Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
Menyadari



๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Keesokan harinya


Hubungan Nick dan Kate masih belum membaik, Kate tidur terpisah di kamar tamu. Dan saat sarapan mereka saling diam sambil sesekali bertatapan dengan tajam.


Yang mana membuat Lusy merasa kesenangan melihat ada api perselisihan diantara mereka.


"Sebentar lagi mereka pasti berpisah," gumam Lusy dalam hati.


Tapi tidak untuk Mich, dia yang melihat bagaimana Daddy-nya dan Kate yang biasanya mesra merasa heran. Apalagi hampir seminggu lamanya mereka tidak bertemu seharusnya tambah mesra bukan melepas rindu.


"Daddy dan Mommy sedang melakukan permainan apa?" tanya Mich polos.


Nick berdehem. "Kita sedang melakukan permainan tanpa bicara tujuh hari!"


"Permainan apa itu?"


"Permainan mogok bicara!" sahut Nick santai.


Kate yang mendengar itu tidak terima. "Enak saja tujuh hari kalau bisa satu bulan sekalian!"


"Oke, siapa takut!" sahut Nick.


Lalu mereka mulai bertatapan tajam lagi.


Yang mana membuat Mich mendesah. "Permainan orang dewasa memang aneh!"


Setelah mengantar Mich sekolah, Lusy yang diantar supir pribadi menemui Laura untuk membicarakan renggangnya hubungan antara Nick dan Kate.


"Benarkah, Mom?" tanya Laura tidak percaya.


Ternyata rencananya berhasil, walaupun semua video Kate sudah di takedown tapi setidaknya bisa membuat hubungan mereka retak.


"Benar. Ini kesempatan untuk kau mendekati Nick," ucap Lusy bersemangat.


Laura tersenyum kemenangan. "Aku tidak akan menyerah, Mom. Aku pasti bisa merebut hati Nick."


"Kau ada waktu hari ini? Bagaimana kalau kau ikut Mommy menjemput Mich sekolah setelah itu kita jalan-jalan bersama supaya hubunganmu dengan Mich semakin dekat juga," ajak Lusy.


Laura tampak berfikir sejenak. "Baiklah, ide bagus Mom!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Seperti yang diinginkan Lusy, Laura ikut dengannya menjemput Mich sekolah. Setelah itu mereka berjalan bersama ke mall menuju game center disana.


Mich begitu antusias dan ingin mencoba berbagai wahana.


"Aku titip Mich sebentar ya, Mommy mau ke toilet!" ucap Lusy.


Laura tersenyum manis setelah itu dia mendengus kesal melihat Lusy sudah menjauh. Dia yang tidak suka dengan anak-anak sangat tidak menyukai tempat seperti game center yang mereka kunjungi.


Tiba-tiba ada seorang anak yang tidak sengaja menabraknya yang mana membuatnya kesal.


"Kalau jalan lihat-lihat! Bajuku itu sangat mahal, jika sampai lecet! Awas kau ya!" geram Laura.


Seketika anak itu langsung menangis histeris dan mencari mommy-nya.


Dan pemandangan itu tak luput dari perhatian Mich, tentu saja Mich tidak suka dengan sikap Laura yang begitu.


"Aunty, kenapa kau mirip dengan Valak," ucap Mich.


"Apa kau bilang," Laura mulai kesal lagi mendengar Mich menyamakan dirinya dengan setan. Tapi sejurus kemudian dia berdehem mengingat dia ingin mengambil hati anak itu.


"Ayo kita coba main tembak zombie!" ajak Laura mengalihkan perhatian Mich.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Nanny," panggil Lusy pada pengasuh Mich.


"Iya Nyonya."


"Bawa Mich untuk istirahat!"


"Baik Nyonya."


"Dimana Nick?"


"Tuan berada di ruang gym, Nyonya."


"Dan dimana gadis itu?"


"Maksud Nyonya, Kate? Kate keluar setelah sarapan pagi tadi dan belum kembali sampai sekarang."


Lusy menganggukkan kepalanya puas, ternyata mereka tidak berbaikan bahkan saat berduaan dalam mansion.


Lalu Lusy mendelik ke arah Laura. "Temuilah Nick sambil menunggu makan malam siap. Masih ada beberapa jam lagi siapa tahu Nick bisa membuka hati untukmu!"


Laura yang diberi lampu hijau tidak mau menyia-menyiakan kesempatan.


Sementara di ruangan gym, Nick terus berlari diatas treadmill. Dia memang mengambil libur hari ini untuk tidak bekerja. Karena itu dia habiskan waktunya untuk berolahraga agar fikirannya teralihkan oleh kekesalannya pada Kate.


Dan tak lama pintu ruangan gym itu terbuka, Nick berfikir itu adalah Kate yang datang untuk minta maaf padanya dan akan menggodanya seperti biasa. Jujur dia sangat merindukan kucing liarnya itu.


Tapi diluar dugaan ternyata Laura yang datang menemuinya.


"Laura, kenapa kau bisa ada disini?" tanya Nick heran.


Nick menghentikan laju treadmill dan turun dari sana lalu mengelap tubuhnya yang dibasahi keringat.


Melihat itu Laura hanya bisa menelan salivanya serak, bagaimana dia melihat tubuh Nick bertelanjang dada begitu kekar dan seksi dimatanya.


Tanpa tahu malu Laura mendekati Nick dan meraba dada pria itu. Lalu dia mulai menanggalkan bajunya yang mana membuat Nick mendorong tubuh Laura pelan.


"Apa yang kau lakukan!" bentak Nick.


"Bukankah begini yang gadis itu lakukan padamu, Nick? jadi berikan aku kesempatan juga," ucap Laura dengan mendekati Nick lagi.


"Kau gila ya! Jangan merendahkan dirimu seperti itu, aku justru jijik melihatmu begitu!" bentak Nick lagi.


Laura terkekeh. "Secara tidak langsung kau mengakui jika gadis itu juga rendahan kan, Nick!"


Nick mendengus kesal. "Kate, berbeda! Dia tidak seperti itu!"


"Nick, kau tinggal berdua bersama dengannya tanpa ikatan pernikahan dan dia melempar tubuhnya padamu. Justru gadis itu lebih rendahan dariku!"


Nick sangat tidak menyukai perkataan Laura tapi sejurus kemudian dia mengingat perkataan Kate jika dia dijebak oleh Laura.


"Kau sengaja membuat Kate memakai baju itu bukan," ucap Nick penuh penekanan.


"Ya, memang aku sengaja melakukannya biar semua orang tahu jika gadis itu tak lebih dari seorang ja*lang!"


Mendengar itu, Nick langsung mendorong tubuh Laura hingga membentur dinding.


"Jangan berani mengatainya ja*lang di depanku. Untuk kali ini aku memaafkanmu tapi jika aku mendengar lagi kau berbicara seperti itu aku tidak akan mengampunimu, Laura!" ancam Nick.


Laura begitu ketakutan melihat sorot mata Nick yang tajam.


Nick melepas Laura dan berlalu meninggalkan ruangan gym itu tapi sebelum mencapai pintu dia berbalik lagi menatap Laura.


"Terimakasih berkatmu, aku menyadari perasaanku!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน