
🌹🌹🌹
Nick mengulum senyumnya dan terus memandangi wajah Kate yang saat ini belum sadarkan diri. Nick membawa Kate kembali ke kamarnya.
Lalu dia teringat perkataan Lusy lagi dan menghela nafasnya yang panjang.
"Semua akan baik-baik saja, Kate. Aku dan Mich adalah keluargamu sekarang, kau tidak sendiri lagi," gumamnya lalu mengecup kening Kate lembut.
Nick membuka bajunya dan menyisakan celana boxer saja, dia menarik selimut menutupi Kate dan juga dirinya. Nick menarik Kate ke dada bidangnya dan memeluknya.
Merasa mencium aroma yang bisa membuatnya gila Kate mulai membuka matanya perlahan. Jantungnya mulai berpacu cepat saat tahu jika dia ada dipelukan siapa, dan Nick menyadari jika Kate sudah bangun.
"Sudah bangun?" tegurnya.
Kate diam membisu. Dia sangat membenci reaksi tubuhnya saat ini. Sampai dia tersentak kaget karena Nick yang tiba-tiba mengubah posisi menindihnya dari atas.
"Kau harus bisa mengontrol debaran itu, Kate," ucap Nick yang mulai mencium bibir Kate dengan lembut.
"Hmmppphh" Kate menjerit dalam ciuman karena jantungnya mau meledak. Dia mendorong tubuh Nick dan meloncat turun dari ranjang dengan memegang dadanya yang nafasnya mulai tersengal.
Kate menggelengkan kepalanya. "Aku tidak menyukai ini. Aku menyesal jatuh cinta, aku ingin kembali normal."
Nick semakin terkekeh lalu ikut turun dari ranjang mendekati Kate dengan tampilan yang hanya memakai boxer saja.
"Nick, kau mau membunuhku ya! Kau itu semakin tampan jika begitu. Sadarlah! Aku akan mati konyol karena terus melihat ketampananmu!" teriak Kate yang melihat Nick terus mendekatinya.
Akhirnya Kate berlari untuk menghindari Nick, tentu saja Nick mengejarnya. Dan terjadilah aksi kejar-kejaran di kamar itu.
"Kate, berhentilah!"
"Tidak mau!"
"Kate... "
Karena lelah berlari, Kate berhenti sejenak dan mengambil air putih diatas nakas dan meminumnya hingga tandas. Kesempatan itu dibuat Nick untuk menangkap Kate dan membantingnya diatas ranjang setelah itu Nick menggelitiki tubuh Kate karena kesal.
"Hahaha... Ampun Nick!" teriak Kate yang tidak tahan dengan gelitikan yang diberikan Nick padanya.
Nick menghentikan aksinya lalu merebahkan dirinya di samping Kate. Sementara Kate masih mengatur nafasnya yang tersengal.
Keduanya terdiam lalu mereka memiringkan wajahnya dan beradu tatap.
"Nick, aku malu," ucap Kate yang wajahnya mulai merona kembali.
"Astaga, aku sudah melihat setiap jengkal tubuhmu, Kate! Kenapa malunya baru sekarang?"
"Kalimatmu membuatku tambah malu!" Kate kembali menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ck, gadis liar yang labil!" decak Nick dengan menarik tubuh Kate ke pelukannya. "Kau tidak merindukan ketiakku?"
Kate mengangguk. "Aku merindukannya sampai mau mati!"
"Aku mengijikanmu melakukan apapun pada tubuhku malam ini!"
Tak mau menunggu lama lagi, Kate langsung menunduk di bawah ketiak Nick dan menghirup aromanya yang seperti obat tidur baginya.
🌹🌹🌹
Keesokan paginya
Kate tengah belajar memasak dengan Chef yang ada di mansion Nick.
"Begini kan?" tanya Kate dengan mengiris daging yang akan di panggang.
Chef mengangguk. "Setelah itu beri air lemon, lada dan olive oil."
Kate terus mengikuti intruksi dari Chef itu dengan seksama.
Dan para pelayan yang melihat itu juga memberi semangat.
"Ayo Kate, kau bisa!"
Kate tersenyum simpul sampai menampilkan gigi kelincinya.
"Aku pasti akan jadi istri idaman. Cantik, pintar masak, dan jago memuaskan suami diatas ranjang," gumam Kate dalam hati.
"Akkhhh.... " pekik Kate kaget.
Lalu Kate membalik badannya, dan melihat jika duda tampan yang terus membuat jantungnya kewalahan tengah tersenyum manis padanya.
"Morning," ucap Nick dengan mengecup bibir Kate singkat.
Kate mulai merasakan debaran aneh itu lagi. Tubuhnya jadi beku dan mulutnya kelu tidak bisa berkata-kata, Nick yang menyadari itu terkekeh kembali.
"Hari ini weekend, bagaimana jika kita berkencan? Kita harus melakukan terapi agar kau bisa mengontrol debaran itu Kate. Bukankah kau merindukan percintaan panas kita?"
Kate hanya bisa menganggukkan kepalanya. Dan Nick segera memanggil pengasuh Mich.
"Nanny, aku akan seharian keluar bersama Kate. Tolong jaga Mich dengan baik, jika ada sesuatu cepat hubungi aku!" ucap Nick kemudian.
"Baik Tuan."
Lalu Nick menggandeng tangan Kate. "Kita makan diluar saja. Biarkan masakanmu itu, aku lebih suka memakanmu!" goda Nick.
Kate merona malu. "Tapi... "
"Sstt! Ayo pergi!"
Nick memilih salah satu koleksi mobil mewahnya dan membawa Kate ke sebuah tempat.
Nick membawa Kate ke sebuah tempat pacuan kuda, karena Nick mempunyai beberapa kuda disana.
Kate menatap takjub tempat itu. "Woah, mainan orang kaya emang beda ya!"
Nick menggandeng tangan Kate menuju kandang kuda yang disana ada penjaga yang mengurusnya.
"Tuan Nick," sapanya.
"Aku mau bertemu dengan Cardinal," ucap Nick, yang dimaksud Nick adalah salah satu nama kudanya.
Penjaga itu membawa Nick pada kandang Cardinal, menampilkan sosok kuda putih yang gagah.
"Keluarkan dia, aku mau membawa calon istriku berkeliling!" ucap Nick.
Yang mana membuat Kate semakin tersipu malu. "Calon istri? Calon istri? Nick mengakuiku jadi calon istrinya? Kyaaa.... " Kate menjerit dalam hati.
Setelah Cardinal keluar, Nick yang sudah bersiap berkuda segera naik ke kuda itu dan mengulurkan tangannya pada Kate.
Kate menerima uluran tangan itu dan Nick menariknya agar Kate naik dan duduk di depannya.
Saat Kate sudah duduk di depannya, Nick segera menarik tali kekang kuda dan membawa Kate berkeliling mengitari area pacuan kuda. Dan membawa Kate masuk dalam hutan lindung disana.
Kate mengulum senyumnya, dia tidak pernah membayangkan akan merasa jatuh cinta pada pria dan pria itu memperlakukannya dengan begitu lembut. Sekarang timbul pertanyaan baru, apakah Nick akan membalas cintanya?
"Nick," panggilnya.
"Hm"
"Kau seperti pangeran berkuda putih yang menculik gadis rakyat jelata seperti di dongeng-dongeng!"
Nick terkekeh. "Rakyat jelata yang labil dan bodoh!"
Kate mengerucutkan bibirnya. "Jika menikah denganmu bukankah aku akan menjadi Cinderella?"
"Jadi, kau mau menikah dengan konsep Cinderella?"
Kate semakin tersipu malu jika membahas tentang pernikahan, seumur hidup dia tidak pernah membayangkan jika dirinya akan menikah.
"Atur dulu debaran itu Kate, aku tidak mau kau mimisan dan pingsan lagi," ucap Nick dengan menarik tali kekangnya kuat agar Cardinal berhenti.
Mereka berhenti dan Kate memutar kepalanya ke belakang agar bisa berhadapan dengan wajah tampan Nick.
Dengan menarik nafasnya panjang Kate mencium bibir Nick, dan Nick membalas ciuman itu.
"Asyik, gak kena asma lagi," gumam Kate saat ciumannya terlepas.
🌹🌹🌹
Sebentar lagi masuk konfliknya ya, siapin tisue satu bal... Aku tahu kalian kan cengeng😅 canda cengeng😁