
🌹🌹🌹
Laura beberapa hari ini sibuk dengan urusan butik barunya, hari ini adalah opening butik barunya itu. Dia telah mengundang Nick untuk datang, makanya dia berdandan dengan anggunnya untuk menarik perhatian pria itu.
Butik yang Laura miliki memang untuk kalangan menengah ke atas tak khayal jika yang datang adalah orang-orang tajir melintir. Karena ini butik cabang dan sebelumnya Laura sudah punya nama di New York jadi tidak sulit baginya untuk menarik perhatian para pelanggan agar menjadi member di butiknya itu.
Laura terus memperbaiki penampilannya di depan kaca sebelum Nick datang kesana.
"Bagaimana penampilanku , Chloe?" tanya Laura untuk kesekian kalinya pada asistennya itu.
Chloe sebenarnya jengah menjawab tapi karena tahu tabiat atasannya dia selalu menjawab dengan semanis mungkin.
"Cantik tiada lawan, Nona lah ratunya," jawab Chloe kemudian.
Laura tersenyum bangga lalu dia kembali menyambut tamu-tamu butiknya yang terus berdatangan.
Hingga Nick menyembul masuk ke dalam butik yang selalu setia ditemani Scott yang mengekorinya.
"Nick!" pekik Laura dan menghambur memeluk Nick begitu saja.
"Hei, lepaskan Laura!" ucap Nick dengan mendorong Laura pelan agar melepas pelukannya.
"Kau selalu saja menolakku, Nick. Aku merindukanmu apa kau tahu," protes Laura yang sudah melepaskan pelukannya.
"Disini banyak orang Laura, apa kau tidak malu!"
"Kenapa harus malu, biar mereka tahu jika kau milikku, Nick!"
"Jangan diluar batas Laura!" Nick mulai jengah dan Laura menyadari itu. Dia segera mengontrol dirinya dan membawa Nick berkeliling butiknya.
"Aku khusus membuatkan ini untukmu, Nick!" ucap Laura dengan menyerahkan setelan jas pada Nick yang saat ini sudah duduk manis di salah satu sofa disana.
Nick menerima setelan jas itu. "Thanks."
"Cobalah!"
Demi menghargai Laura, Nick pergi ke ruang ganti untuk mencoba jas yang Laura berikan padanya.
Tapi diluar dugaan tiba-tiba Laura ikut masuk ke dalam ruang ganti itu dan memeluk Nick dari belakang.
Nick membalik badannya dan menghapus airmata Laura. "Maafkan aku, Laura. Dari dulu sampai sekarang aku hanya menganggapmu teman dan tidak lebih."
"Tapi kau bisa belajar mencintaiku kan?" tanya Laura penuh harap.
Nick menggeleng. "Aku sudah belajar mencintai wanita lain."
"Jangan bilang wanita yang kau maksud adalah gadis rendahan itu, kau tahu bukan apa yang dia perbuat padaku saat di kantormu, Nick!"
"Dia tidak akan begitu jika kau tidak memulainya, Laura!" Nick membela.
"Nick, apa tidak salah? kau mengabaikanku demi gadis rendahan seperti dia!"
"Laura, jangan menyebutnya gadis rendahan lagi! Dia tidak seperti apa yang kau pikirkan! Dan aku minta hapus perasaanmu padaku sekarang juga karena aku akan menikahi Kate!" ucap Nick penuh penekanan dan segera berlalu meninggalkan Laura.
Laura ambruk dan semakin mengeraskan tangisannya. Dia merasa terhina telah ditolak Nick dan pria itu lebih memilih gadis seperti Kate.
"Scott, ayo kita pergi!" ucap Nick pada asistennya.
Di dalam perjalanan pulang Nick bermain dengan ponselnya dan ada serentetan notifikasi pengeluaran oleh kartu black card-nya yang dia berikan pada Kate.
"500 ribu dolar?" gumam Nick tidak percaya.
500ribu dolar atau setara dengan 7 miliyar rupiah lebih dalam waktu beberapa jam saja.
"Tidak apa, Nick.... kau kaya, jantung tenanglah...."
Tring! Tring!
Notifikasi masuk lagi.
"Satu juta dolar?" pekik Nick.
"Tetap tenang Nick... aku kaya... aku kaya... "
🌹🌹🌹