
🌹🌹🌹
"Kan cuaca lagi mendung terus ada 5 orang, tapi cuma ada 1 payung, gimana caranya biar mereka semua gak kehujanan?" tanya Kate pada Mich.
Saat ini mereka dalam perjalanan menuju sekolah Mich sambil menyetir Kate memberi tebakan pada calon anaknya itu.
"Aha, pinjam payung ke orang lain," jawab Mich.
"Salah! Ya tinggal jalan biasa aja lah kan masih mendung belum hujan! Hahaha... "
Keduanya tertawa bersama hingga akhirnya sampai di sekolah Mich.
"Bye, Mom!" teriak Mich saat turun sembari melambaikan tangannya.
Kate tersenyum lalu melihat jam di pergelangan tangannya.
"Oke, ada waktu beberapa jam sampai menjemput Mich lagi jadi harus dimanfaatkan untuk mencari uang," gumam Kate.
Kate menginjak pedal gas mobil dan menuju sebuah restaurant cepat saji, dia akan melamar kerja disana.
Kate ingin menjadi pekerja lepas jadi dia diterima hanya bekerja sebagai pencuci piring kotor.
"Tidak apa Kate, semua pekerjaan akan aku lakukan demi Nick yang tampan," gumam Kate sambil bersenandung mencuci tumpukan piring kotor di depannya.
Saat jam Mich pulang sekolah buru-buru Kate menjemput anak itu. Kate mengantar Mich kembali ke mansion lalu dia pergi ke sebuah gedung yang akan dijadikan acara fashion show Laura.
"Maaf aku terlambat, aku baru saja menjemput Mich sekolah," ucap Kate pada Laura.
Laura menatap penampilan Kate yang berantakan dipenuhi peluh keringat, dia tersenyum sinis dalam hati bisa-bisanya dia bersaing dengan gadis seperti Kate.
"Hm, cepatlah bersiap naik ke atas catwalk. Semua sudah latihan dari tadi," ucap Laura.
Tanpa menunggu lama Kate ikut bergabung dengan para model lainnya dan mengikuti setiap gerakan mereka. Melihat itu timbul niat untuk mengerjai Kate, karena dia masih sakit hati atas kejadian kemarin.
"Kate, tegakkan badanmu dan pandanganmu harus lurus ke depan," teriak Laura.
Kate hanya mengangguk di atas sana sambil memperbaiki cara berjalannya.
"Yang bener dong!"
"Belajar dari kesalahan, Kate!"
"Mukanya jangan masam begitu!"
Laura terus meneriaki Kate sampai membuat Kate ditertawakan model lainnya, kalau bukan karena bayarannya besar pasti Kate sudah lari dari tadi.
Setelah latihan yang cukup melelahkan itu, Kate kembali mencari kerja. Kali ini dia bekerja menjadi penjaga SPBU. Kate rela bekerja sampai larut malam yang mana membuat Nick khawatir karena sudah larut Kate tak kunjung pulang.
Nick mencoba menghubungi ponsel gadis itu tapi ponselnya tidak aktif. Bukannya apa ponsel Kate memang mati karena kehabisan daya.
Hingga beberapa jam kemudian, Kate kembali ke mansion Nick dengan wajah kusut karena kelelahan. Dia belum terbiasa bekerja seharian begini, dan dia harus membiasakan seperti ini sampai uangnya terkumpul untuk bisa membeli cincin pernikahan yang dia inginkan.
Sebelum kembali ke kamar, Kate ke dapur dulu untuk minum. Tapi dia terkejut tiba-tiba ada suara yang membentaknya.
"Pulang larut malam! Darimana saja! Pria mana lagi yang kau goda!" bentak Lusy.
"Uhuk!" Kate tersedak.
Lalu Kate melihat Lusy, dia terkejut bukan main karena Lusy yang memakai masker di seluruh wajahnya.
"Astaga, mama mertua seperti hantu Toshio!"
"Kurang ajar! Berani mengataiku hantu!"
"Mom, sudah larut malam lebih baik mommy istirahat!" ucap Nick.
"Lihatlah gadis itu Nick! Dia bahkan pulang larut malam, gadis itu gadis tidak benar! Sadarlah!"
"Mom, pasti Kitty punya alasan!"
"Mommy kecewa padamu Nick, kau lebih membela gadis tidak benar itu daripada mommy-mu sendiri!" teriak Lusy sambil berlalu meninggalkan Nick dan Kate yang masih mematung ditempatnya.
Nick menghela nafasnya panjang lalu mendekati Kate dan menggandeng tangannya menuju kamar mereka.
"Kau kemana saja, Kitty? Aku terus menghubungi ponselmu tapi tidak aktif," ucap Nick saat mereka sudah di dalam lift.
"Aku sedang berjuang untuk masa depan club bisbol kita, Nick," sahut Kate santai.
"Ck, kau selalu saja menggunakan kata-kata sarkasmu itu!" decak Nick.
Setelah sampai ke kamar Nick segera mengambil air hangat dan handuk kecil lalu menyuruh Kate untuk membuka bajunya.
"Kita akan bermain jaran goyang?"
PLETAK!
"Tidak bagus mandi larut malam begini, biar aku mengelap tubuhmu!"
Kate yang mengusap jidatnya yang terkena sentilan langsung tersenyum girang tanpa menunggu lama lagi Kate menanggalkan semua bajunya.
Dan Nick mulai mengelap tubuh Kate dengan telatennya.
"Belum jadi istri aja udah begini, bagaimana kalau sudah jadi istri sungguhan!" gumam Kate dengan tertawa cekikikan.
Setelah selesai mengelap tubuh Kate, Nick memakaikan gadis itu piyama tidur.
"Tidurlah, besok harus bangun pagi bukan," ucap Nick yang sudah membaringkan tubuhnya.
"Ketiakku mana?"
Nick membuka ketiaknya dan Kate langsung menenggelamkan dirinya dibawah ketiak Nick dengan surai gembira seperti mendapat jackpot.
"Kitty... "
"Hm," jawab Kate sambil memejamkan matanya sambil menghirup aroma ketiak Nick yang bisa membuatnya gila.
"Ceritakan tentang hidupmu!"
"Hidupku tidak menarik, Nick. Ibuku asli orang Korea lalu bertemu dengan ayahku yang asli Inggris, mereka menikah dan lahirlah aku. Saat umurku 10 tahun orangtuaku memutuskan untuk pindah ke tanah kelahiran ayahku, London. Dan ternyata mereka mengalami kecelakaan saat baru satu bulan kami pindah ke London meninggalkanku seorang diri. Sangat menyedihkan bukan?"
Nick yang mendengar itu langsung mengecup puncak kepala Kate.
"Itulah kenapa aku tidak percaya cinta, Nick. Aku merasa semua tidak ada yang abadi disisi kita!"
"Aku tidak akan meninggalkanmu, kita pasti akan mendapat restu dari orangtuaku!" ucap Nick memeluk Kate dengan erat.
Yang mana membuat Kate mengadah menatap Nick dan bertanya,"Cicak apa yang bisa bikin mati?"
Nick mengernyit.
"Cicak nafas karena melihat senyum manismu!"
PLETAK!
🌹🌹🌹