
🌹🌹🌹
Arse terus saja menatapi buah mangga yang ada di taman belakang mansion Nick. Sampai tak sadar air liurnya menetes dengan cepat Arse mengelapnya bisa hancur reputasinya jika ada yang mengetahui pria tampan nan gagah itu mengeluarkan air liurnya hanya untuk sebuah mangga.
"Ambil saja," tegur Kate.
Arse sudah mulai memundurkan badannya saat Kate mendekatinya pasti rasa mual itu akan kambuh lagi.
"Aku akan menyuruh James memetiknya, jangan mendekat gadis bau!" teriak Arse.
Kate mengindahkan perkataan Arse, dia tidak jadi mendekat tapi justru memanjat pohon itu dengan lincah.
"Ternyata kau gadis tarzan! Hebat!"
Kate memetik beberapa buah mangga muda dan langsung turun dan memberikannya pada Arse yang menatap mangga itu dengan berbinar. Pria itu langsung menyambar mangga itu dan menghendusinya seperti biasa agar mualnya tidak kambuh.
"Anggap itu hadiah pernikahan dariku dan hadiah untuk calon keponakanku!" ucap Kate kemudian.
"Ck, hadiah apaan ini cuma mangga muda!" protes Arse.
"Namanya aku rakyat jelata!"
Lalu keduanya duduk di gazebo mansion dengan posisi Arse yang masih menghendusi mangga muda. Demi Tuhan jika ada yang melihat pria itu menghendusi mangga pasti akan mengira pria itu pasien rumah sakit jiwa.
"Apa kau bahagia dengan pernikahanmu?" tanya Kate serius.
"Jangan SKSD!"
"SKSD? apa itu?" tanya Kate bingung.
"Sok kenal sok dekat!" jawab Arse singkat.
"Kau kan suami temanku, kau tahu aku yang menemani Bee dua tahun di London, jangan lupakan itu!"
"Ya, ya, ya, kau menang! Jika menyangkut Bee, aku pasti kalah! Kau tahu aku sangat mencintainya, dia begitu menggairahkan begitu menggoda yang membuat rudalku selalu memanas bahkan saat membayangkannya saja aku langsung ingin membuat pabrik sabun!"
Arse tersenyum saja mendengar penuturan Kate dan jiwa keponya kembali meronta.
"Aku penasaran kenapa kau bisa tinggal bersama om-om itu! Dilihat dari segi apapun kalian tidak saling mencintai!"
"Ah, ini imbas dari pernikahanmu dan disinilah aku menjadi pelampiasan," jawab Kate santai.
"Aku tidak mengerti tentang hubungan kalian, aku juga baru mengenal om-om itu tapi aku bisa melihat dia berhati tulus!"
Kate mendesah pelan. "Entahlah, aku juga tidak mengerti. Ketika masih kecil, kukira aku akan jadi seseorang saat dewasa tapi sedihnya aku hanya gadis biasa tidak bisa apa-apa. Tak bisa bermimpi banyak tentang apapun."
"Gadis biasa tidak ada yang tinggal sekamar dengan pria dewasa, bodoh. Bagaimana seseorang bisa mencintaimu kalau kau tidak bisa mencintai dirimu sendiri!"
"Aneh mendengar itu semua darimu," ucap Kate kaget melihat sisi lain dari Arse.
"Yah, walaupun otakku dipenuhi kemesuman untuk urusan cinta-cintaan aku ini pakarnya! Kau akan terkena penyakit aneh jika sudah jatuh cinta!"
"Penyakit aneh?" tanya Kate heran.
"Penyakit takut kehilangan dan itu akan membuatmu menggila!"
Kate langsung terdiam sejenak, rasanya seumur hidupnya dia tidak pernah memikirkan tentang cinta hingga pikirannya mulai buyar kembali mendengar pertanyaan Arse selanjutnya.
"Apa benar ukurannya seperti tongkat bisbol?" tanya Arse penasaran.
"Ya begitulah, benda itu membuatku terus menjerit saat masuk dan begitu penuh," jawab Kate dengan santainya.
"Baguslah untung dia tidak jadi menikah dengan istriku!"
"Memang punyamu sebesar apa?"
Arse berdehem. "Hanya nenek Tapasya yang tahu!"
🌹🌹🌹