Perfect Duda Is My Husband

Perfect Duda Is My Husband
Quality Time



๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Kate tersenyum puas setelah menggoda Nick dengan pesan yang dia kirim. Dia rela merogoh tabungannya untuk membeli banyak lingerie seksi. Kini dia tengah menyusun lingerie itu di walk in closet di kamar Nick yang dia tempati.



"Wah... aku jadi seorang maniak!"


"Aku menyesal tidak melepas perawanku dari dulu!"


"Tongkat bisbol, I love you... Kyaaaa... "


Kate terus bermonolog dengan dirinya sendiri sambil menatap lingerie yang sudah tersusun rapi.


Hingga pintu kamar terbuka dan Nick menyembul masuk ke dalam kamar. Nick berjalan ke dalam walk in closet untuk membuka bajunya dan menaruhnya di tempat baju kotor yang ada disana.


Tapi langkahnya terhenti saat melihat Kate yang senyum-senyum sendiri melihat puluhan lingerie yang ada di depannya.


"What the hell... " teriak Nick tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Kate menatap Nick dengan tatapan lapar. Dan matanya tertuju pada benda yang di bawah sana, dia saat ini begitu terobsesi pada benda menantang itu.


"Kate... " Nick mulai takut saat wanita itu mulai mendekat.


Kate tetap berjalan maju saat sudah dekat dengan Nick, dia menatap Nick dengan lekat.


"Nick, aku penasaran akan sesuatu!"


"Apa?"


"Bagaimana kau bisa tahan bertahun-tahun tidak bercinta, sedangkan aku yang belum sehari saja menginginkan itu lagi dan lagi."


PLETAK!


Lagi-lagi Nick menyentil jidat Kate dengan keras.


"Hentikan otak mesummu itu!"


Kate mengerucutkan bibirnya sambil menatap Nick yang bersiap untuk mandi.


"Nick, kita belum pernah melakukannya di kamar mandi bukan?" teriak Kate yang melihat Nick semakin menjauhinya.


Akhirnya Nick membalikkan badannya. "Kate, mulai besok kau harus bekerja agar otakmu tidak terus kau isi tentang hal mesum!"


"Aku menikmati jadi pengangguran sekarang!"


Kate berteriak sambil menghentakkan kakinya, dia sudah membayangkan Nick akan menerkamnya setelah melihat pesan panasnya sebelumnya.


Lalu Kate berdiri di depan cermin yang memperlihatkan dirinya yang masih memakai lingerie yang dia kirimkan pada Nick sebelumnya.


"Apa aku kurang seksi?" gumam Kate.


Tanpa dia sadari di kamar mandi, Nick mengguyur tubuhnya memakai shower agar yang menegang sedari tadi bisa turn off kembali.


"Ck, gadis liar itu benar-benar..."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Cuci sayurnya, boy," titah Nick dengan menyerahkan beberapa sayuran pada Mich.


Mich mengambil dan mencuci dengan tangan mungilnya itu.


"Mulai besok biar Kate yang mengantar dan menjemputmu sekolah agar dia punya pekerjaan," ucap Nick kemudian.


Mich menatap daddy-nya dengan intens. "Apa Kate akan jadi mommy-ku Dad?"


Nick terdiam sejenak mendengar pertanyaan putranya, pasti anak itu bingung kenapa Kate bisa tinggal bersama dengan mereka apalagi sekamar dengan dirinya.


"Apa kau mau mempunyai mommy seperti Kate?" Nick balik bertanya.


Mich tidak menjawab pertanyaan daddy-nya. Dia takut Kate akan seperti Bianca yang akan meninggalkannya saat dirinya sudah berharap mempunyai seorang mommy baru.


Nick yang menyadari itu segera memeluk tubuh kecil putranya.


"Bagaimana jika nanti malam kita tidur bersama?"


Mich langsung menganggukkan kepalanya.


"Good boy... "


Kate baru saja turun dari kamar menuju meja makan, Mich dan Nick sudah menunggu kedatangannya.


"Kalian tidak memasak makanan hewan ternak kan?" tanya Kate penuh selidik sebelum duduk.


"Cobalah Kate, kami membuat Ratatoullie.. " ucap Mich dengan antusias.


Kate mendesah. "Makanan itu mengingatkanku pada tikus!"


Nick berdehem. "Makanlah Kate dan tutup mulutmu yang selalu berkata tanpa disaring itu."


Kate akhirnya menurut agar malam ini dia mendapat jatah bercinta tapi harapannya pupus saat Nick malah masuk ke dalam kamar Mich.


"Nick... "


"Aku malam ini tidur dengan Mich, aku ingin tidur nyenyak tanpa harus menerima tendanganmu setiap malam!" ucap Nick saat akan menutup pintu kamar dan menguncinya agar Kate tidak mengganggu.


"Ish, jadi aku tidak mendapat jatah!"


"Nick... "


"Nick... "


"Aku sudah berkedut dari tadi.... "


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sorry Kate jangan ganggu! kita lagi quality time