Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
S2 - Mama Mertua



🌹🌹🌹


Chloe datang ke rumah sakit ditemani oleh Scott, keduanya langsung menuju ruang ICU dimana Kate dirawat. Di depan ruangan itu ada Lusy, Hans dan Mich sementara Nick masih di dalam ruangan karena hanya satu anggota keluarga saja yang diperbolehkan masuk.


"Tuan Besar, Nyonya Besar," sapa Chloe dan Scott bersamaan.


Lusy dan Hans mengangguk lalu mereka mengetuk pintu di ruangan itu memberi kode pada Nick agar keluar. Nick keluar dengan wajah kusutnya dan Mich yang melihat itu langsung mendekati Daddy-nya.


"Dad, apakah adik baik-baik saja? Apakah adik tidak mau bermain bola denganku?" tanya Mich polos.


Nick langsung berjongkok. "Adik baik-baik saja! Dia pasti kuat disana seperti mommy-mu!"


Lalu Nick mendelik kearah orangtuanya. "Mom, Dad, bawa Mich pulang saja!"


"Biar Daddy yang membawa Mich pulang, Mommy ingin menemani menantuku," ucap Lusy.


Hans segera menggandeng tangan Mich untuk membawanya pulang ke mansion sementara Lusy masuk ke ruangan Kate.


Kini Nick mulai mengintrogasi Chloe bagaimana bisa dia membawa obat yang salah untuk istrinya. Tentu saja disini Chloe terkejut bukan main kalau dia menjadi penyebab Kate yang kondisinya semakin memburuk.


Chloe menceritakan pada Nick kalau dia benar-benar membawa resep obat dari rumah sakit hingga pikirannya mengingat tentang pertemuannya dengan Laura.


"Ceritakan apa saja yang kau lakukan dengan Laura?" tanya Nick semakin gusar.


"Laura mengajak saya untuk minum kopi sebentar sebagai tanda perpisahan saat akan kembali ke New York," jelas Chloe dengan bergetar.


"Apa tidak ada kejadian atau hal mencurigakan? coba ingat lagi, Honey," ucap Scott menimpali.


Chloe terus berpikir sampai ingatan tentang Laura yang menumpahkan kopi di bajunya dan dia baru teringat meninggalkan tasnya disana.


Mereka bertiga akhirnya ke Starbuck tempat dimana Chloe dan Laura minum kopi waktu itu, mereka ingin memeriksa kamera cctv disana. Mereka berharap ada bukti kejahatan Laura agar bisa menyeret wanita itu ke jeruji besi kembali.


Sementara Lusy terus menatap tubuh lemah Kate yang tidak berdaya. Dia tidak menyangka dibalik sosok ceria Kate selama ini, Kate bisa menyembunyikan sakitnya seperti ini.


Lusy memegang tangan Kate yang membengkak itu dengan derai airmata. Dia mengingat perlakuan jahat sebelumnya pada Kate yang mana menantunya itu tidak membencinya karena hal itu.


"Maafkan aku, menantuku! Aku sangat jahat padamu memakimu dan selalu memandang rendah dirimu sekarang aku tahu kau memang berhati malaikat!"


"Bukankah ini rasanya sangat sakit? bagaimana mungkin kau bisa menahannya sendirian? Kau memang seorang wonder woman!"


"Maka cepat bangunlah, menantu bodoh! Aku rindu memarahimu!"


"Aku akan masuk dalam club bisbolmu, jadi cepatlah bangun!"


"Apa kau ingin club bisbolmu bubar?"


Lusy berdiri dan mengecup kening Kate. "Aku menyayangimu, kami semua menyayangimu! Jadi berjuanglah dan kembali untuk kami!"


Kate dialam bawah sadarnya meneteskan airmata dari sudut matanya.


Dia mendengar semuanya tapi tubuh dan matanya tidak bisa dia gerakkan.


"Oh Tuhan, jangan ambil nyawaku sekarang!" batin Kate menjerit.


🌹🌹🌹


Kok banyak irisan bawangnya ya, tisue mana tisue🤧🤧🤧