
🌹🌹🌹
Suasana makan malam hari itu membuat Kate begitu canggung dimana Kate terus mengingat kejadian memalukan bergaya erotis di depan mama mertuanya.
"Kenapa Kitty?" tegur Nick yang duduk disampingnya.
"Istrimu tadi kerasukan arwah kucing makanya jadi pendiam begitu," goda Lusy disela makannya.
Yang mana membuat Kate langsung tersedak karenanya.
Lusy tertawa melihat menantunya salah tingkah begitu, lalu dia menatap anaknya yang setia membelai punggung istrinya. Hati Lusy menghangat tidak menyangka rumah tangga anaknya selalu bertahan harmonis seperti ini dengan dua karakter berbeda yang saling melengkapi sepertinya dia akan memberi bonus pada menantunya.
"Aku akan membawa Mich dan Grey malam ini menginap di Buckingham Palace," ucap Lusy kemudian.
"Benarkah Grandma?" tanya Grey kegirangan.
Lusy mengangguk. "Sepertinya akan ada gempa lokal di mansion ini jadi kita harus mengungsi!"
Kate semakin tersedak mendengarnya yang mana membuat Nick terus membelai punggung istrinya.
Dan, sesuai perkataan Lusy. Dia membawa suami dan kedua cucunya menginap di istana kerajaan Inggris, Buckingham Palace.
Setelah kepergian orangtua dan kedua anaknya, Nick menghampiri istrinya yang masih diam mematung di meja makan dengan wajah merah padam.
"Kau itu sebenarnya kenapa, Kitty?" tanya Nick keheranan.
"Aku sangat malu, Nick! Aku begitu liar didepan mama mertua," ucap Kate, lalu dia menceritakan semuanya pada suaminya.
Yang mana membuat Nick tertawa terbahak-bahak karenanya.
"Jangan ikut tertawa, aku jadi tambah malu!"
Melihat istrinya seperti itu membuat Nick begitu gemas, Nick meraih tengkuk Kate dan menciumnya saat itu juga.
Nick menggendong Kate dan membawanya masuk kedalam kamar mereka dengan ciuman mereka yang semakin panas, Kate menikmati permainan lidah Nick yang menari didalam mulutnya.
Saat sudah sampai di kamar, Nick menurunkan Kate dari gendongannya dan mengusap wajah Kate dengan lembut.
"I love you, Kitty," ucap Nick.
Senyum mengembang diwajah Kate dan Kate melingkarkan kedua tangannya ke leher suaminya.
"Terimakasih, Nick. Aku merasa begitu dicintai!"
"Kitty, aku akan memberikan apapun yang kau mau di dunia ini, apapun itu. Jadi, kau tidak perlu ragu untuk mengatakan apapun yang kau inginkan!"
"Aku hanya butuh cintamu untukku dan anak-anak!"
"Dan... pelumas panasmu!"
"Kau akan mendapatkannya, Kitty!"
Nick kembali mengusap pipi Kate dan menciumnya, bibirnya terus menyelusuri wajah Kate hingga tiba dibibirnya.
Mereka kembali berciuman sedangkan tangan Nick mulai membuka baju yang dipakai oleh Kate.
Nick membuka helai demi helai pakaian yang melekat pada tubuh Kate sedangkan tangan Kate sudah masuk kedalam bajunya untuk mengusap otot-otot tubuhnya.
Ciuman mereka semakin liar sedangkan tangan Nick sudah meremas dada Kate hingga membuat Kate mengerang pelan.
Erangan penuh kenikmatan terus terdengar dari bibir Kate tatkala Nick menyesap dadanya sedangkan jarinya sudah bermain dibawah sana.
Dia hanya bisa meremas rambut Nick saat suaminya itu terus menyelusuri tubuhnya dengan bibirnya.
"Nick, I want you, please!" pinta Kate memohon karena dia tidak bisa menahanya lagi.
Nick menghentikan aksinya dan memandang Kate dengan senyum diwajahnya.
"Katakan lagi jika kau menginginkan aku, Kitty!"
"Aku menginginkanmu Nick, jadi lakukan!" pintanya.
"Oh my Kitty! You got it!"
Nick menunduk dan menciumi bibir Kate lalu membuka kedua kaki istrinya. Nick menancapkan senjata perangnya yang sudah menantang dibawah sana.
Kate mengerang dan memeluk leher Nick dengan erat sedangkan Nick menggerakkan tubuhnya.
Permainan mereka semakin panas dan gerakan Nick semakin cepat, nafas mereka berdua memburu dan memenuhi kamar yang sunyi.
Nick memacu tubuhnya semakin cepat dan cepat sedangkan Kate terus mengerang nikmat.
"Nick... Akhhh... Aku... Aku!" gumamnya.
"Bersama Kitty!"
Kate mengangguk sedangkan Nick semakin mempercepat gerakannya. Sampai mereka berdua mengerang nikmat saat mencapai puncak kenikmatan.
Dari wajah Nick terpancar kepuasan begitu juga dengan wajah Kate. Mereka berdua berciuman sejenak dan setelah itu Nick melepaskan dirinya dan tidur di samping Kate.
Mereka berdua berpelukan dan mengatur nafas mereka berdua yang masih terasa berat.
Sampai Kate mengadah dan menatap suaminya. "Apa kau sudah dengar kabar tentang Bee?"
Nick mengangguk. "Iya, aku dengar Arse dan Pandawa pergi ke California!
"Bukankah kita sudah lama tidak berkunjung ke Indonesia?" tanya Kate. Dia mengingat terakhir bertemu dengan Bianca saat ulang tahun Pandawa lima tahun lalu setelah itu mereka hanya berhubungan lewat telpon saja.
"Ya, kita akan kesana jika Bee sudah kembali nanti!" sahut Nick dengan mencium puncak kepala istrinya.
"Jangan terlalu dekat dengan Bee, aku masih cemburu!" gerutu Kate.
Kate mengingat saat kunjungannya kala itu Bianca dan Nick mengobrol bersama dengan begitu akrabnya yang mana membuat Arse dan Kate menjadi cemburu lalu mereka melakukan tanding ronde permainan. Mengingat itu, Kate tertawa sendiri.
"Jadi, masih kurang aku tunjukkan cintaku padamu!" ucap Nick yang mulai merubah posisinya untuk melakukan ronde selanjutnya.
Saat Nick akan menciumnya, Kate menahannya sebentar. "Wait Nick! Aku harus meminum jamu kuatku yang aku beli dari Jepang!"
"Kitty.... "
🌹🌹🌹