarkan suara. Pandangannya tampak kosong, tidak seperti Rio yang biasanya.
"Gue.. apa?" Rio menatap kosong kearah depan.
"Rio, Icha yakin Rio bakal sembuh." Icha ikut sedih mendengar perkataan dokter tadi, apalagi ketika ia melihat keadaan Rio yang tidak baik-baik saja.
"Jangan deket gue, Cha. Gue penyakitan." Lirih Rio memalingkan wajahnya kearah jendela.
"Rio.."
"Gue lagi gak mau bahas apapun bang Teza." Balas Rio dengan cepat memotong perkataan Teza.
Tak lama, terdengar suara pintu terbuka. Mami Rio masuk dengan wajah sedih. Wanita paruh baya itu berjalan kearah ranjang anaknya.
"Rio.. Papi kamu bilang dia mau kamu nyusul dia ke Australia untuk berobat." Mendengar perkataan ibunya, Rio langsung mengalihkan pandangannya kearah wanita paruh baya itu.
"Apa mi? Australia? Tapi.." Rio menjeda perkataannya, ia menatap kearah Icha yang juga menatapnya. Lalu Rio menghembuskan nafasnya.
"Bang Teza, tolong bawa Icha keluar. Gue butuh waktu sendiri." Lirih Rio menutup semua tubuhnya dengan selimut.
Teza merangkul Icha dan mengelus pelan bahu gadis itu. Ia mengangguk untuk mengisyaratkan agar gadis itu menyetujui permintaan Rio tadi.
"Mami, Icha sama Bang Teza pamit dulu ya."
"Iya sayang, hati-hati ya. Makasih udah mau jenguk Rio."
Icha dan Teza berjalan keluar dari ruangan Rio masih dengan posisi Teza merangkul bahu Icha. Sesampainya di luar, Icha terlihat lebih lesu. Mereka terus berjalan dalam keheningan hingga sampai di mobil Teza.
"Icha." Panggil Teza.
Icha menoleh kearah Teza dengan wajah yang berlinang air mata. Tak kuat lagi menahan, Icha pun menangis. Teza yang melihatnya pun langsung membawa Icha kedalam pelukannya dan mengelus rambut gadis itu agar lebih tenang.
"Kenapa semua harus ninggalin Icha. Kenapa tuhan jahat banget ngasih cobaan berat ke Rio. Icha gak mau Rio pergi." Lirih Icha disela tangisnya.
"Icha, Rio kan pergi untuk berobat. Nanti kalau dia sudah sembuh, pasti balik kesini lagi kok. Lagian mana bisa Rio ninggalin kamu kan? Dan Rio gak ninggalin Icha kok. Masih ada Bang Teza disini, dan Bang Teza janji gak akan ninggalin Icha." Kata Teza dengan lembut.
Mendengar perkataan Teza membuat Icha semakin menenggelamkan tubuhnya dalam dekapan Teza.
"Bang Teza jangan ninggalin Icha. Icha janji bakal buka perasaan Icha untuk Bang Teza."
"Iya, abang Janji."
***
Mobil Teza berhenti ketika sampai di depan rumah Icha. Icha melepaskan sabuk pengamannya lalu menatap kearah Teza sebentar.
"Langsung istirahat ya, jangan terlalu pikirin yang lain. Semua udah diatur tuhan kok, jangan khawatir, abang yakin Rio bakal sembuh." Ucap Teza dengan lembut sambil mengelus rambut Icha.
Icha mengembangkan senyumnya dan mengangguk perlahan. "Makasih bang Teza. Icha lebih tenang sekarang."
"Iya sama-sama. Yaudah masuk gih."
"Selamat malam bang Teza." Kata Icha dengan malu.
"Selamat malam sayangnya Bang Teza." Balas Teza.
Icha bergerak keluar dari mobil Teza dan masuk ke dalam rumahnya. Ketika Icha membuka pintu rumahnya, ia dapat melihat Kenzo dan Kenzi di ruang tamu sedang bermain catur. Tanpa menghiraukan keduanya, Icha langsung pergi ke kamarnya.
Kenzo dan Kenzi yang melihat adiknya bersikap aneh pun saling pandang.
"Icha kenapa?" Tanya Kenzo.
"Kalo dia gitu gara-gara Teza, abis dia sama gue." Kenzi memperagakan seperti akan meninju seseorang.
"Gak usah negatif thinking deh, belum tentu yang lo pikirin itu bener. Lagipun gue percaya sama Teza."
Kenzi memutar bola matanya malas. "Mau samperin dia gak?"
"Nanggung, bentar lagi selesai nih. Gue harus kalahin lo dulu." Kata Kenzo menunjuk kearah papan catur.
"Impossible banget lo bisa kalahin gue bro." Kenzi memasang wajah songong nya.
"Let's see."
Disisi lain, Icha baru saja selesai mandi. Ia menuju ke lemari, mengambil baju dan berpakaian. Setelah itu, Icha bergerak menuju kasurnya dan berbaring disana. Kedua bola mata itu menatap ke langit-langit kamar. Setelah lama menatap pada langit-langit kamar, Icha menutup semua tubuhnya dengan selimut.
ceklek
"Gue masuk duluan, yang kalah harus ngalah dong sama pemenang."
"Jahat banget lo ngungkit mulu dari tadi. Kesel gue sama lo."
Suara berisik itu membuat Icha menyingkap selimutnya dan melihat Kenzo serta Kenzi sedang berebut masuk ke dalam kamarnya dengan saling menghalangi. Wajah Kenzo terlihat masam. Icha bisa menebak kalau Kenzo kalah bermain dengan Kenzi. Apalagi sekarang Kenzi memasang wajah songong nya.
"Kalah tapi gak terima." Ejek Kenzi masuk duluan kedalam kamar Icha.
"Kamu kenapa Cha? Apa ada masalah sama Teza? Biar abang tonjok dia." Kata Kenzi duduk diatas ranjang Icha.
Icha bangkit dari tidurnya dan duduk menyenderkan kepalanya di bahu Kenzi. "Icha gak apa-apa."
"Kenapa sih semua cewek kalo ditanya kenapa pasti jawabannya sama. Gak apa-apa." Kenzo mendengus kesal.
"Lo jangan curhat dong." Sindir Kenzi.
"Ada apa adik tersayang bang Kenzi? Yuk cerita sama abang."
"Jijik banget." Cibir Kenzo.
"Loh kalian disini rupanya? Dari tadi bunda cariin."
Suara itu membuat Icha, Kenzo dan Kenzi menoleh kearah pintu. Disana, ada ibu mereka berjalan kearah mereka lalu ikut duduk diatas ranjang.
"Icha kenapa?" Tanya Bunda Icha pada Kenzo dan Kenzi.
Kedua saudara kembar itu menggeleng pertanda tak tau.
"Sini, sayang." Ujar Bunda Icha pada Icha, mengisyaratkan Icha untuk mendekat.
Icha pun bergerak mendekat dan memeluk bundanya. Icha dapat merasakan elusan pada rambutnya. Tempat ternyaman bagi Icha. Masalahnya seakan hilang jika ia berada dalam dekapan bundanya.
"Ada apa sayang? Ayo cerita sama bunda." Kata Bunda Icha dengan nada penuh kasih sayang.
Icha yang tak tahan pun kembali menangis. Lama Icha menangis, bunda Icha masih dengan sabar menunggu anaknya mau menceritakan masalah yang dihadapinya. Hingga Icha tampak meredakan tangisnya.
"Bunda." Panggil Icha.
"Iya sayang, ada apa?"
"Rio bun.. dia.. dokter bilang Rio sakit."
"Rio sakit apa?"
"Dia udah sadar?"
Bunda Icha memelototi Kenzo dan Kenzi yang sangat ingin tau. Kenzo dan Kenzi yang di pelototi seperti itu pun hanya cengengesan.
"Kata dokter Rio sakit apa?" Tanya Bunda Icha dengan hati-hati.
"Rio sakit kanker otak bun. Icha gak mau Rio sakit, Icha mau Rio sembuh." Icha kembali menangis.
"HAH?"
"APA?!"
Bunda Icha kembali memelototi Kenzo dan Kenzi lalu menggelengkan kepalanya ketika keduanya menyengir.
"Sayang, dengerin bunda ya. Bunda yakin Rio pasti sembuh kok." Kata Bunda Icha dengan lembut.
"Tapi masalahnya bun, Papi nyuruh Rio nyusul ke Australia untuk berobat. Jauh banget Bunda."
Bunda Icha memelototi Kenzo dan Kenzi yang baru saja akan berteriak seperti sebelumnya. Kenzo dan Kenzi pun cengengesan dan kembali menutup mulutnya.
"Bagus dong, disana Rio pasti akan dapat pengobatan yang lebih baik. Dan bunda yakin Rio pasti bisa sembuh kok."
"Tapi bunda.. Icha bakal kangen Rio, karena Rio akan pergi dalam waktu yang gak Icha tau sampe kapan."
"Bunda bakal kangen Rio juga kok. Kan dia yang selalu ngerusuhin rumah pagi-pagi sambil bantuin calon mertuanya." Bunda Icha terkekeh diakhir kalimatnya. Icha ikut tertawa kecil ketika membayangkan tingkah absurd Rio pagi-pagi di rumahnya.
"Icha, kalau aja Rio benar jadi pergi ke Australia, dia pergi kesana punya tujuan. Untuk berobat dan kembali ke Indonesia dengan kesembuhannya. Bunda yakin dia juga gak rela ninggalin Indonesia, apalagi ninggalin calon istrinya ini. Tapi tetap saja rumah Rio adalah Indonesia dan dia akan selalu kembali ke rumahnya. Dan kamu gak usah khawatir ya, nanti kita doa sama-sama untuk kesembuhan Rio."
"Makasih bunda, Icha sayang Bunda."
Icha mengembangkan senyumnya di pelukan bundanya. Ia merasa lebih tenang sekarang. Ia memeluk erat bundanya. Icha sangat sayang pada wanita paruh baya yang sedang ia peluk ini. Dan ia merasa sangat beruntung karena dibesarkan oleh wanita sehebat bundanya.
"Ikut dongg." Kata Kenzi lalu memeluk Icha dan ibunya, disusul Kenzo.
Mereka berempat pun berpelukan seperti teletubies.
------------
HAYOOO KALIAN TEAM MANA NIH?
#TEAMRIO
#TEAMGAVIN
#TEAMTEZA
BTW AUTHOR MAU BILANG UNTUK NEXT PARTNYA KHUSUS UNTUK GAVIN YAA!!! PART SPESIAL KARENA BEBERAPA PART INI DIA GAK MUNCUL HEHEHE JADI TUNGGU AJA YA😉