
🌹🌹🌹
Lusy masih berada di rumah sakit menjaga Mich, dia sempat syok saat mendengar kabar jika ternyata Laura yang telah membuat cucunya sampai masuk rumah sakit.
Rasa bersalahnya semakin dalam pada Kate, kini dia sadar jika ternyata jangan menilai buku dari covernya saja.
"Grandma," panggil Mich yang kondisinya sudah membaik.
Lusy mendekati cucunya itu. "Kenapa sayang? ingin sesuatu?"
"Dimana Daddy dan Mommy?"
Lusy menghela nafasnya panjang mendengar itu.
"Mich, apa kau benar-benar menyukai, Kate?"
Mich mengangguk. "Kenapa Grandma tidak menyukainya?" tanya Mich karena beberapa kali mendengar Lusy berteriak pada Kate.
Lusy terkesiap sebenarnya tidak ada alasan dirinya tidak menyukai gadis itu, dia sebenarnya rindu perdebatannya setiap hari tapi dia terlalu gengsi untuk mengakuinya.
"Apakah dia akan memaafkan aku," lirih Lusy.
Dan tak lama kemudian Hans sudah datang, pria paruh baya itu langsung memeluk cucunya dan menciumi Mich dengan penuh kasih sayang.
"Grandpa, sangat mengkhawatirkanmu!" ucapnya.
"I'm okay Grandpa, I'm strong like Titan!" jawab Mich dengan polosnya.
Hans terkekeh mendengarnya lalu pandangannya beralih pada Lusy. Dia mengajak istrinya itu ke balkon ruangan VVIP disana.
"Katanya hanya seminggu di London tapi sudah mau sebulan tidak kembali," ucap Hans.
"Kenapa kau lakukan itu pada Kate? Kau seperti bukan istriku! Seharusnya kita merangkulnya, Mom," tambah Hans.
"Aku sangat menyesal, Dad. Aku tidak sengaja melakukannya!" sahut Lusy tertunduk.
"Sekarang kita posisikan keadaan mereka pada kita. Bagaimana jika kita dipisahkan apa kau mau?"
Lusy menggeleng.
"Itu juga yang mereka rasakan! Jangan campuri urusan percintaan putra kita, dia dewasa bisa menentukan pilihannya sendiri!"
Bersamaan dengan itu Nick dan Kate masuk ke ruangan itu. Mereka berdua membeli makanan dan juga mainan untuk Mich. Kini ketiganya duduk diranjang pasien dan sibuk memasang lego dan tertawa bersama seperti keluarga kecil yang bahagia.
Lusy yang melihat itu langsung mendekati mereka bertiga dan berdiri tepat di depan Kate.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Lusy kemudian.
Kate terkejut bukan main mendengar itu lalu dia melirik kearah Nick.
"Nick, telingaku tidak bermasalahkan kan? tadi mama mertua bertanya padaku kan?" tanya Kate memastikan.
Lusy berdehem yang mana membuat Kate langsung sadar.
"Aku tidak apa-apa mama mertua," ucap Kate dengan cepat.
"Kalaupun wajahku berubah jadi buruk rupa, Nick yang kaya pasti akan membawaku operasi plastik. Iya kan, Nick?" tambah Kate dengan melirik Nick dan mengerlingkan matanya sebelah.
Yang mana membuat Lusy meneteskan airmatanya.
"Mama mertua kenapa?" tanya Kate khawatir dengan mendekati Lusy.
"Kau itu sebenarnya makhluk jatuh dari mana? Aku sudah begitu jahat padamu, apa kau tidak sakit hati padaku?" Lusy mulai sadar melihat sisi lain dari Kate.
Kate tertawa terbahak-bahak mendengarnya lalu dia menghapus air mata yang jatuh dipipi wanita paruh baya itu.
"Calon menantumu itu wonder woman, mama mertua! Jadi tidak perlu khawatir!" ucap Kate kemudian.
"Jadi kau mau memaafkan aku?" tanya Lusy lirih.
"Aku akan maafkan jika mama mertua memenuhi satu syaratku!"
"Apa itu?"
"Mama mertua harus jadi Bridesmaid diacara pernikahanku nanti!"
"What?"
🌹🌹🌹
Karakter Kate emang dibuat masa bodoh gitu ya guys jadi dia itu gak baperan orangnya😅 dan yang paling penting aku gak suka konflik yang berlarut-larut. Semoga masih setia baca kelanjutan cerita Kitty si kucing liar!
Love you All💋