
🌹🌹🌹
Malam harinya
Kate enggan turun ke bawah karena Laura masih ada di mansion. Dia tidak mau lepas kendali dan berbuat yang tidak diinginkan yang akan membuat Lusy semakin tidak menyukainya.
Saat ini dia tengah menggambar gaun pernikahan yang dia inginkan.
"Bagaimana kalau gaunnya dibuat panjang belakangnya sampai 20 meter! Pasti keren kan," gumamnya.
Sementara Nick berada di kamar Mich karena ingin menghabiskan waktu berdua dengan bocah itu seperti biasa.
Mereka berdua main game dan Nick lagi-lagi harus menerima kekalahan dari putranya itu.
"Game Over!" teriak Mich girang.
"Come on, Boy!" ucap Nick dengan menaikkan badan Mich ke atas seperti pesawat terbang sementara dirinya berbaring.
Keduanya tertawa bersama sampai Nick membaringkan Mich ke dalam tenda tidurnya.
"Daddy dan Mommy akan menikah, apa kau menyukainya, Boy?" tanya Nick kemudian.
Mich tampak tertunduk. "Daddy tetap akan menyayangiku kan?"
"Hei, I love you so much, Son. You are my everything!"
Mich tersenyum dan memeluk Nick. "I love you too, Daddy!"
Dan tak lama pintu kamar itu diketuk dan Laura menyembul masuk ke dalam membawa nampan berisi satu gelas susu dan satu cangkir kopi serta beberapa cemilan.
"Apa aku boleh ikut bergabung?" tanya Laura.
Laura duduk di depan tenda tidur Mich dan menyusun cemilan di depan mereka.
"Kau masih disini, Laura?"
"Mom Lusy tidak memperbolehkan aku pulang. Kau tahu bukan keadaannya tidak baik-baik saja," sindir Laura.
Nick berdehem. "Lebih baik kau pulang saja, aku bisa mengurus mommy-ku sendiri."
"Nick, mom Lusy bahkan saat ini tidak mau berbicara padamu!"
"Laura, aku sudah cukup sabar menghadapimu! Jangan ikut campur urusanku!" ucap Nick tegas.
"Aku tidak ikut campur, aku cuma ingin memberi perhatian seorang ibu pada Mich," Laura berkata dengan menyodorkan gelas susu pada bocah itu.
"Minumlah sayang, nanti kita main tembak zombie lagi," tambah Laura.
Mich menerima gelas itu dan meminum susunya hingga tandas. Setelah itu Laura ikut berbaring dengan Mich dan menepuk-nepuk pantat bocah itu dan tak lama Mich tertidur.
"Kenapa dia begitu cepat tertidur," ucap Nick heran karena biasanya dia harus membaca dongeng dulu baru anak itu mau tertidur.
"Dia butuh kehangatan seorang ibu Nick," sahut Laura dengan senyum kemenangan. Well, Laura memang sengaja menaruh obat tidur di susu yang Mich minum agar anak itu cepat tertidur.
"Minumlah kopimu, Nick," tambah Laura.
Nick yang masih sibuk menyelimuti putranya itu menoleh ke arah Laura.
Saat akan berdiri, Laura menahan tangannya. "Aku akan kembali ke New York, Nick. Anggap ini sebagai tanda perpisahan kita."
Dan pemandangan itu tak sengaja dilihat oleh Kate sedari tadi. Setelah menyelesaikan gambarnya Kate ingin menyusul Nick ke kamar Mich dan ingin memperlihatkan rancangan gaun pengantinnya. Dia ingin meminta pendapat dua pria itu tapi saat di depan kamar yang pintunya tidak tertutup rapat itu, Kate mendapati Laura dan Nick yang tengah menidurkan Mich. Dia ingin ikut masuk tapi tertahan karena Mich yang sudah mulai tertidur. Dia takut mengganggu bocah itu.
"Jangan ganggu mereka!"
Sontak Kate langsung memegang dadanya karena kaget.
"Mama mertua!" ucap Kate saat tahu suara siapa itu.
Lusy mendekati Kate dan langsung merebut kertas ditangan gadis itu. Lusy tersenyum sinis melihat sketsa rancangan gaun pengantin yang dibuat Kate. Setelah itu tanpa perasaan, Lusy merobeknya begitu saja dan melemparnya di wajah Kate.
"Woah, mama mertua semakin hari semakin menjadi-jadi," ucap Kate menerima perlakuan seperti itu.
"Makanya sadar! Coba kau lihat Laura, dia begitu lembut dan penyayang pada Mich tidak sepertimu kerjaannya hanya sibuk menggoda anakku!"
"Kau pikir dengan membuatkan bekal dan antar jemput Mich sekolah itu cukup! Setelah kau antar dia pulang, kau pergi entah kemana sampai larut malam! Entah apa yang kau lakukan diluar sana!" tambah Lusy.
"Kenapa mama mertua tidak bertanya aku sedang melakukan apa? kenapa selalu menuduhku! Kenapa mama mertua hanya melihat dari cover luarnya saja tanpa mau melihat isinya seperti apa!" cecar Kate.
"Kenapa?"
"Kenapa?"
"Kenapa mama mertua diam?"
Lusy berdehem. "Aku percaya dengan apa yang aku lihat!"
"Kau hanya mengincar harta anakku kan! Aku yakin karena banyak wanita yang mendekati Nick seperti itu termasuk kau!"
Kate menggeleng. "Aku sebenarnya menyukai Nick bukan karena itu! Percayalah mama mertua aku sudah hidup sebatang kara sejak umurku 10 tahun! Jadi aku tidak takut dengan kemiskinan dan aku bisa mencari uang sendiri!"
"Lantas apa alasanmu menyukainya!"
"Um, karena Nick yang tampan!"
"Semua wanita juga begitu pada anakku!"
"Ada satu hal sih, tapi aku malu mengatakannya mama mertua!"
"Apa itu katakan!"
Kate menghela nafasnya panjang sebelum mengatakannya.
"Sebenarnya aku menyukai Nick karena saat dia mencapai klimaks, dia begitu seksi! Kyaaaaa..."
BRUK!
Mendengar itu Lusy langsung pingsan di tempatnya.
"Mama mertua..."
"Apa jawabanku salah?"
🌹🌹🌹