Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
Ya Sudah



๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sementara disisi lain, Nick begitu sibuk meninjau proyeknya yang ada di Western. Dia akan membangun sebuah lapangan golf disana, karena masalah lahan sengketa mengharuskannya menginap disana untuk beberapa hari.


Setelah beberapa hari mengurus proyek lapangan golf-nya, Nick mengadakan jamuan makan malam bersama koleganya karena besok dia sudah harus kembali ke London.


"Semoga kedepannya semua berjalan baik, Cheeersss...." ucap Nick dengan mengangkat gelas berisi wine.


"Cheeersss...."


Mereka semua berada di salah satu restaurant Perancis mewah. Disana mereka saling berbincang hingga salah satu dari mereka membicarakan sebuah video yang sedang viral di London.


"Bukankah perusahaan tuan Hoult yang menjadi sponsor acara ini?" tanya salah satu koleganya.


"Ah, video yang sedang viral itu ya. Bukankah model itu begitu seksi, aku mau membayar mahal jika bisa berkencan dengannya," sahut yang lainnya.


"Bagaimana kalau kita bertaruh untuk bisa kencan satu malam bersamanya," ajak yang lain.


Karena penasaran Nick mengambil ponsel salah satu dari mereka dan Nick terkejut bukan main saat yang mereka bicarakan adalah Kate si kucing liar.


Seketika emosi Nick langsung memuncak bagaimana bisa Kate mau memakai baju yang memperlihatkan tubuhnya.


Nick berdiri dan pergi tanpa berpamitan dengan para koleganya disana.


"Scott!" teriak Nick.


"Iya Bos."


"Kita akan kembali ke London sekarang juga dan cepat suruh seorang hacker handal menghapus semua video yang beredar yang bersangkutan dengan Kate!"


"Baik Bos."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Kate kembali ke mansion, seperti biasa dia akan disambut oleh makian Lusy tapi kali ini berbeda karena ada koper besar di samping Lusy.


"Kenapa lagi ini, mama mertua? bisa tidak marahnya di mute dulu, aku sangat lelah hari ini," ucap Kate.


"Iya lelah setelah pamer tubuhmu itu, dasar tidak tahu malu!" maki Lusy.


Kate mendesah. "Percayalah mama mertua, kalau ada rekor muri malu akulah orangnya!"


"Kalau malu kenapa kau lakukan?!"


"Aku tidak tahu kalau acara itu bakal disiarkan secara gila-gilaan! Dan kenapa harus aku yang menjadi fokus acara itu atau jangan-jangan... "


Pikiran Kate sudah mulai negative, dia berpikir Laura sengaja melakukan ini padanya.


"Ck, seharusnya aku curiga kenapa nenek sihir itu menjelma jadi baik ternyata ini tujuannya. Ternyata mau kena upilku lagi dia," gumam Kate.


Lusy yang sudah tidak sabar langsung melemparkan koper yang ada di sampingnya.


"Pergilah! Jauhi anakku, aku sudah cukup sabar menghadapimu!" usir Lusy.


Kate meraih koper itu lalu mendorongnya masuk ke dalam lift.


"Hei, aku itu mengusirmu! Apa kau tidak mengerti bahasa manusia!" teriak Lusy.


"Maaf mama mertua akhir-akhir ini telingaku agak bermasalah!" ucap Kate tanpa dosa.


Yang mana membuat Lusy kembali memegang kepalanya. "Sepertinya aku harus menaikkan dosis obat sakit kepalaku!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Aku akan naik kereta berbentuk labu, menggunakan gaun pernikahan yang cantik, memakai sepatu kaca!"


"Dan Nick yang tampan akan menunggangi Cardinal dengan gagahnya menjemput dan membawaku ke Altar!"


"Kyaaaaa.... Aku tidak sabar!"


Kate meloncat-loncat diatas ranjang sambil berteriak kegirangan.


Lalu Kate membaringkan tubuhnya bersiap untuk tidur, sebelum itu dia mengusap sisi ranjang kosong dimana disitu biasa Nick berada.


"Aku merindukanmu, pria tampanku!" ucapnya lirih.


Beberapa jam kemudian Nick sudah sampai di London, dia langsung saja menuju kamarnya dengan tergesa. Tapi saat sampai disana Kate sudah terlelap, Nick yang tidak bisa menahan emosinya dengan terpaksa membangunkan gadis itu.


"Eugh!" Kate melenguh merasa tubuhnya di goncang.


Dengan perlahan Kate membuka matanya. Saat matanya terbuka ternyata Nick sudah duduk disisi ranjang yang mana membuat Kate langsung memeluk pria yang sangat dirindukannya itu.


"Pangeranku sudah datang," ucap Kate.


Tapi diluar dugaan Nick mendorong pelan tubuh Kate membuat gadis itu merasa heran.


"Kenapa Nick? Apa aku bau?"


Nick menghela nafasnya. "Kenapa kau mau memakai baju seperti itu?"


"Ah, kau pasti sudah melihat video itu ya! Nenek sihir itu menjebakku Nick, aku pikir dia sengaja melakukan itu!" sahut Kate membela diri.


"Bukankah kau bisa menolaknya!" teriak Nick.


Kate kaget bukan main, ini pertama kalinya Nick berteriak dan begitu marah padanya.


"Um, aku butuh uang Nick," lirih Kate.


"Uang? bukankah aku sudah memberimu black card! Apa itu masih kurang?"


Kate menggeleng. "Bukan begitu, aku ingin uang hasil dari keringatku sendiri."


"Dengan menjajakan tubuhmu untuk dinikmati pria lain? Apa kau senang melakukan hal itu? Seperti saat kau menyerahkan tubuhmu padaku! Katakan!"


Kate menatap Nick dengan berkaca-kaca. "Aku bisa menerima semua penghinaan semua orang padaku tapi jika kau yang melakukan hal itu kenapa begitu sakit?"


"Ya sudah kita pisah kamar mulai sekarang!" teriak Nick kemudian.


Kate yang ikut tersulut emosi juga tak mau kalah.


"Ya sudah, siapa takut!"


"Ya sudah, keluar sana!"


"Ya sudah, aku keluar!"


"Ya sudah, selamat malam!"


"Ya sudah, mimpi indah!"


"Ya sudah, makasih!"


"Ya sudah, sama-sama!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน