PITAGORA

PITAGORA
Part 20



Setelah selesai upacara dan amanat pembina yang panjangnya melebihi amanat bundanya Icha, mereka pun masuk kembali ke dalam kelas. Sesampainya di kelas, semua murid di kelas tampak mengerumuni sesuatu.


"Mereka ngapain rame-rame gitu?" Tanya Safira.


"Gak tau." Jawab Rere mengangkat bahunya.


"Ayo liat." Ajak Icha.


Mereka bertiga masuk ke dalam kelas dan membelah kerumunan. Safira dan Icha tampak bingung melihat seorang yang terlihat asing itu, berbeda dengan Rere yang langsung menghampiri orang itu.


"Dara!" Panggil Rere.


"Re!" Dara pun bangkit lalu berjalan kearah Rere.


"Lo kenal dia Re?" Tanya Reno.


"Dia sepupu gue." Jawab Rere.


"Masyaallah bidadari." Kata Satria saat melihat Dara dari dekat.


Dara tersenyum malu mendengar pujian Satria.


"Lo sekelas sama gue?" Tanya Rere.


"Iya."


"Yeayyyy!!!!" Rere bersorak gembira.


"Eh sini, gue kenalin lo ke sahabat gue." Rere menarik tangan Dara menuju Icha dan Safira.


"Cha, Ra, ini Dara, sepupu gue. Dara, ini Icha dan Safira, sahabat gue."


"Hai Dara." Kata Icha dan Safira serempak.


"Hai." Balas Dara menampilkan senyumnya.


"Lo duduk dimana Dar?" Tanya Rere.


"Ehm." Dara menatap sekeliling. Matanya terpaku pada seorang laki-laki tampan di pojok kelas yang sibuk dengan headset dan handphonenya, tidak seperti laki-laki lain di kelas yang sangat antusias dan memujinya.


Dara pun menuju kearah laki-laki itu. "Hai, nama gue Dara. Nama lo siapa?" Tanya Dara.


Laki-laki yang tak lain adalah Gavin melirik kearah Dara sebentar lalu kembali menatap kearah handphonenya. Dara yang merasa diabaikan pun memudarkan senyumannya. Tak lama, ia kembali membuat senyum semanis mungkin.


"Kursi sebelah lo kosong kan? Gue boleh duduk disitu? Gue anak baru, belum punya teman sebangku." Pinta Dara.


Gavin masih diam tidak menjawab.


"Mungkin itu jawaban iya." Gumam Dara.


Saat ia hendak mendudukan diri di kursi itu, Gavin lebih dulu berdiri dan menggebrak meja dengan keras.


"RENO!" Teriak Gavin dengan keras.


Reno yang berada tak jauh dari sana pun langsung menghampiri Gavin. Semua murid di kelas dapat melihat aura menyeramkan Gavin saat ini. Bahkan Dara pun terlihat ketakutan.


"Duduk!" Kata Gavin.


Saat Dara ingin duduk, suara dingin Gavin langsung terdengar.


"Bukan lo! Tapi Reno." Kata Gavin sebelum duduk kembali dan memasang headset di telinganya.


"Gila, Gavin serem banget kalo marah gitu." Bisik Safira pada Icha.


"Maafin sepupu gue ya Gav." Kata Rere dibalas anggukan oleh Gavin.


"Itu bangku punya Reno Dar, lo duduk sama Safira aja. Kebetulan bangku di sebelah dia kosong." Lanjut Rere menarik Dara pergi dari hadapan Gavin.


"Yaudah gue duduk sama lo aja Re." Kata Dara.


"Tapi.."


"Gak apa-apa Re, biar Icha sama Rara aja." Kata Icha mengambil tasnya dan pindah ke kursi sebelah Safira.


Ketika Icha sudah mengambil tasnya, Dara meletakkan tasnya di kursi Icha. Tak lama setelah itu, guru pun memasuki kelas dan memulai pelajaran.


***


Bel istirahat pun berbunyi. Semua murid berlarian menuju kantin untuk mengisi perut mereka. Beberapa ada yang tetap tinggal di kelas untuk membaca buku atau tiduran sebelum mata pelajaran berikutnya.


"Ayo ke kantin." Ajak Safira.


"Re, gue kan baru disini. Ajak gue keliling dong." Pinta Dara.


Rere menatap ragu dan tak enak pada Icha dan Safira. Ia bimbang sekarang. Disatu sisi, ada sepupunya dan satu sisi lagi ada sahabatnya.


"Gak apa-apa Re, keliling aja dulu sama Dara. Nanti nyusul ke kantin." Kata Icha sambil menyentuh bahu Rere.


"Iya, udah gih sana." Safira menggerakkan tangan seolah mengusir.


"Ayo cepet Re, gue udah gak sabar nih." Kata Dara menyilangkan tangannya di dada.


"Yaudah gue sama Dara duluan ya." Kata Rere lalu pergi meninggalkan kelas bersama Dara.


"Ada yang aneh gak sih sama Dara Cha?" Tanya Safira.


"Huss gak boleh negative thinking gitu Ra, udah yuk ke kantin."


Mereka pun berjalan bersama menuju kantin. Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan Rio dan Teza.


"Eh kalian berdua aja? Rere mana?" Tanya Rio menatap kebelakang, mana tau Rere tertinggal di belakang.


"Rere tadi pergi sama Dara." Jawab Safira.


"Dara anak baru itu? Yang katanya cantik? Yang katanya sepupu bang Teja? Yang katanya kayak bidadari?" Tanya Rio ingin tau.


"Gak usah kek wartawan deh." Celetuk Teza.


"Kan gue kepo Bang."


"Iya, Dara yang itu." Jawab Safira.


Mereka pun duduk satu meja yang terletak di pojok kantin. Rio dan Teza pergi membeli makanan untuk mereka. Tinggallah Icha dan Safira di meja itu.


"Aneh ya rasanya gak ada Rere Cha." Kata Safira tiba-tiba.


Icha menoleh. "Rere kan gak kemana-mana Ra, nanti juga kesini kok. Eh itu dia." Kata Icha menunjuk Rere dan Dara yang baru saja datang.


Rere duduk di sebelah Safira, sedangkan Dara duduk di sebelah Icha. Semua orang di kantin terlihat memerhatikan Dara, terutama para siswa laki-laki.


"Kok cepet banget?" Tanya Icha.


"Udah keburu laper Cha." Jawab Rere sambil tersenyum.


"Gavin! Sini!" Teriak Dara tiba-tiba membuat Rere, Safira dan Icha menoleh kearah pandang Dara.


Disana, ada Gavin yang berjalan dengan tatapan tajamnya menuju mereka. Icha melihat kearah Dara yang kini tersenyum malu. Begitupun Rere dan Safira yang saling bertatapan. Gavin terus berjalan hingga sampai di meja mereka. Dara menarik kursi di sebelahnya bermaksud menawarkan Gavin duduk disana. Gavin memegang kursi tersebut, namun siapa sangka, bukannya duduk Gavin malah memindahkan kursi itu ke sebelah kursi Icha lalu duduk disana. Dara yang melihat itu tercengang sekaligus malu.


"Udah pesen makan?" Tanya Gavin pada Icha.


"Udah tadi, sama Rio dan Bang Teza. Gavin udah pesen?" Icha menoleh kearah Gavin.


"Udah."


"Gav, mana Reno sama Satria, tumben gak keliatan di kantin." Tanya Rere.


"Bolos."


"Lo gak ikut bolos juga?" Tanya Safira.


"Gak."


"LADIES LADIESS MAKANAN DATANGGGG!!!" Teriak Rio yang membawa nampan berisi penuh makanan. Di belakang Rio ada Teza yang juga membawa nampan berisi makanan.


"Eh ada gentleman juga rupanya." Kata Rio sambil meletakkan nampan itu di meja.


"Loh Dara? Sudah selesai kelilingnya?" Tanya Teza duduk di sebelah Rere sedangkan Rio duduk di sebelah Gavin.


"Sudah bang." Jawab Dara.


"Lah? Abanggg pesenan Rere sama Dara mana?" Tanya Rere menatap garang kearah Teza.


"Ya ampun lupa." Kata Teza menepuk pelan dahinya.


"Isss kan. Ayok Dar, kita pesen makanan." Ajak Rere dengan wajah kesal.


Dara mengangguk. "Gavin mau sekalian dipesenin gak?" Tanya Dara dengan senyumannya.


Gavin hanya terdiam tidak menjawab. Ia masih sibuk menatap Icha dari samping.


"Gavin, itu ditanyain sama Dara." Tegur Icha.


Gavin menghela nafasnya lalu tanpa mengalihkan pandangannya, ia pun menjawab. "Gak."


Rere yang melihat itu pun langsung menarik Dara pergi untuk memesan makanan mereka. Dara yang ditarik sesekali melihat kebelakang, tepatnya kearah Gavin yang masih memandangi Icha dengan tatapan penuh cinta meskipun masih terkesan dingin.


"Dar, gue peringatin kalo lo suka Gavin, mending lo buang jauh-jauh deh perasaan lo itu. Gavin gak bakal noleh ke orang lain selain Icha." Kata Rere.


Dara menatap kearah Rere dengan senyumnya. "Kita liat aja nanti." Jawabnya.


TO BE CONTINUE