
🌹🌹🌹
"It's crazy, Bee! Kau tahu kan motto hidupku apa!" ucap Kate pada Bianca. Saat ini mereka sedang melakukan panggilan video.
Dan Bianca sudah tahu situasi yang dialami Kate karena Arse sang suami sudah bercerita padanya.
"Yah, motto hidupmu itu sama seperti suamiku dulu. Tidak pernah memikirkan apapun hanya kesenangan saja tapi lihatlah kami bisa menjalin suatu komitmen!"
Kate mendengus pelan. "Situasiku dan situasimu beda, Bee. Suamimu begitu mencintaimu tapi Nick? Aku tahu dia masih mencintaimu," ucap Kate lirih.
"Kate, jika Nick tidak menyukaimu dia tidak akan bertindak sejauh ini bukan!"
"Kau tahu kan dia itu pria sempurna abad ini, aku sampai berpikir dia itu titisan malaikat. Aku merasa dia menerimaku karena kasihan dan terpaksa karena merasa bertanggung jawab saja," keluh Kate lagi.
"Kau itu sebenarnya siapa? kau seperti bukan Kate yang ku kenal! Kau tidak akan menyerah kan?"
"Entahlah Bee, jatuh cinta membuatku jadi lemah!"
"Oh my God! Kate... Kau harus tunjukkan rasa cintamu! Apa kau sudah bilang I love you padanya?"
Kate menggeleng. "Apa itu perlu?"
"Sangat perlu Kate, bahkan suamiku setiap hari bilang I love you padaku sampai aku overdosis!"
Bianca tersenyum disana melihat ekspresi Kate dari layar ponselnya lalu dia mengubah layar ponselnya menurun ke bawah melihatkan perutnya yang buncit.
"Kau lihat ini Kate? kau tidak ingin merasakan seperti ini?"
Kate memandangi perut buncit itu. "Kau seperti badut, Bee!"
Bianca terkekeh tahu tabiat temannya itu seperti apa.
"Rasanya sangat tak ternilai, Kate!" ucap Bianca dengan mengelus perutnya itu.
"Apa aku bisa merasakannya juga, Bee? bahkan aku belum bisa jadi ibu yang baik untuk Mich!"
"Kate, aku yakin kau bisa! Jangan selalu berpikiran sempit!"
Kate terdiam mendengarnya lalu mereka mengakhiri panggilan itu. Kate masih termenung memandangi langit kamar Nick. Sedetik kemudian dia berjalan ke arah nakas dimana dia menyimpan pil kontrasepsi yang setiap hari dia konsumsi.
"Say goodbye... " ucap Kate lalu membuang pil kontrasepsi itu ke dalam tempat sampah.
Kate menepuk-nepuk pipinya sambil melihat dirinya di depan cermin.
Setelah itu dia keluar kamar untuk menyusul Nick yang ada di kamar Mich.
Hati Kate menghangat melihat kedua ayah dan anak itu. Memang Nick sering membacakan dongeng sebelum Mich tidur jika dia punya banyak waktu mengingat dia yang selalu sibuk dengan pekerjaan.
Mich yang menyadari jika ada Kate diambang pintu kamarnya segera memanggilnya.
Kate mendekat dan ikut duduk disisi Mich yang kosong sambil melirik Nick yang membuat jantungnya dag dig dug derrrr.
"Baiklah, daddy akan membacakan dongeng untuk kalian berdua!" ucap Nick kemudian.
Mich mulai berbaring dipeluk Kate disampingnya. Mereka mendengarkan Nick bercerita tentang Hansel dan Gretel yang memburu para penyihir jahat.
Hingga beberapa menit kemudian, Mich tidur dipelukan Kate dimana gadis itu juga ikut tertidur. Nick menutup bukunya lalu mengecup kening putranya setelah itu dengan pelan dia menggendong Kate untuk kembali ke kamarnya.
Karena belum ingin tidur Nick ingin menghabiskan waktu di ruang kerjanya tapi niatnya terhenti saat Kate menahan tangannya.
"Nick... " panggil Kate yang terjaga saat Nick menyelimutinya tadi.
"Kau terbangun?"
Kate semakin gelisah, dia ingin bilang I love you pada Nick sesuai saran Bianca sebelumnya tapi kenapa melihat Nick yang tampan lidahnya jadi kelu.
"Nick... Um, I... I... "
Nick mengernyit. "Asmamu kambuh?"
Keesokan harinya
Kate terus mengutuki dirinya yang tidak bisa bilang I love you pada Nick. Saat ini dia sedang berendam di bathup sambil menenggelamkan dirinya dalam busa.
"Nick, I love you... " ucapnya saat berlatih.
"Nah, bisa kan tapi saat melihat wajahnya yang tampan itu membuatku gugup!"
Kate terus melatih ungkapan cintanya sampai pintu kamar mandi itu terbuka dan Nick langsung saja masuk dengan terburu-buru.
"Kate, kenapa kau sangat lama! Aku tidak tahan lagi perutku sangat mulas!" ucap Nick dengan memegang perutnya.
"Kau mau boker? Boker aja, aku tidak masalah!" sahut Kate santai.
"Masalahnya, aku tidak ingin dilihat itu akan mengganggu konsentrasiku!"
"Nick, kau itu tidak sedang ujian matematika jadi tidak perlu konsentrasi!"
"Oh, Shiit!" Nick sudah tidak menahan lagi. Akhirnya dia membuka celananya dan langsung duduk di closet tanpa menoleh ke arah Kate sama sekali.
Sementara Kate yang melihat adegan boker itu tubuhnya kembali memanas. Dimatanya Nick begitu seksi.
Lalu dia berdehem. "Nick, bau bokermu seperti aroma lavender!"
Yang mana membuat Nick yang sedari tadi menahan malu karena untuk pertama kalinya dia dilihat saat boker itu mendengus pelan. "Cinta memang bisa membuat orang jadi tidak waras!"
🌹🌹🌹