
๐น๐น๐น
Kate masih mengatur nafasnya yang tersengal, dia yang sekarang tidak bisa mengimbangi permainan suaminya lagi.
"Kitty, are you okay?" tanya Nick cemas melihat Kate yang kesulitan bernafas.
Kate mengangguk sambil menunjuk gelas berisi air putih di nakas dan Nick dengan sigap mengambil gelas itu.
Kate meminum air putih itu hingga tandas tapi rasa sesaknya belum juga hilang.
"Nick, ambilkan obatku," ucap Kate yang masih mengatur nafasnya.
Nick segera memakai celananya dan turun dari ranjang, setelah mengambil obat istrinya dia mendekati Kate dan memberikan obat itu.
Dengan cepat Kate membuka obatnya awalnya dia tampak ragu saat akan meminumnya karena bentuk dan warna obatnya yang berbeda dari sebelumnya tapi dia berpikir positive karena ini resep baru akhirnya Kate meminumnya juga.
"Thanks, Nick," ucapnya saat selesai meminum obat itu.
"Sudah merasa lebih baik?" tanya Nick perhatian.
Kate mengangguk. "Temani aku tidur, aku kelelahan karenamu!"
"Kau yang memintanya, Kitty!" ucap Nick sambil terkekeh.
Nick kembali naik ke atas ranjang dan memeluk istrinya dari belakang dan menciumi pundak telanjangnya.
"Kau yang sekarang jadi empuk dan hangat, Kitty," goda Nick.
"Menyebalkan! Aku begini karena Zigot kita," sahut Kate dalam posisi membelakangi suaminya.
Nick dengan lembut membelai punggung istrinya sampai wanita yang mengisi hatinya itu tertidur.
๐น๐น๐น
Beberapa minggu ini Kate merasakan pusing dan mual yang berlebihan. Semua makanan yang dia makan, Kate muntahkan kembali sampai badannya lemah dan untuk saat ini Kate susah untuk berjalan karena kaki Kate bengkak seperti kaki gajah. Yang mana membuat Nick khawatir pada istrinya.
"Aku bisa menahannya, Nick. Jadwal kontrol kandunganku masih lusa," ucap Kate yang berusaha baik-baik saja.
Nick berjongkok menghadap istrinya yang saat ini duduk di sofa kamar. "Kitty, jangan sembunyikan apapun dariku!" ucap Nick dengan menyenderkan kepalanya dipaha Kate.
"Aku merasa dejavu!" tambah Nick.
Yang mana membuat Kate mengelus rambut suaminya. "Aku tidak apa-apa. Sekarang berangkatlah ke kantor, bukankah ada rapat penting?"
Nick langsung menegakkan kepalanya. "Kitty, aku akan menjadi suami siaga! Aku akan menyelesaikan semua pekerjaanku dan mengambil cuti panjang untuk menemanimu sampai melahirkan!"
Kate hanya bisa menganggukkan kepalanya dan Nick bersiap untuk ke kantor. Saat memakai dasinya, Nick teringat Kate yang sering memasangkan untuknya yang menyuruhnya menaikkan dirinya ke atas nakas dan setelah itu dengan manjanya minta dicium. Rasanya dia merindukan momen-momen itu.
Lalu Nick melihat istrinya yang sekarang hanya bisa duduk tidak bisa banyak bergerak karena berat badan yang sudah mencapai 100kg lebih dengan kaki yang semakin membengkak. Nick merasa kasihan karena mengandung anaknya, istrinya sekarang jadi begitu.
"Nick, aku ingin turun kebawah," pinta Kate saat melihat suaminya sudah siap.
Nick segera mengambil kursi roda dan membantu Kate duduk disana. Setelah itu Nick mendorong kursi roda itu untuk turun kebawah.
"Hai, Mom. Aku berangkat sekolah dulu," ucap Mich saat melihat Kate turun kebawah.
Lalu Mich mengusap perut Kate dan terkejut saat merasakan sebuah tendangan disana.
"Adik, mau jadi pemain sepak bola," Mich takjub.
Kate juga tak kalah terkejut karena ini tendangan pertama Zigotnya di usia kandungan 4 bulan lebih.
"Adik sudah menendang?" tanya Nick saat melihat interaksi anak dan istrinya.
Kate melihat suaminya yang mendekat. "Nick, rasanya sangat estetik!"
๐น๐น๐น