
🌹🌹🌹
Kate yang melihat suaminya datang langsung mendekat dan memeluknya dengan erat.
"Aku merindukanmu, Nick," ucap Kate semakin mengeratkan pelukannya yang mana membuat Nick merasa sesak.
"Kitty...," Lengan besar Kate itu mencekik Nick, membuatnya susah bernafas. "Kitty.... "
"Aku tahu kau juga merindukanku," ucap Kate yang masih dalam posisinya.
Karena merasa bahagia Kate sampai meloncat-loncatkan tubuhnya.
"Buntalan! Berhenti... tanahnya bergetar karena ulahmu!" teriak Lusy.
Lusy mendekati keduanya dan berusaha membantu Nick. "Lepaskan, kau bisa membuat suamimu mati!"
Kate melepaskan pelukannya dan Nick langsung terbatuk-batuk karenanya.
"Kitty, badanmu... "
Belum sempat Nick menyelesaikan kalimatnya Kate langsung berlari masuk ke dalam sambil menangis histeris.
"Suamiku, tidak menginginkanku lagi!" teriak Kate.
Nick menghela nafasnya panjang lalu memeluk Lusy. "Apa kabar, Mom? kenapa istriku berubah drastis begitu? tidak terjadi apa-apa kan?" tanya Nick khawatir karena saat Elena hamil Mich dulu badannya tidak sebesar Kate sekarang.
"Tidak perlu khawatir, mungkin hormon kehamilan," sahut Lusy karena belum tahu kondisi Kate sebenarnya.
"Daddy....," panggil Mich kemudian.
Nick langsung menggendong anaknya itu. "Hei, Boy! Daddy membelikanmu tembakan air dari Thailand."
"Really?"
"Yes, karena menjaga mommy dan adik dengan baik!"
Lalu Nick membawa masuk Mich dan memperlihatkan beberapa mainan yang dia beli setelah sebelumnya barang-barangnya diangkat oleh pelayan.
Sementara di kamar Kate masih menangis meraung merasa Nick tidak menginginkannya lagi karena perubahan yang dia alami.
Kate berkaca sambil membolak balikkan badannya.
"Bagaimana ini jika Nick benar-benar berpaling?" Kate mulai gelisah.
Dan tak lama Nick menyembul masuk ke kamar dan tidak mendapati Kate disana.
Nick menuju walk in closet dan benar saja Kate ada disana yang masih dalam posisi berkaca.
Menyadari itu, Kate langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena merasa insecure. Nick semakin tampan tapi dirinya berubah jadi dugong seperti kata Arse.
"Hei, tidak apa-apa!" ucap Nick sambil memeluk badan besar Kate.
"Aku merindukanmu, Kitty. Aku hanya kaget saja," tambah Nick.
"Kau tidak akan berselingkuh kan Nick? kau tidak akan berpaling dariku kan?" tanya Kate kemudian.
"Pikiran apa itu? Jangan berpikir negative, Kitty! Aku mencintaimu!"
Mendengar itu Kate langsung mengadah menatap Nick dan membelai wajah suaminya dengan jari tangannya yang membengkak itu.
"Buktikan kalau kau mencintaiku!" ucap Kate lagi.
Kate langsung mencium bibir Nick dengan buas dengan tangannya yang sibuk melepas jas yang Nick pakai sambil membuka kancing kemeja suaminya.
Nick mendorong pelan tubuh Kate agar ciumannya terlepas. "Kitty, kita sudah sepakat tidak akan melakukannya sebelum bayi kita lahir kan!"
"Aku merindukanmu, Nick! Buktikan kalau kau masih menginginkanku!" pinta Kate.
"Aku menginginkanmu tapi aku memikirkan bayi kita," Nick memberi pengertian.
Kate menggeleng kuat. "Kau pasti terkontaminasi wanita-wanita Thailand setelah itu kau tidak menginginkanku karena tubuhku sekarang. Iya kan?"
"Oh Kitty... tidak ada yang seperti itu!"
"Kau bohong Nick!" teriak Kate sambil meninggalkan Nick ke kamar utama.
Nick mengusap wajahnya kasar, dia harus ekstra sabar menghadapi sikap labil Kate saat ini.
"Kitty... " Nick menghampiri Kate yang berdiri di tepi ranjang tapi saat Nick mendekat Kate langsung menarik suaminya itu hingga jatuh ke atas ranjang.
Lalu Kate dengan cepat meloncatkan tubuhnya dan bersamaan dengan itu...
BRAK!
Ranjangnya roboh!
"Kitty... kau memakai jurus megalodon ya!"
🌹🌹🌹