Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
S2 - Suka Makan



๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sesuai yang Nick katakan sebelumnya, dia ingin menjaga Kate dan calon anaknya dengan baik. Kate tidak boleh melakukan hal apapun yang Kate lakukan hanya tidur dan makan.


Makanan yang dimakan Kate adalah makanan sehat yang diolah dengan bahan-bahan khusus, walaupun Kate tidak menyukainya dia tetap memakan semua itu demi Zigot diperutnya.


"Jangan lupa minum obatmu, Kitty," ucap Nick perhatian.


Saat ini Kate tengah makan pancake buatan mama mertuanya.


Yah, Lusy akhirnya mengalah tidak jadi pulang ke New York. Dia membantu Nick mengurus Kate karena kehamilannya yang butuh banyak perhatian. Lusy juga tidak mau kejadian Elena terulang lagi, dia tidak ingin melihat anaknya mengalami kisah cinta yang tragis lagi.


"Baik Bos," jawab Kate.


Tak lama Lusy mendekati keduanya dengan membawa beberapa pancake lagi.


"Ini sudah pancake keberapa! Makannya harus dikontrol juga," gerutu Lusy.


"Zigot selalu kelaparan, mama mertua," sahut Kate santai.


"Ck, jangan dijadikan alasan!" decak Lusy.


Nick hanya bisa geleng kepala melihat tingkah kedua wanita itu yang selalu berseteru tapi dibalik itu semua Nick bahagia karena Lusy begitu perhatian pada istrinya.


"Daddy, mana Mom?" tanya Nick kemudian.


"Bermain bola dengan Mich, Mom mau menyusul mereka," ucap Lusy sambil berlalu meninggalkan pasangan suami istri itu.


Setelah selesai makan pancake, Kate meminum obatnya.


Lalu Nick dengan perhatiannya mengelus perut rata Kate menunduk dan menciumnya.


"Anak daddy baik-baik di dalam ya," ucap Nick perhatian.


Kate tersenyum haru, dia ikut mengecup puncak kepala suaminya.


"Kitty, aku akan pergi ke Thailand selama 2 bulan lamanya karena ada proyek besar disana. Jadi, selama kepergianku jagalah diri baik-baik dan juga aku sudah mendaftarkanmu ke kelas hamil nanti Chloe yang akan memenuhi segala kebutuhanmu," ucap Nick.


Yang mana membuat Kate langsung memeluk suaminya.


"Jangan terlalu gila kerja, Nick. Aku tidak apa-apa hidup miskin asal bersamamu," ucap Kate lirih.


"Jadi kau mau punya suami pengangguran?"


"Maunya gitu pengangguran yang banyak uang," sahut Kate yang masih memeluk suaminya.


"Kau tidak akan berpaling kan, Nick? Jangan tinggalkan aku!"


"Kau bicara apa! Jangan pernah berfikir negative begitu tidak baik untuk kandunganmu!"


"Aku tidak rela ketampanan suamiku dilihat wanita lain," keluh Kate.


Yang mana membuat Nick sudah dalam mode siaga. "Kitty, jangan berpikir kau akan mendadani aku seperti waria lagi!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Daddy, pergi dulu," ucap Nick dengan mencium perut Kate.


Lalu Nick beralih pada putranya yang saat ini tengah liburan sekolah.


"Boy, jaga mommy dan adik diperut ya," ucapnya dengan mengusap kepala bocah itu.


"Everything is fine, Dad. Aku akan menjaga baby Zigot dengan baik," sahut Mich.


Nick memijit pelipisnya karena anaknya terkontaminasi oleh panggilan keramat itu.


"Pesawat sudah menunggu, Bos," lapor Scott.


Nick mengangguk dan melambaikan tangannya tapi saat berbalik akan masuk mobil tiba-tiba Kate menubruknya dari belakang.


"Nick, aku tidak bisa hidup tanpamu!" ucap Kate dengan isak tangisnya.


"Kitty, aku harus pergi!"


"Tidak, tidak, tidak... " Kate semakin menguatkan pelukannya.


Lusy yang melihat kelakuan anak menantunya dari kejauhan itu hanya bisa menghela nafasnya panjang.


Lalu Lusy berteriak pada Kate. "Yuhuu... pizza dengan topping oreo sudah siap!"


Mendengar itu Kate langsung melepas pelukannya. "Selamat jalan, suami jelekku! Makanan lebih penting sekarang," ucap Kate kemudian.


Kate berlari masuk ke dalam dengan wajah berbinar. "Pizzaku... I'm coming!"


Nick mematung ditempatnya lalu mendelik kearah Scott.


"Apa perlu aku operasi plastik di Thailand, Scott?"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน