
๐น๐น๐น
10 Tahun Kemudian
Kate tersenyum puas melihat tubuhnya yang semakin hari semakin seksi. Dia rutin melakukan perawatan dan olahraga dengan kekuatan uang memang merubah segalanya. Sekarang tidak ada lagi yang memandang dirinya rendah.
Bahkan seringkali saat Nick membawanya ke pesta tak jarang para istri pengusaha-pengusaha lain sok kenal sok dekat dengan dia. Padahal dulu dirinya di bully habis-habisan, sekarang Kate tahu mana-mana saja berhati tulus padanya.
"Kitty... " panggil Nick.
Kate setengah berlari mendatangi suaminya, seperti biasa Nick menggendong Kate untuk duduk di nakas sementara istrinya itu memasangkan dasi untuknya.
"Thanks, my wife!" ucap Nick dengan menarik pinggang Kate dan memberi ciuman bibir pada istrinya.
Saat berciuman Kate menggigit sedikit bibir suaminya.
"Akh! Kitty... " protes Nick.
"Nanti malam tambah ronde ya, kau begitu sibuk Nick dan melupakan aku! Anak-anak juga sibuk dengan kegiatan mereka! Aku kesepian... Kita program punya anak lagi ya," bujuk Kate memelas.
"Kitty, kita sudah bahas ini berulang kali! Aku tidak ingin kejadian kehamilan Grey terulang lagi," sahut Nick dengan tegas.
Kate mendengus kesal, Nick memutuskan tidak ingin punya anak lagi mengingat saat Kate hamil Grey dulu membuat Nick trauma. Tanpa sepengetahuan Kate, Nick diam-diam melakukan Vasektomi.
Bukannya apa, Nick semakin sibuk dengan pekerjaannya dan sering meninggalkan Kate untuk perjalanan bisnis. Sementara kedua anak laki-lakinya juga sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing membuat Kate merasa kesepian.
"Ayo, Anak-anak sudah menunggu kita di bawah," ajak Nick dengan menggandeng tangan istrinya.
Mereka berdua bergandengan tangan turun ke bawah dimana disana Mich dan Grey sudah menunggu di meja makan.
"Morning, Anak-anak tampanku!" ucap Kate dengan mengecup pipi Mich dan Grey bergantian.
"Mom... " protes keduanya kompak.
"Ish, aku ingin mencium anak-anakku saja juga diprotes! Menyebalkan!" gerutu Kate.
Nick terkekeh mendengarnya, memang kedua anaknya memiliki sifat sama seperti dirinya realistis dan perfectsionis menjadikan mereka mandiri dan dewasa jadi jika Kate mencium mereka pasti mereka akan protes.
"Aku sudah 3 SMP dan sebentar lagi akan masuk SMA, Mom!" ucap Mich kemudian.
"Aku juga sudah kelas 4 SD Mommy," timpal Grey.
Yang mana membuat Kate langsung mencium suaminya. "Aku akan cium Daddy kalian saja sampai puas plus dapat enak! Iya kan, Nick!"
"Kitty, jangan berbicara seperti itu di depan anak-anak!"
"Ya, ya, ya! Keluarga kaya memang datar! Kadang aku ingin kembali jadi rakyat jelata yang miskin," ucap Kate dalam hati.
๐น๐น๐น
"Mom, aku ada les bahasa Jerman dan Rusia hari ini jadi pulang larut," pamit Mich saat akan memasuki mobil yang membawanya ke sekolah.
"Apa otakmu bisa menampung semuanya, sayang? Aku takut otakmu meledak! Jangan terlalu memaksakan diri!" ucap Kate.
Mich menggeleng. "Salah satu cita-citaku ingin menguasai seluruh bahasa di dunia ini!"
Saat mobil Mich sudah berjalan pandangan Kate beralih pada anaknya yang kedua.
"Mom, aku ingin nilaiku bagus! Bagaimana mungkin mommy menyuruhku bolos kelas," protes Grey.
"Kau sudah jadi juara kelas setiap tahun dan juga juara umum di sekolahan. Apa kau tidak bosan?" tanya Kate.
Grey menggeleng. "Justru mempertahankan jadi juara itu sulit, Mom!"
Lagi-lagi Kate hanya bisa mendesah melihat anaknya itu masuk ke mobilnya dan pergi tapi sebelum itu Grey berlari dan mencium pipi Kate.
"I love you, Mommy!" ucapnya.
Kate melambaikan tangannya setelah itu berbalik menghampiri suaminya yang juga akan berangkat kerja.
"Setelah ini aku akan sendirian lagi," gerutu Kate.
"Bukankah kau bisa datang ke perkumpulanmu itu, Kitty," ucap Nick memberi solusi.
Yah, Kate mempunyai perkumpulan yang anggotanya para ibu-ibu muda di sekolah Grey yang mana dia selalu jadi primadona karena kecerdasan Grey. Bukannya apa di perkumpulan itu setiap yang anaknya jadi juara harus mentraktir mereka saat bertemu. Dan Grey terus saja jadi juaranya yang mana membuat Kate terus-terusan mentraktir mereka.
"Kak Sultan!" teriak mereka saat melihat Kate datang. Itu adalah julukan yang disematkan pada dirinya karena mempunyai suami tampan, kaya dan juga punya dua orang anak yang pintar.
Kate duduk bersama mereka dan mendengarkan setiap mulut memuji dirinya.
"Wah, Grey jadi juara lagi di kelas fisika!"
"Selamat kak Sultan!"
"Bagi resep dong supaya anak-anak kita juga sepintar Grey!"
Kate mengibaskan rambutnya. "Rahasianya itu saat proses pembuatannya!"
"Grey dibuat diberbagai tempat dan gaya! Dan kalian harus pintar-pintar menggoda suami!" ucap Kate percaya diri.
"Benarkah?"
"Tentu saja! Kali ini aku traktir kalian semua lingerie seksi! Ayo kita ke Victoria Secret!" ajak Kate kemudian.
Di Victoria Secret, mereka semua memilih berbagai lingerie seksi.
"Kak Sultan, aku ini ya! Aku ini ya!"
"Kak Sultan... Kak Sultan... "
Dan saat waktu bayar Kate mengeluarkan jurus blackcardnya sambil menunjuk pada para ibu-ibu muda disana.
"Semua yang mereka ambil, saya yang bayar!" ucap Kate mode kaya.
"Thanks, Kak Sultan!"
Kate hanya tersenyum kikuk. "Andai Grey tidak pintar aku tidak akan seperti ini!"
"Sepertinya aku harus menjual semua buku Grey agar dia tidak jadi juara kelas lagi! Ya, ide briliant Kate!"
"Aku ingin jadi ibu normal yang memarahi anaknya yang bodoh! Tapi kenapa anak-anakku semua baik dan tidak banyak tingkah!"
๐น๐น๐น