
🌹🌹🌹
Pemandangan indah itu yang Kate lihat setiap hari, setelah keadaannya dikatakan stabil dan pulih sepenuhnya, Kate sudah diperbolehkan pulang.
Nick tidak hanya menjadi perfect husband tapi juga menjadi perfect daddy. Dia tidak pernah membangunkan Kate saat Baby Grey kehausan di tengah malam. Nick dengan sigap menghangatkan ASI dari Kate yang dipompa sebelumnya yang di stok di lemari pendingin. Kate tidak bisa menyusui secara langsung dimana tubuhnya yang masih besar membuat dia kesusahan dan juga tidak berpengalaman membuat air susunya muncrat kemana-mana.
Walaupun ada pengasuh tapi setiap malam Baby Grey tidur bersama orangtuanya. Bagi Nick ini momen yang tidak akan bisa terulang lagi dan Mich sekarang juga tidak bisa berjauhan dengan adiknya yang mana membuat bocah itu juga sering tidur dikamar orangtuanya.
Kate membaringkan dirinya disamping suaminya dan mengendusi ketiak Nick yang sangat dirindukannya.
"Eugh!" Nich melenguh karena ada yang mengganggu tidurnya.
Nick membalik tubuhnya agar menghadap istrinya. "Rupanya kucing liarku yang mengganggu," ucap Nick dengan suara beratnya.
Kate tersenyum penuh arti sambil mengusap dada Nick yang semakin kekar.
"Nick, aku akan ikut kelas bellydance untuk mengembalikan tubuhku seperti sedia kala," ucap Kate kemudian.
"Jangan memaksakan diri, Kitty. Asal kau menjalani hidup sehat dan rajin olahraga pasti badanmu akan kembali lagi," sahut Nick dengan membelai wajah istrinya.
"Aku tidak ingin membuatmu malu, Nick!"
"Aku tidak pernah malu padamu, Kitty. I love you," ucap Nick dengan mencium bibir Kate sejenak.
"I love you too." Lalu tangan Kate mulai meraba yang ada dibawah sana. "Nick, aku sudah siap menerima tongkat bisbolmu lagi!"
Nick berdehem dengan kuat. "Ada Grey yang tertidur pulas!"
"Kita pindahkan ke box bayi!" ucap Kate sambil turun dari ranjang dan menggendong Baby Grey.
Kate mencium anaknya sejenak. "Pinjam Daddy tampanmu dulu ya, my Grey! Please, jangan bangun atau pun menangis saat lagi enak-enaknya!"
"Kitty, jangan berbicara seperti itu!" tegur Nick yang masih mendengar suara istrinya.
"Apa aku tidak akan menyakitimu?" tanya Nick memastikan.
Kate menggeleng. "Sudah dua bulan Nick, aku sudah tidak apa-apa! Aku sangat merindukanmu!"
"Aku juga merindukanmu, Kitty!" ucap Nick dengan mencium istrinya dengan lembut.
Ciuman lembut yang berubah jadi ciuman panas penuh gairah dengan tangan sibuk melepas pakaian pasangannya masing-masing.
Saat pakaian itu sudah terlepas Kate tertunduk malu. "Aku begitu buruk kan, Nick?"
Nick mengusap bekas luka operasi di perut Kate lalu menciumnya lembut. "You perfect, Kitty!"
Mereka kembali berciuman hingga tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka.
CEKLEK!
Buru-buru kedua manusia bugil itu menyembunyikan diri ke dalam selimut menyisakan kepala mereka dengan memejamkan mata pura-pura tidur.
Mich yang terjaga dan merindukan adiknya ingin kembali tidur bersama di kamar orangtuanya beruntung saat membuka pintu kamar itu tidak dikunci.
"Mommy... Daddy... " panggil Mich tapi tidak ada respon.
Mich segera melangkah ke box bayi yang mana disana Baby Grey begitu gelisah dalam tidurnya dan Mich mencium aroma kentut disana.
"Ihhhh... Kau pup Grey! Biar kakak menggantikan popokmu ya!" ucap Mich kemudian.
"Jangan!" teriak Nick dan Kate bersamaan.
Lalu Nick sibuk mencari dimana celananya. "Kitty, lain kali pastikan jika pintunya sudah dikunci!"
🌹🌹🌹